Kebijakan pemerintah yang awalnya baik eh berujung neraka gara-gara stasiun radio liar mengganggu pesawat. Kesalahan terbesar saat plotting frekuensi adalah peletakan jatah untuk radio-radio komunitas di ujung atas band/pita gelombang FM. Masalah radio liar banyak dikomplain di Indonesia salah satunya ya gara-gara radio kecil hanya boleh bersiaran di frekuensi mepet penerbangan.

Frekuensi untuk penyiaran FM komunitas Indonesia adalah 107.7-107.9 MHz, untuk beberapa daerah yang belum sesak dengan radio dialokasikan 107.1-107.9 MHz, contohnya Kota Padang. Kadang-kadang frekuensi 108.0 juga digunakan, untuk beberapa radio juga boleh menggunakan frekuensi komersial (sebenarnya) apabila MASIH TERSEDIA atau radionya mau dibuat for-profit, contohnya 104.2 MSTri dan 97.7 Pro Alma Undip. Masalahnya di beberapa kota, apalagi Jakarta dan Bandung, space untuk membuat radio tidak ada sama sekali. Apalagi dengan penggunaan frekuensi radio yang kucing-kucingan dan senggol bacok. 

Kalau power-nya rendah sesuai ketentuan ya tidak masalah. Ketentuan maksimalnya adalah 50 W dan jangkauan 2,5 km. Beberapa radio komunitas banyak yang "tewas" gara-gara ini, contohnya RTC UI yang sudah pemancarnya kena petir, ketika selesai diperbaiki eh terganggu radio dangdut di 107.8 MHz. Pemancarnya menurut desas-desus tidak kuat menerpa pantulan dari beberapa radio besar, terutama V Radio (106.6) dan Bens Radio (106.2). Mau dinaikkan power-nya takut disikat Balai Monitoring (Balmon), karena mengganggu salah satu radio swasta di 107.5 FM (haduh, memang berantakan tata letak radio Bodetabek ini).

Permasalahannya, banyak yang pasang power seenaknya sendiri. Mengganggu frekuensi pesawat karena disiarkan dekat bandara, contoh kasus di Banyuwangi. Untungnya di Jakarta budaya menggunakan frekuensi radio komunitas untuk begini-begini tidak ada, paling beberapa radio komunitas yang nakal menaikkan power.

Masalah Bagi Pilot

Akibat banyak orang yang menyiarkan acaranya sendiri dekat bandara, menggunakan frekuensi 107.9 FM supaya tidak ketahuan Balai Monitoring (karena jika bersiaran menyenggol radio swasta besar pasti urusannya ribet), akhirnya banyak pilot terganggu. Frekuensi ATC sedunia itu sama di range 108-138 MHz, sementara radio komunitas di 107-108. 

Masalah pirate radio memang menimpa berbagai tempat di dunia, namun memang gangguan penerbangan tidak separah Indonesia karena alokasi frekuensi untuk radio komunitas dan liar biasa di 87-88. Untuk Amerika biasanya 87.5-91.9, kebanyakan negara menggunakan 87.5-88.0 sebagai ruangan kosong. Di Indonesia? Ya ada isinya lah.

Jadi, sudah jelas ya, masalah di awal peletakan frekuensinya salah, sudah begitu ketika di 107.7-108 banyak yang bandel sehingga nyenggol penerbangan deh. Malu nama Indonesia. 

Referensi

Kebijakan pemerintah yang awalnya baik eh berujung neraka gara-gara stasiun radio liar mengganggu pesawat. Kesalahan terbesar saat plotti...

Kantor Berita Radio (KBR) adalah contoh menarik dalam bisnis radio Indonesia. Radio yang dia bikin sendiri, dijual ke orang, akhirnya karena dibiarkan kosong oleh yang mengakuisisi dibeli lagi oleh mereka juga.

MLIN (Radio Suara Melin), Green Radio, dan sekarang Power FM. Dari zaman menggunakan frekuensi sama dengan RTC UI (89.35 FM - sebenarnya ditengarai kuat RTC dari awal sampai penataan frekuensi radio FM menggunakan frekuensi 99.9 FM, sekarang ditempati Virgin Radio) sampai kebangkitan KBR secara perlahan namun pasti.

KBR dimulai dari zaman Reformasi, di mana mereka adalah salah satu dari yang paling akhir masuk frekuensi FM (paling akhir masuk adalah Woman Radio). Dengan semangat menyebarkan berita independen lewat radio, mereka keliling kota untuk menyebarkan kaset rekaman berita hari itu ke radio orang. 

Seiring dengan waktu, teknologi memampukan KBR untuk menjangkau lebih banyak kota dengan menggunakan taktik paket siaran. Radio tertentu boleh menggunakan siaran KBR untuk menggantikan siaran berita supaya tidak harus mikir bikin siaran berita lagi, namun tetap menggunakan identitas mereka sendiri dalam bersiaran. KBR kerap menyebut taktik ini dengan taktik content provider. Cara ini lama-lama ditiru industri radio raksasa semacam jaringan Sonora, Elshinta, dan saat ini yang terbesar adalah RDI dengan acara akustikan dangdutnya.

Lepas 89.2, Indika Batal Pakai


KBR dengan jaringan sampai 500 kota begitu bukan berarti tidak pernah ada masa surut. Pada 2014, mereka harus melepas radio kesayangannya yaitu Green Radio. Radio tersebut dilepas karena kalah saing dengan radio-radio lainnya, terutama terkait konten. Alasan utama menurut KBR sendiri pada 2014 adalah tidak kuat bayar sewa. 

Akhirnya frekuensi 89.2 sempat dimiliki lisensinya oleh Indika pada tahun 2015, membuat Indika nyaris punya tiga radio saat itu: 91.6 - 96.7 - 89.2 FM. Namun gara-gara Hitz FM gulung tikar pada April 2017, Indika juga sempat mengalami kesulitan keuangan, frekuensi ini kemungkinan dikembalikan Indika ke KBR Grup. Indika FM sendiri saat ini berganti konsep total sehingga sangat mirip dengan Smooth FM (99.5) dan Most Radio (105.8) yang semua penyiar di setiap blocktime hanya seorang.

Selama 3 tahun terjadi ketidakjelasan mengenai kepemilikan 89.2 FM, juga terjadi "gap" antara I-Radio dan RRI (memang seharusnya spasi 0.8 MHz seperti di Filipina dan Amerika Serikat yang diarahkan pemerintah). Pada 2016, frekuensi ini (tidak pas juga, di 89.1) ditumpangi radio dangdut komunitas bernama Mitra FM, saat ini sudah kabur ke frekuensi 107.1 menimpa langsung Dakta FM di wilayah barat Jakarta. Akhir 2017, terdapat iklan peringatan dari Postel tentang aduan penggunaan frekuensi radio yang sembarangan di 89.2 FM, beserta lagu-lagu yang seperti dari YouTube. Frekuensi tersebut ada indikasi akan digunakan lagi.

Yuhu

KBR sedang berbulan madu sekitar 2016 karena kesuksesan Yuhu di daerah-daerah, apalagi dengan mengundang artis di hampir semua blocktime mereka. Yuhu juga ditangani praktisi televisi yang paham dunia hiburan, sehingga ada rasa-rasa bagaikan nonton TV ketika mendengar Yuhu. Penyiar Yuhu hampir semua artis kawakan, hal yang tidak dimiliki radio lain apalagi di daerah.

KBR kembali berinvestasi di bidang radio secara masif, bahkan sepertinya mendekati Mahaka dan Masima untuk urusan duit. Tetangga sebelah menang gengsi pula, banyak juga dikritik soal kualitas konten, iklan, dan lagu yang repetitif. Untuk konten Yuhu masih bisa dikatakan bersaing dengan radio papan atas tersebut, meskipun namanya memang baru di kanal radio Jakarta.

Dua brand, KBR dan Yuhu, diaktivasi dan dijalankan dengan serius. Belajar dari salah kelola pada zaman dipegang Goenawan Mohamad, ada masanya juga diejek radio JIL (saya rasa jangan disebut kepanjangannya), dan yang jadi sorotan adalah konten mereka yang sangat old-school menjelang kematian brand Green Radio. Lagu jarang, konten tidak menarik, sudah begitu mereka kabarnya terkendala dana.

KBR dapat uang lumayan dari jualan konten berita radio, sesuatu yang mungkin sangat menghemat waktu dan sumber daya teman-teman di daerah. Di Jakarta mereka tidak terlalu kuat, masih kalah dibanding Elshinta, namun di daerah mereka bersanding dengan RRI. Selain itu, media online KBR juga mendapatkan pemasukan lumayan tinggi, apalagi dengan seringnya situs tersebut dijadikan rujukan di Wikipedia sampai artikel ilmiah.

Akhirnya uang dan modal cukup besar yang didapatkan KBR tersebut diolah menjadi sumber uang baru, yaitu Yuhu! Brand radio yang dikenalkan pada 2016 ini awalnya hanya fokus di daerah, di Jakarta hanya nebeng Gaya FM Bekasi. Kerjasama dengan Gaya FM berhenti tahun 2017, dan di tahun sama Yuhu! mulai promosi 892 secara cukup gencar. Akhirnya promosi 89.2 FM menurun sampai tidak terlihat, sementara frekuensi 89.2 sudah mulai terdengar dibersihkan Balai Monitoring (Balmon) dan dipakai siaran lagi oleh KBR Group.

Nama dan Hoki 89.2 FM




Power FM mulai disebut sekitar Oktober 2017 dalam siaran ujicoba, awalnya tidak terdengar jelas suara station ID yang menyebutkan nama radio itu, Semakin hari semakin terdengar jelas dan akhirnya langsung meluncur dengan program utama Yuhu (sekantor), Power Lunch Break, Power of Love, dan Power 90s (weekend).

Tidak hanya Yuhu, program Power FM juga dijual ke jaringan-jaringan radio daerah. Salah satunya Young On Top. Acara itu pindah dari jaringan Ramako (Kis), lalu ke Trijaya (MNC), Global, dan tahun ini di Power FM. Modalnya gila kan?

Belum seringnya Power FM mengundang artis dan beberapa pembicara terkenal di segmen jam 8 malam The Power of Love bahkan Power Lunch Break. Berarti bisnis radio KBR sudah kembali ke semula? Ya semoga demikian.....

Untuk musik, lumayan, Power FM agak mirip Jak FM. Untuk pendengar, semoga Power melakukan promosi masif seperti jaringan Gen FM supaya berhasil, harapannya KBR ada duit buat ini.....

Kantor Berita Radio (KBR) adalah contoh menarik dalam bisnis radio Indonesia. Radio yang dia bikin sendiri, dijual ke orang, akhirnya kar...

Ketersediaan artikel tentang televisi tidak sebanyak radio, eh terbalik, ketersediaan artikel tentang radio lebih sedikit dari televisi di Wikipedia bahasa Indonesia, apalagi Wikipedia Bahasa Inggris.

Sehingga gue memulai menulis artikel dalam bahasa Inggris dan standar radio dunia, dengan call letter, sehingga gue mengenalkan radio Indonesia dan budaya Indonesia kepada dunia.

Kunjungi wikipedia gue di https://en.wikipedia.org/wiki/User:Twiscx dan lihat sendiri log nya hhaha, wiki Indonesia menyusul. Sekian

Ketersediaan artikel tentang televisi tidak sebanyak radio, eh terbalik, ketersediaan artikel tentang radio lebih sedikit dari televisi di W...

Sudah saatnya gue update daftar radio Jakarta yang pernah ada di blog ini juga. Sekarang dengan format rapi dan disertai streaming link lengkap. Selamat mencari!

Untuk streaming belum semua bisa didapatkan ya dan mungkin akan butuh waktu panjang supaya lengkap.


  1. Hard Rock FM (PM2FPB), 87.6 FM. MRA. Stream lewat RadioOnline.co.id atau Official Stream melalui aplikasinya di Play Store . TuneIn
  2. Mustang FM (PM2FHF, ex PM3FHF), 88.0 FM , Mahaka (MARI) atau Ramako. Stream di web official mustangfm.com atau mustang88fm.com , aplikasi di Play StoreTuneIn
  3. Global Radio Jakarta (PM2FAR) , 88.4 FM, MNC Group. Streaming lewat official stream, via Radioonline.co.idaplikasi Play StoreTuneIn
  4. RRI Pro 3 (tanpa callsign resmi) , 88.8 FM, Pemerintah Indonesia. Stream di blog RadioMaya atau TuneIn
  5. Power Radio (PM2FPA) , 89.2 FM, KBR/Yuhu. Belum ada live streaming. Untuk mendengarkan program Yuhu bisa lewat Zora 90.1 FM Bandung di RadioOnline.co.id atau TuneIn 
  6. I-Radio (PM2FGE), 89.6 FM, MRA 
  7. Elshinta FM (PM2FGZ), 90.0 FM, Elshinta Group terpisah dari Indosiar/Emtek.
  8. Cosmopolitan FM (PM2FAP), 90.4 FM, MRA
  9. Oz Radio (PM2FAT), 90.8 FM, Oz Radio Network - ex Masima (SPFM)
  10. RRI Pro 1 (tanpa callsign resmi), 91.2 FM, Pemerintah Indonesia
  11. Indika FM (PM2FAQ), 91.6 FM, Indika Group
  12. Sonora FM (PM2FGJ), 92.0 FM, Magentic/Kompas Gramedia
  13. Pas FM (PM2FGO), 92.4 FM, CPP Radionet
  14. RRI Pro 4 (tanpa callsign resmi), 92.8 FM, Pemerintah Indonesia
  15. Hot FM (PM3FAW), 93.2 FM, Mahaka (MARI)
  16. Mersi FM (PM3FSM)****, 93.9 FM, independen
  17. Woman Radio (PM2FGF), 94.3 FM, independen - ex jaringan MNC. 
  18. UFM (PM2FAV), 94.7 FM, Femina
  19. Kis FM (PM2FHN), 95.1 FM, Mahaka (MARI) atau Ramako
  20. RAS FM (PM2FPD), 95.5 FM, Yayasan As-Syafiiyah.
  21. Smart FM (PM2FGV), 95.9 FM, Magentic/Kompas Gramedia
  22. Radio Pelita Kasih/RPK FM (PM2FAX), 96.3 FM, BPK Gunung Mulia. KBR berstatus hanya penyedia konten.
  23. Hitz FM (defunct, segera reborn) (PM2FGD), 96.7 FM, Indika Group
  24. Radio Dangdut Indonesia/RDI (PM2FGY), 97.1 FM, MNC - ex Masima (M97)
  25. Motion Radio (PM2FPC), 97.5 FM, Magentic/Kompas Gramedia
  26. Female Radio (PM2FGT atau PM3FBJ)*
  27. Mandarin Station (PM2FGX), 98.3 FM, Mandarin Station Group
  28. Gen FM (PM2FGU), 98.7 FM, Mahaka (MARI)
  29. Delta FM (PM2FGW), 99.1 FM, Masima
  30. Smooth FM (PM2FGT atau PM3FBJ)*, 99.5 FM, MPG - ex Urban Radio Network dan Masima (Female dan Delta).
  31. Virgin Radio (PM2FAS), 99.9 FM, MPG dan Virgin International
  32. Jak FM (PM2FGG), 101.0 FM, Mahaka (MARI)
  33. Trax FM (PM2FGM), 101.4 FM, MRA
  34. Bahana FM (PM2FGH), 101.8 FM, Masima
  35. Prambors (PM2FGK), 102.2 FM, Masima
  36. Camajaya (PM2FGL), 102.6 FM, independen
  37. Pop FM (PM3FRS)**, 103.0 FM, CPP Radionet.
  38. DFM (PM2FGP), 103.4 FM, independen namun diketahui milik Tutut Soeharto. KBR berstatus hanya penyedia konten.
  39. Brava Radio (PM2FGN), 103.8 FM, MRA
  40. MSTri FM (PM2FAY), 104.2 FM, Universitas Trisakti
  41. MNC Trijaya FM (PM2FGS)***, 104.6 FM, MNC. 
  42. RRI Pro 2 (tanpa callsign resmi), 105.0 FM, Pemerintah Indonesia
  43. CBB FM (PM2FGQ), 105.4 FM, independen - kabar belum terkonfirmasi diakuisisi Magentic Network/Kompas Gramedia.
  44. Most Radio (PM2FGI), 105.8 FM, Mahaka (MARI) atau Ramako.
  45. Bens Radio (PM3FAU)**, 106.2 FM, Etnikom
  46. V Radio (PM2FGR), 106.6 FM, MNC 
  47. Music City (PM3___)**, 107.5 FM, independen
* pada situs Tunein Female menuliskan call sign PM3FBJ dan Smooth PM2FAT, namun kemungkinan besar Female menggunakan pemancar PM2FAT dan Smooth menggunakan pemancar PM3FBJ (ex Female). Hal ini karena perjanjian tukar frekuensi dan tukar pemancar yang dilakukan pihak Masima dan Radio Kayu Manis (RKM) saat itu. Diketahui Radio Kayu Manis awalnya berbasis di Matraman, Jakarta Timur namun harus pindah ke Cirendeu karena perjanjian ini. Kantor Smooth FM di Cirendeu pindah beberapa bulan setelah Virgin Radio mulai mengudara.

** studio di Jakarta, pemancar di luar Jakarta. Kasus Pop FM, mereka memiliki 2 studio yaitu bergabung dengan Pas FM dan studio di Jalan Nusantara Depok. Studio Depok disebutkan di iklan salah satu jamu tetes.

*** Kadang-kadang masih disebut Sindo Trijaya. 

**** Lokasi terlalu dekat dengan perbatasan DKI

Radio-radio di sekitar Jakarta sampai radius pancar terjauh/100 km. List belum lengkap karena akan memasukkan radio-radio Subang dan Sukabumi
  1. XFM Bogor (PM3___)*, 87.8 FM
  2. M2E Bekasi (PM3___)*, 88.2 FM
  3. Subang (PM3___), 88.3 FM
  4. Serang Radio (PM3___), 89.8 FM, Etnikom
  5. FB FM Purwakarta (PM3___), 90.2 FM 
  6. Kis FM Cilegon, 90.2 FM
  7. Nagaswara FM Bogor (PM3FHB)*, 92.2 FM, Nagaswara
  8. Kisi FM Bogor (PM3FRQ)*, 93.4 FM
  9. Gaya FM Bekasi (PM3FBT). 93.6 FM. Ex Yuhu. Interferensi dengan RRI Pro 1 Bogor sehingga ada repeater Pro 1 di 102.0 MHz
  10. RRI Pro 1 Bogor (no callsign), 93.7 FM, Pemerintah Indonesia. Interferensi dengan Gaya FM
  11. Trisara FM Cianjur (PM3___), 93.9 FM
  12. RRI Serang (no callsign), 94.9 FM
  13. Teman FM (PM3___)*, 95.3 FM, Pemkab Bogor
  14. GeNJ FM Rangkasbitung (PM3___), 95.7 FM
  15. Mantarena Depok (PM3___) , 97.7 FM, sinyal kadang mengganggu Motion dan Female Radio
  16. Fajri FM Bogor (PM3FIE)*, 99.3 FM 
  17. Flamboyan FM Karawang (PM3___), 99.6 FM (interferensi dengan Smooth FM bisa sampai daerah Bekasi)
  18. Wadi FM Bogor (PM3___)*, 99.7 FM
  19. Elgangga FM (PM3BFZ)*, 100.3 FM, Teman Sejati
  20. Heartline FM Tangerang (PM3FSD), 100.6 FM, YASKI (FEBC) *
  21. ADS FM Cikampek (PM3___), 105.2 FM, Etnikom
  22. MARS FM Bogor (PM3___), 106.0 FM
  23. RRI Pro 2 Bogor (no callsign), 106.8 FM
  24. Dakta Radio Bekasi (PM3FRU)*, 107.0 FM
  25. Cemerlang FM (PM3___), 107.2 FM, dilaporkan sering nonaktif
  26. Star Radio Tangerang (PM3FHK)*, 107.3 FM
  27. Rakita Padalarang (PM3___), 107.3 FM
  28. RTC UI (PM3___), 107.9 FM, UI. Dilaporkan nonaktif. Sementara mengudara hanya online
* sinyal radio ini dapat menembus wilayah DKI Jakarta bahkan kota penyangga lain seperti Bekasi-Tangerang dan Bogor-Tangerang.

