Kontes Menyanyi dan Twitterland

2/15/2013 09:11:00 AM Sael 0 Comments


Hmmm, selama lebih dari 1 tahun aktif di Twitter, saya merasa Twitterland Indonesia mudah gempar kalau ada kontes menyanyi atau acara heboh... Setiap orang mengetwit tentang acara itu, satu orang 1-3 twit (belum termasuk retweet).  Bayangkan jika semua pengguna aktif Twitter Indonesia yang berjumlah 2 juta lebih berkicau hal yang sama (sebagian account publik (fanbase, toko online, situs berita, media massa, account resmi, komunitas, dst) juga dihitung). 

Sudah jelas hasilnya, akan jadi TTWW.

Nah, pengguna Twitter Indonesia yang dikenal bawel di Twitter ini berpengaruh ke acara televisi kita, jelasnya. Setiap ada kontes menyanyi, langsung twit tentang topik itu bertebaran di timeline. (anda search tentang topik itu, dijamin ubersocial/aplikasi twitter ponsel/echofon bisa error) Sebagai contoh, jika di RCTI kemarin (maaf sebut nama) ada Indonesian Idol, langsung banyak twit tentang "Indonesian Idol 2012" (kabarnya Twitter memblock ini dari TTWW lo). Setiap ada yang menyanyi, langsung ngetwit "si A suaranya bagus nih", dan jadi TTWW. 

Logo dua kontes mencari bakat terbesar Indonesia: X Factor Indonesia (RCTI) dan Indonesia Mencari Bakat (Trans TV)


Sekarang, waktu X Factor Indonesia, Twitterland gempar setiap ada cowok cakep manggung. Grup vokal cantik-cantik yang menghiasi layar kaca juga (hihihi) nyanyi, hashtag atau bahasa formalnya tagar (tanda pagar) yang berhubungan langsung ngetren.

Indonesia Mencari Bakat tak jauh. Setiap ada bakat menarik, langsung gempar. Setiap Syahrini bilang cetar membahana terpampang nyata,  semua memuji sang kontestan. Nah, TTWW terjadi terutama kalau Josua Pangaribuan manggung... penggemarnya banyak, suaranya indah pula (kok promosi?)

Setiap ada yang masuk TTWW, langsung heboh Kamu masuk Trending Topic World Wide!!! Biasa aja kali, TTWW sudah hal biasa di Indonesia - kecuali itu sudah masalah politik, bahasa, dan tren baru.  Kebanggaan warga Twitterland adalah eksis di TTWW. Buat saya yang pengguna aktif Twitter saja, TTWW bukan kebanggaan, kecuali Anda menciptakan bahasa gaul baru, mengangkat masalah politik hukum,  dan tren baru.

Hmmm, jadi kesimpulannya, kontes apapun itu berpengaruh pada warga Twitterland, karena masyarakat Twitter adalah modal utama acara itu eksis. Sebaliknya, warga Twitter juga menggemari dan mengidolakan acara itu, mungkin di Indonesia sulit menemukan kontes-kontes dan acara TV berkualitas.

Hmmm, selama lebih dari 1 tahun aktif di Twitter, saya merasa Twitterland Indonesia mudah gempar kalau ada kontes menyanyi atau acara he...

0 comments: