Minggu lalu, sebuah situs baru sudah online, bisa dikatakan terlahir. Twisctre.com

Minggu lalu, sebuah situs baru sudah online, bisa dikatakan terlahir. Twisctre.com



Website tertua di Indonesia dimiliki kampus UI (ui.ac.id). Internet di negara kita juga bermula dari kampus ini.

Website tertua di Indonesia dimiliki kampus UI ( ui.ac.id ). Internet di negara kita juga bermula dari kampus ini.


Memang banyak website yang mengulas beginian. Namun, gue akan mengulas lebih mendalam.dan menjelaskan situs apa aja yang ada di top 50 situs Indonesia versi Alexa. Tentunya update terbaru 2017. Cekidot yap di sini.

Memang banyak website yang mengulas beginian. Namun, gue akan mengulas lebih mendalam.dan menjelaskan situs apa aja yang ada di top 50 ...


Juli ini kayaknya banyak banget kabar duka ya?

Siang-siang bolong Jumat, di tol, gue buka twit dan baca Chester meninggal. Ku tak tahu awalnya siapanya Linkin Park itu - sekalipun gue cukup doyan lagu Linkin Park, dan gue KAGET SETENGAH MATI ketika baca itu vokalisnya. Yupz. Vokalis adalah kekuatan utama sebuah band, apalagi yang unik seperti Chester ini. Kalau sudah tidak ada mending bubar sajalah.

Terus gue kaget juga ketika di radio kesayangan gue kalau Sabtu-sabtu, announcer kesayangan gue dari gue tahu radio di luar pilihan ortu, RESIGN! I feel it. Ketika gue harus pisah dengan radio sekolah, sekitar 8 Mei 2015 ya pas angkatan gue ujian praktek seni, it is so damn so speechless. 

Secara defacto, siaran terakhir gue di radio sekolah sebenarnya pas udah jadi mahasiswa aktif UI sih. Ya, apalagi itu gw di ruang siaran pakai embel-embel FTUI. Waduh. Yah, emang tujuannya buat sosialisasi kampus ke angkatan bawah. CGTS ala-ala gitu. Siaran apaan? Gue bajak radio sekolah dan menginfokan pengeboman di Thamrin.

Lalu, Jumat seminggu setelah kematian Chester Bennington, gue dapat kabar dari Line bahwa senior gue meninggal. Gue awalnya nggak percaya, gue pikir jarkom orang tua meninggal. [jadi teringat salah seorang dosen gue yang ayah dan ibunya meninggal di saat berdekatan :'( ] Setelah ditelaah chat "Innaillahi" yang ada di grup, ternyata... senior gue yang meninggal karena kecelakaan di Klaten. Nggak percaya gue.

Apalagi kakak yang sudah lulus itu adalah salah satu panutan gue juga, bagaimana seorang bisa memimpin di lembaga mahasiswa. Sebelum gue merilis tulisan ini, sempat gue cari beritanya dan ternyata confirmed kak Shofiyyah Taqqiyah (Shofi) meninggal. Beritanya di sini (Tribun) dan di sini (Solopos).Ternyata beritanya dirilis saat gue masih di jalan pulang dari Bandung, dan sialnya HP lowbatt sehingga tidak internetan untuk sementara waktu. Kecelakaan ini memakan korban jiwa dan terjadi di jalur utama Jogja-Solo sehingga membuat media merasa perlu memberitakan juga.

Terakhir gue mendapatkan pelajaran sedalam ini saat kelas 11. Waktu itu, sempat lho setiap bulan ada orang tua siswa, guru, bahkan ada 2 siswa dan 1 guru yang meninggal. Di sekolah gue. Kalau Ibu Guru itu meninggal karena serangan jantung (ini praktis membuat kepanikan satu sekolah, sampai sekolah dipulangkan cepat karena guru-guru melayat), kalau yang masih siswa karena kecelakaan motor yang mengenai kepala.

Source: twitter @saelsaelz ex @m_sael

Gue masih ingat ketika anak Pahoa yang meninggal itu menjadi buah bibir tujuh hari tujuh malam satu sekolahan. Dari waktu ramai-ramai "pray for" di BBM dan Twitter - dulu Line belum memasyarakat, kondisi fisik akibat kecelakaan yang sangat menyedihkan, sampai akhirnya meninggal. Ada satu lagi yang karena kecelakaan motor di daerah sekitaran Tangcity, padahal sudah mau lulus dan meninggal saat mengurus sesuatu buat wisuda!

Semua kisah itu bermuara di tempat sama. Ketika segala sesuatu yang lo suka, lo sayangi, lo kenal berakhir mendadak, itu sangat berat meski harus dijalani.

None of you want to lose someone that you love forever right?

Kehilangan benda mati seperti HP dan bahkan hal yang dengan lumayan mudah bisa dibeli kayak kartu Commuter Line dengan saldo di bawah 13 ribu aja bisa bikin nangis-nangis. Bukan karena nilai barangnya secara nominal, tapi how precious it is to you.

Apalagi orang? Entah dia pergi resign dari kerjaan atau tidak lagi berkuliah bareng, apalagi meninggal dunia?

Jadi, pesan moral dari cerita ini adalah:

  1. Selalu jadikan momen bersama teman dan saudara dan rekan dan apa yang lo suka sebagai momen terakhir. Banyak kejadian, ketika sedang menganggap seorang teman akan bersama kita selamanya, eh datang kabar duka bahwa teman yang kita maksud meninggal. Ingat cerita obat bunuh diri yang sangat legendaris itu? 
  2. Banyak-banyak berdoa, berkabunglah kalau lagi benar-benar sedih karena ditinggal orang tersayang, tapi ya jangan berlebihan karena dilarang agama. Sebaiknya ya, berdoa supaya Tuhan angkat kesedihan dan bikin lo bisa move on dari rasa sedih itu.
  3. Selalu ingat, tak ada yang abadi. Tak ada yang tahu apa yang terjadi besok.
Begitulah kira-kira. Bukan begitulah Seword yang gambarnya kura-kura, beda website itu. Tolong.

Juli ini kayaknya banyak banget kabar duka ya? Siang-siang bolong Jumat, di tol, gue buka twit dan baca Chester meninggal. Ku tak ta...


Yeay! Yang kepo banget dengan postingan gue di Instagram soal siaran gue, sekarang lagi berlangsung nih! Ada beberapa hal yang akan diobrolin hahaha, iseng-iseng berhadiah ini...

Gimana cara streaming Kisfm?


  1. PC Only: www.kisfmjakarta.com
  2. Mobile: download aplikasi Tunein dan search "Kis FM Jakarta"
  3. www.radioonline.co.id/kis-jakarta/ bisa dari browser HP kok
Stay Tuned!

Yeay! Yang kepo banget dengan postingan gue di Instagram soal siaran gue, sekarang lagi berlangsung nih! Ada beberapa hal yang akan diobr...

Oke, sedikit menjauh dari yang panas-panas, sekarang ada kepikiran untuk bikin tutorial jalan-jalan sih, karena kenapa pengetahuan yang kita punya nggak dishare? Hahaha. Nah, musim mudik begini, udah waktunya sharing yang bisa membantu perjalanan para pembaca dan para kaum numpang lewat. Hahaha

Oke, sedikit menjauh dari yang panas-panas, sekarang ada kepikiran untuk bikin tutorial jalan-jalan sih, karena kenapa pengetahuan yang kit...


Pengen nulis soal Seword.com tapi gak boleh di dalam Seword, sekalipun status gue saat ini penulis di sana. Ya udah, masih ada blog pribadi.

Media yang lahir dari tangan dingin Cak Alifurrahman ini didesain awalnya untuk pelarian Cak Alif dan beberapa orang lain dari Kompasiana. Ada Mak Ifani Emak Menjawab, ada Mbak Hima Qurrotur yang ketika Seword rame malah ga pernah nulis, ada Cak Anton dan segelintir dari penulis Seword sekarang. Seword ini dulu sama kayak blog gue yang sepi tapi berharga ini. Coba cek tulisan Cak Alif di bawah November 2016.

Seiring waktu, karena fans Cak Alif di FB banyak, belum hashtag #NCI yang ngetren saat Seword mulai dirintis, banyak yang ingin coba menulis di sana. Kayaknya sesama pengguna hash NCI? Masuklah sejumlah sesepuh Seword.

Gue sendiri masuk ke dunia tulis-menulis terkait perpolitikan setelah aksi 212. Agak jauh dari hari itu sih. Sebenarnya tulisan gue yang mulai nyerempet politik itu ada di "9 tanda haters" yang covernya demo tolak angin, eh tolak Ahok. Nah, saat hari itu, Sari Roti menyeret gue tambah masuk lagi ke dunia tulis. Nggak nyangka tulisan gue panas juga yang bahas kejahatan kaum onoh boikot roti-rotian itu.

Apalagi gue menulisnya dengan dasar kemanusiaan. Yaudah, sebar ke mana-mana, salah satunya Seword, kalo ga salah gue pertama kali kenal dari link terlarang BP Kaskus. Seword ramah terhadap penitip tulisan blog pribadi, beda dengan web lain yang dianggap spam dan dihapus. Nah, gue juga menerapkan ke blog ini yang boleh titip lapak, asal bukan tukang judi tukang obat aja.

Seiring makin seringnya gue titip lapak blog ini di dalam Seword, banyak komentator menyarankan gue pindah menulis di sana. Gue jawab "ntar dulu", namanya juga masih padat jadwal. Nah, gue coba dengan mengirim tulisan blog di Seword. Eh gak boleh, harus buat tulisan baru dan fresh.
Ya udah, tulis baru, dan setelah perjuangan dan menunggu cukup panjang, gue diterima jadi penulis Seword 31 Desember 2016. Saat itu gue kalo ga salah penulis termuda yang masuk! Yang lain udah bapak-bapak ibu-ibu dan beda lah ya dengan anak muda.

Tapi gak ada artikel Seword gue tahun 16? Gue kan lagi liburan saat itu wkwkwkw. Fokusan gue juga kebagi dua, bingung nulis di mari apa di Seword. Nah, sejak Februari, awal semester, gue fokuskan ke Seword. Lebih "menjanjikan" opini gw dibaca orang. Wkwkwk

Akhirnya beberapa kali artikel gue masuk trending. Salah satunya yang membahas Marissa Haque dari sisi background check. Menulis cuma saat weekend pun menjanjikan lho di Seword. Maaf akibat semester mulai tinggi.

Tapi blog pribadi ini agak ga keurus. Ya apalagi dengan gue mulai nulis di Line yang entah kenapa lebih cepat rame, mungkin dianggap praktis karena nggak usah klik lagi?

Ya karena gue mengikuti terus perjalanan Seword. Dari situsnya sering susah dibuka karena servernya mabok melayani request pembaca, Seword kena serang peretas yang mungkin nggak suka web ini hadir menyudutkan ruang gerak mereka. Ada penulis yang setiap keluar trending sementara gue mah apaan atuh, facebookan ga pernah nulis jarang. Wkwkw

Nah, karena ini gue semakin mencintai Seword dan nyaman menulis di sini. Gue banyak konsultasi dengan beberapa penulis terkenal di sana. Mereka ramah dan sangat terbuka untuk orang yang mau memperbaiki diri. Banyak belajar juga deh. Akhirnya teman gue juga bilang, kenapa tulisan lu makin bagus el wkwkwk.

Nah, masih ada bagian duanya tentang pandangan pribadi gue ke Seword. Nah, tunggu aja ya, masih bulan ini kok.
Begitulah Seword, yang gambarnya kura-kura! (ganti tagline wkwkwk) (karena tulisannya membahas Seword jadi nggak afdol pake tagline itu)

Pengen nulis soal Seword.com tapi gak boleh di dalam Seword, sekalipun status gue saat ini penulis di sana. Ya udah, masih ada blog prib...