Radio Bandung yang bisa menembus radius pancar Jakarta di wilayah Puncak
  1. Hard Rock FM, 87.7 FM
  2. Rase FM, 102.3 FM
  3. Urban FM, 106.3 FM
  4. PRFM, 107.5 FM

Callsign mati karena pindah lokasi
  1. PM3FHF (Mustang FM saat masih di Gandul) (terkonfirmasi data PRSSNI)
  2. PM3FHN (Anindita FM, Kis FM saat masih di Gandul) (terkonfirmasi data PRSSNI) , sumber lain menyebutkan callsign ini digunakan Chevy FM Bandung, kemungkinan salah tulis karena seharusnya PM3FHM
  3. PM2FAU (Bens Radio, karena pemancar pindah ke Tangsel) 
Kecocokan Call Sign dengan nama PT/call sign meaning
  1. PM2FAR (Arief Rahman Hakim), kemungkinan ada koneksi dengan RTC/Radio FTUI
  2. PM2FPA (Power RAdio)
  3. PM3FSM (Swara Mersidiona)
  4. PM2FGS (Sindo Trijaya)

Sudah saatnya gue update daftar radio Jakarta yang pernah ada di blog ini juga. Sekarang dengan format rapi dan disertai streaming link leng...

Tulisan ini gue jamin agak susah laku dibanding dengan topik radio, soalnya blog ini gue belokin jadi niche-market - all about radio stations. Namun, blog ini juga bisa jadi curahan hati gue dong hahahaha.

Memasuki Hari Natal, gue benar-benar nggak mempost berita tentang politik dan yang terkait bikin ribut selama dua hari. Komen juga nggak di semua lini medsos. Gencatan senjata dulu, stop komen-komen nyinyir dan nyitir selama dua hari. 25 Desember karena hari Natal. 26 Desember sekalian menghargai teman-teman dan saudara-saudara kita di Aceh yang 13 tahun lagi diterpa tsunami. Keduanya nggak cocok jadi ajang berkelahi nasional. 

Nggak cuma dengan mewujudkan perdamaian sejenak dan nggak ngapa-ngapain akhirnya. Namun, ada satu yang perlu diangkat. Berita-berita positif di Indonesia. Indonesia ya, bukan berita copas nyadur situs luar. 

Siapa Penulis Berita Positif?

Selama ini kita punya GNFI dan Indonesia Happy punya Detikcom. IDNTimes juga sering memberitakan hal-hal bagus dan kocak di Indonesia, di luar tema jomblowan-jomblowati yang sudah basi. Media biasa juga sering ah, cuma yang diklik semacam Via Vallen tembus sekian juta, Tak Tun Tuang viral luar negeri, mahasiswa UI ke luar negeri, Ryan Jombang sudah insaf. It ain't enough!

Juga, mereka nggak bisa sendiri. Bahkan dengan share GNFI dan sahabatnya. Bahkan dengan kantor GNFI yang di Surabaya, sepertinya sengaja untuk menghindari panasnya politik Ibukota. Bahkan mungkin dengan cukup bebasnya kita berkirim berita ke situ.

Cerita Rakyat Indonesia

Entahlah. Gue berpikir untuk mendengarkan sejumlah cerita dari supir Grab-Gojek-Uber yang tetap ceria walaupun narik belum tentu dapat orderan lagi. Ibu-ibu warteg dekat kampus yang senyumnya bikin pembeli mau makan lagi di situ, bahkan lupa selama 3 hari berturut-turut makan siang di situ terus. Senyuman ibu-ibu bawa anak di Commuter Line, meski sebenarnya habis menahan marah gara-gara nggak dikasih duduk sama anak-anak muda.

Fangirl Korea yang nggak ngerti politik tapi mau kontribusi buat negeri dengan menekuni bidang kerjanya dia dengan serius. Anak-anak yang lari-larian dan semangat belajar, padahal nggak tahu besok mau makan apa atau tinggal di mana. Penyiar radio yang menebarkan optimisme tiap pagi lewat siaran, padahal mereka belum tentu mood buat siaran di hari itu. Mbak-mbak minimarket yang habis risih digodain mas-mas tengil dan kesal karena dipalakin sama pengemis (ini serius ada di deket rumah gue), tapi tetap tersenyum ke bapak-bapak yang sebelumnya habis dimarahi bosnya lewat telepon.

So much stories come from them. Banyak cerita yang bisa digali tentang indahnya Indonesia, bahkan dari temanmu sendiri!

Yeay, second platform that I have, Twisctre , akan fokus memberitakan cerita-cerita baik dan pengetahuan berfaedah bagi bangsa Indonesia. Ya ujungnya promosi kan ya! Hahahaha. 

Just click it on twisctre.com ! The blog will soon be updated, maaf kemarin gue tinggal lama karena beban akademis..... Ke depannya ada kemungkinan gue sinergiskan dengan Teknika FTUI, tentunya dengan aturan yang ada, gue ngiklan lah di Koran Biru dan sejenisnya! Hahahaha.

Tentu berita-berita positif harus diimbangi berita negatif macam rampok, begal, korup, dan manuver politik nggak jelas itu. Mau balik ke jaman (hmm), di mana ada yang mengaku baru tahu berita DOM Aceh setelah Reformasi? 

Tulisan ini gue jamin agak susah laku dibanding dengan topik radio, soalnya blog ini gue belokin jadi niche-market - all about radio stat...

Sudah tahu apa belum call sign? Call sign adalah suatu identitas yang membedakan suatu radio dengan radio yang lain. Nama panggil ini juga berfungsi mengidentifikasi legalitas suatu stasiun radio. Selain itu, callsign juga bisa melacak terjadinya perpindahan kepemilikan, karena callsign di Indonesia tidak akan berubah sekalipun diakuisisi beberapa kali pun.

Ya, mungkin radio kita akan ganti callsign kalau zaman-zaman DAB.... PM2D** gitu kali ya heheheh (semoga belum diambil institusi lain). RRI juga diberikan callsign hehehehe, juga kalau bisa ya callsign radio Ibukota boleh pilih. Karena pada sejarahnya pergantian callsign di Indonesia terjadi karena perpindahan dari AM ke FM.

Contohnya, kalau ada Hits FM Jakarta sama Hits FM Bandung, gimana cara bedainnya? Dengan callsign! 96.7 Hits FM Jakarta (almarhum, kabarnya mau reborn) PM2FBV dan Hits Radio Bandung PM3FHO.

Langsung aja ya.

Radio yang kosong di bagian kolom ketiga (korporasi/jaringan) artinya dia independen

Callsign untuk semua radio komersial adalah PM(2-9), untuk Jabar dan Banten PM3F (FM) dan PM3B (AM)

87.7 Hard Rock Bandung - PM3FXI - MRA
88.1 Studioeast - PM3FHW - Swaragama Group
88.5 Mora - PM3FMB
88.9 Auto Radio - PM3FMM
89.3 Elshinta - PM3FXH - Elshinta Group
89.7 Global - PM3FRN - MNC
90.1 Zora - PM3FSU - Yayasan Pendidikan Telkom
90.5 Cakra - PM3FXQ - Ardan Group
90.9 Lita FM - PM3FSO
91.3 MNC Trijaya FM - PM3FMK - MNC
91.7 INB - PM3FMH
92.1 Meisheng - PM3FXB
92.5 Maestro - PM3FSK - salah satu gereja di daerah sekitarnya
92.9 AR Cimahi - PM3F__
93.3 Sonora - PM3FXF - Kompas Gramedia
93.7 Paramuda - PM3FSC
94.0 Radio Sonata - PM3F__ - Pemkot Bandung
94.4 Delta FM - PM3FJJ - Masima
94.8 Fit Radio - PM3FXR - Elshinta Group
95.2 Bandung Radio - PM3FXE - Etnikom
95.6 Radio B - PM3FJI - Ardan Group
96.0 RRI Pro 2 - no callsign sesuai peraturan, karena bukan radio swasta
96.4 - PM3FXO - Persib (dulu radio Bobotoh, namun sejak 2016 menggunakan nama on air "96.4 FM"
96.8 Kencana - PM3FXG
97.2 New Shinta - PM3FBS
97.6 RRI Pro 1 - no callsign
98.0 Mayanada Soreang - PM3FML
98.4 Prambors - PM3FXJ - Masima
98.8 Raka - PM3FSB - Kompas Gramedia
99.2 Mom And Kids Radio - PM3FMJ
99.6 Thomson - PM3FBW
100.0 Play 99ers - PM3FXP - jaringan di Jakarta jadi Virgin Radio
100.4 KLCBS - PM3FHA
100.7 GRG - (?) - sekarang jadi RSPD
101.1 MGT Radio - PM3FHE - Teman Sejati (Radio Elgangga)
101.5 Dahlia FM - PM3FHV -  Dahlia Group
101.9 Cosmo FM - PM3FSQ - lepas dari group Ardan sekitar 2012
102.3 Rase - PM3FHH - afiliasi pengelolaan dengan Masima
102.7 MQFM - PM3FRT - Aa Gym, MQ Group yang membawahi 92.3 Jogja
103.1 Oz Radio - PM3FHD - Oz Group (di kota-kota lain)
103.5 Chevy - PM3FHM
103.9 Hits Radio - PM3FHO - Dahlia Group
104.3 blank, ex UFM - PM3FHP - masih menunggu kabar terkait akuisisi, kemungkinan digunakan untuk "rumah baru" Auto Radio karena 88.8 akan digunakan RRI Pro 3
104.7 Rama FM - PM3FBQ - Rama Group
105.1 I Radio - PM3FXU - MRA
105.5 Garuda - PM3FHR
105.9 Ardan - PM3FHI
106.3 Urban Radio - PM3FHX - Urban Radio Network (di Bali, jaringan di Jakarta (RKM) jadi 99.5 Smooth FM)
106.7 Mara FM - PM3FHQ
107.1 KLite - PM3FHO - Yayasan Telkom
107.5 PRFM - PM3FHZ - Koran Pikiran Rakyat

Peluang Akuisisi (bonus)
106.7 99.6 100.7 103.5 104.3 89.7 88.5 91.7 92.9

Calon Grup yang Akan Masuk di 2018
Mahaka Group ("Gen FM Bandung", "Hot FM Bandung") (sudah dikonfirmasi ke media massa)
MPG Group (berpeluang)
CPP Radionet (comeback Pas FM?)

Sudah tahu apa belum call sign? Call sign adalah suatu identitas yang membedakan suatu radio dengan radio yang lain. Nama panggil ini juga b...

Seekstrim itu kah? Sebagai pemantau radio yang sempat mati lalu hidup lagi, radio yang sering dipepet sama radio-radio kampung nggak jelas, sepertinya demikian.

Kampanye #RadioGueMati adalah sebuah panggilan, baik praktisi radio, pendengar Spotify setiap hari sampai 2017 wrapped mencapai di atas 50 ribu menit, bahwa begitu pentingnya radio FM. Mematikan radio selama 5 menit saja akibatnya gawat, bukan sekedar ke kedekatan dengan penyiar, namun bisa berakibat fatal kalau yang dimatikan adalah information center.

Bukan hanya masalah nafkah orang ya. Bukan juga masalah "ah gue anak Spotify, mana peduli gue sama siaran radio." Ingatlah bahwa di tahun 1980an pasti ada segelintir orang yang nggak pernah atau jarang dengar radio karena terbuai enaknya koleksi tape dari minjem temen atau mampu beli sendiri. Silakan tanya ke kolektor tape dan piringan, yang udah bisa bikin radio sendiri ya, jangan yang koleksinya cuma satu rak kaset doang.

Dananya nggak kecil buat beli koleksi segitu banyak, dan rasanya seorang yang mendapatkan tape dari hasil nyolong juga nggak akan sampai satu dua lemari perpustakaan.

Soal berita, ya jaman dulu juga saingannya sama koran dan VHS. Kalau tahun 70 ke bawah, rakyatnya yang nggak kuat dana beli radio, sehingga nggak setiap hari bisa dengerin. Akhirnya minjem punya Pak RT atau wong tajir. Zaman now, tantangannya juga mirip ah.

Menjaga frekuensi radio dari tangan jahil udah termasuk kategori bela negara dan mempertahankan teritori NKRI bahkan. 

Frekuensi Radio Adalah SDA

Frekuensi radio bukan fenomena buatan manusia. Ingat itu, itu karunia dari Tuhan! Hanya memang cara mendapatkan frekuensi radio seperti emas, tidak melalui cara-cara mekanis alamiah, layaknya kita memetik bunga di kebun atau panen padi. 

Frekuensi radio nggak akan pernah hilang selama ilmu untuk mendapatkannya masih dikuasai orang. Selama fisika gelombang elektromagnetik dan beberapa kuliah yang jadi spesialis Teknik Elektro itu masih diajarin, ya akan tetap ada terus.

Radio Mirip Jual Beli Tanah

Konsep frekuensi radio ini hampir sama dengan jual beli tanah bangunan. Dalam jual beli tanah kan dikenal yang namanya tukang serobot tanah orang, penghuni liar, dan pengguna berizin. Dikenal juga satu tanah yang punya atas nama dua orang, itu namanya sengketa.

Ketika frekuensi radio ditinggalkan sebuah radio FM, katakan radio RRI pindah frekuensi lalu frekuensi tersebut jadi kosong. Frekuensinya akan tetap ada bukan? Nah, tiba 3 orang yang akhirnya menggunakan frekuensi tersebut secara berurutan.

Pengguna satu kayak orang yang suka main bikin bedeng di pinggir kali Ibukota. Frekuensi bekas RRI itu diserobot dan udah nggak izin dulu ke Postel dan KPI, langsung disikat digunakan begitu aja. Permasalahan lain adalah kualitas pemancarnya jelek sehingga radio lain, bahkan gawatnya penerbangan kalau di frekuensi 107.7-108, akan terganggu.

Pengguna dua sudah izin nih, sudah dikasih izin juga sama Postel, KPI, dan PRSSNI (persatuan radio swasta). Radio ini tapi akhirnya penggunaan menyeleweng. Suka dibiarkan dead air atau nggak ada yang siaran, sekalinya siaran dipakai buat yang nggak-nggak kayak mengajak permusuhan umat beragama, menghina suporter bola tetangga sampai bisa bikin tawuran, dll. 

Pengguna tiga izinnya lengkap, alim - dengan tidak menggunakan radio sembarangan seenak jidat. Hanya kekurangannya ya dalam penanganan konten yang "itu-itu aja", "khas radio zaman now", "bosenin". Lalu dimarahi pendengarnya di masa depan, akhirnya rebranding jadi fokus ke satu pasar.

Kamu pilih RRI mengalihkan penggunaan radio ke orang yang mana? Gue mah orang ketiga. Macam lagu HiVi hahaha.

Jaga Frekuensi Radio Itu Wajib

Terserah kamu mau dengar radio apa. Nggak suka radio juga nggak masalah. Kaum kontra radio akan selalu begitu, sudah dari zaman CD beredar. Hanya di zaman now, dengan terjangkaunya Spotify dan miripnya radio dengan Spotify (entah siapa niru siapa) maka banyak yang akhirnya beralih. Pilihan media sudah disediakan setidaknya selama 55 tahun ke belakang kan?

Kaum pro radio juga selalu mencintai radionya dan tentu paling kehilangan dan kesel saat proyek #RadioGueMati dijalankan. Kaum setengah-setengah antara radio dan Spotify? Tergantung orangnya lah, motivasi mendengarkan radio apa.

Yang jelas, apapun pandangan kamu ke siaran radio sekarang, penggunaan radio harus dikawal banget. Radio sama berharganya dengan media online karena gratis, lalu radio-radio Jakarta juga masuk kampung dan daerah udik di Banten tanpa kalian sadari, sehingga memutuskan alasan radio Ibukota mati nggak akan berpengaruh karena masyarakatnya sudah "tech-savvy".

Di tangan salah, radio akan berubah menjadi salah. Masih mending salah kelola seperti lagu playlist jadi asal-asalan, itu-lagi-itu-lagi-sampai-kambing-bertelur, dan penyiar yang nggak oke. Yang berbahaya adalah kalau radio dijadikan alat propaganda untuk permusuhan. Penggunaan radio yang salah juga termasuk untuk kegiatan tidak senonoh, udah sempat ada yang terciduk karena memutar lagu dangdut erotis. 

Bahaya juga dijadikan alat propaganda politik, menjadi tidak adil karena daya jangkau radio ini luas dan sifat radio yang seperti mading kelas, bisa cuma didengar sekali lewat. Sementara ada politisi susah payah menebar jala ke masyarakat, eh ini ada yang seenaknya aja pakai aset publik.

Nggak Mau Itu Semua Terjadi?

Ayo dengar radio! Nggak cuma mendengarkan radio ya, tapi memantau radio kalau menemukan aktivitas mencurigakan.

Semacam ada yang ngerusuh - rusuh beneran lho seperti omongan yang bisa memancing tawuran dan pengerahan massa, siaran radio mengeluarkan pernyataan menyinggung agama lain, siaran radio yang "ganggu" saat peliputan bencana seperti terdengarnya suara tembakan - Elshinta pernah kena. Tentunya siaran esek-esek yang sangat frontal juga harus kita ciduk bersama.

Lapor ke KPI kalau terjadi di radio terdaftar di PRSSNI. Untuk radio gelap lapor ke Dirjen Postel, kalau perlu gandeng radio yang frekuensinya dirugikan, contoh melaporkan 98.6 FM akibat mengganggu Gen FM plus siaran aneh. Kalau sudah terkait teror(isme), lapor juga ke Densus 88 dan BNPT.

Nikmati Radio yang Ada

Satu lagi, nikmati radio yang udah ada. Beri masukan buat mereka, terutama buat bos-bos tingkat atasnya. Minta bos-bos tersebut mau rebranding kalau memang pasarnya ada, dengan meyakinkan didukung dengan data feedback sosmed yang jujur.... 

Semua radio ada kecocokan, kekurangan dan kelebihan masing-masing. Terserah kamu mau sakit hati sama bosnya (mungkin ditolak ngelamar kerja di radio itu hehhe), mau sensi sama radio apa, tapi tetap jaga radio-radio besar itu mengudara. Kalau nanti ada radio besar yang wafat, biarlah digantikan sama yang profesional juga - atau mengerti apa yang dimau radio siaran setidaknya.

Janganlah radio kita "dikasih" ke teroris apalah itu, kayak yang baru kejadian di Swedia..... Wilayah frekuensi radio termasuk wilayah tak terlihat NKRI. Beda dengan internet yang memang virtual, kalau radio itu ada wujudnya gelombang transversal, tapi kan nggak bisa dilihat mata telanjang..... 

Mengosongkan radio dari orang yang benar-benar paham radio tambah memberi ruang untuk tangan jahil perusak negeri ini. Walau cuma di Jakarta.

Business image created by Whatwolf - Freepik.com Seekstrim itu kah? Sebagai pemantau radio yang sempat mati lalu hidup lagi, radio yan...