Metode PBL For Dummies: Gambaran Sederhana PBL

10/12/2016 08:49:00 AM Sael 1 Comments






Nemu juga nih artikel yang kayaknya bisa naikin traffic sekaligus berbagi dengan teman-teman. Gue sendiri saat menulis artikel ini belum ikutan AdSense karena traffic kurang, makanya gue menulis artikel yang berguna dan saat ini susah dicari di Google. Tapi yang gue share bukan top secret juga sih.

Lanjut ya, kali ini kita bahas PBL, metode kuliah yang baru di antara kita. Problem Based Learning.

Metode PBL di dunia belajar mengajar kita kayaknya merupakan hal baru ya, sekalipun metode ini sudah lama juga malang-melintang di dunia kampus. Yah sayangnya di Indonesia ini hal yang baru dan tidak semua kampus menerapkan metode ini dalam perkuliahan. Kalau yang kelasnya full menggunakan PBL bahkan tidak ada. Anak FKUI yang katanya PBL semua masih dapat lecturing di matkul universitas kayak Bahasa Inggris kok (afaik, karena matkul seperti itu satu UI standarnya sama).

Children in the classroom with theirs hands up Free Photo

Makanya, jadi bingung kan PBL macam mana belajarnya?

PBL itu Problem Based Learning, belajar dari masalah kemudian menyelesaikan masalah. Intinya kalau kita kuliah PBL, kita diberikan masalah lalu dengan dibantu pertanyaan kita diminta menyelesaikan masalah itu. Dosen gue pernah bilang, kasarnya orang kalau belajar PBL itu seperti mobil rusak lalu bagaimana kita tahu komponen mobil apa yang rusak dan belajar dari kesalahan apa yang kita lakukan dalam mengoperasikan mobil itu.

Mau contoh? PBL contohnya adalah kita diberikan masalah orang kampanye pilgub DKI bawa bawa isu SARA, kemudian kamu sebagai anggota kelompok diminta mempelajari Pancasila dan belajar bahwa orang Indonesia belum paham betul cara menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. But when it comes to engineering life, it isn't as easy at it seems haha, karena kadang masalahnya terlalu abstrak atau malah terlalu konkret.
`
Perkuliahan PBL secara umum terdiri dari penentuan masalah, teaching session, dan presentasi. Kalau tugasnya, kita mengenal namanya LTM/Latihan Tugas Mandiri (kalau selain di FTUI gak tau dah namanya), lalu nanti akhirnya ada Presentasi dan Makalah. Nah, yang lumayan menyita waktu adalah urusan presentasi dan makalah ini.



Nah, kita lihat dulu belajar yang seharusnya di kelas PBL tuh gimana sih?

  1. Penentuan Masalah, di sini mahasiswa diberikan kertas yang disebut dengan pemicu. Nah, dari pemicu ini kita diminta untuk mencari isu pembelajaran, kasarnya sih hal apa yang menurut kamu aneh dan belum pernah dipelajari. Tapi isu pembelajaran ini nggak boleh ditentukan sembarangan loh, harus mengacu pada materi apa yang mau dibahas. Kalau MPKT B acuannya ke materi yang tersedia di SCELE dan tidak boleh keluar dari topik bahasan inti, MPKT A dan Agama mengacu pada kurikulum buku yang disediakan dari UI, lihat daftar isi. Kalau untuk mata kuliah jurusan/dept, sebenarnya tergantung dosen masing-masing sih. Kalau yang gue tau biasanya sih diberikan pertanyaan yang nantinya akan dijawab dengan isu yang kita pelajari, yang kita jadikan tugas mandiri.
  2. Membuat LTM atau tugas mandiri, kalau tempat selain di UI yang menerapkan sistem PBL gue gak tau. Ini tugas yang kamu buat dari isu pembelajaran atau hal baru yang harus kamu pelajari sendiri. Jatah LTM biasanya sudah dibagi-bagi saat penentuan masalah tadi, saat lagi diskusi kelompok. Di FT, MPKT B ini satu satunya yang LTM menggunakan mind map, nggak tahu kalau di luar FT. Selebihnya, LTM itu berbentuk seperti essay deskripsi sekitar 5 halaman dan HARUS ikut format dari dosen.
  3. Teaching Session, di sini akan ada saling mengajari antaranggota kelompok. Jadi si A LTM-nya bahas tentang banjir, contohnya, si B bahas tentang tanah longsor, dan seterusnya. Pada sesi ini, ujung ujungnya dari sekadar sharing jadi saling ngajarin. Kalau di MPKT biasanya banyak berakhir dengan gabut karena tidak tahu lagi apa yang mau dibahas. Kalau sudah tingkat jurusan/departemen dan materinya susah, jarang sampai gabut karena memang banyak sekali yang diajarkan, malah malah waktu yang dikasih dosen bisa gak cukup.
  4. Presentasi. Setelah beberapa teaching session, biasanya 1-2 kali aja karena waktu, saatnya untuk presentasi! Penentuan kelompok yang presentasi ya terserah dosen, yang pasti semua anggota kelompok dan semua kelompok pastinya akan kecipratan merasakan presentasi. Kalau gak jago ngomong, ya dag dig dug ser, kalau salah bubar dunia persilatan. Di sini, dosen menilai 
  5. Makalah. Nah, di sini dunia persilatan sesungguhnya karena ini biasanya porsi terbesar tugas kamu. LTM kamu digabungkan menjadi satu makalah, satu karya ilmiah yang pasti nggak bisa nyontek karena harus berdasarkan pemicu kamu, dan pastinya dibaca dosen. Bagian tersulitnya ya menggabungkan pemikiran orang dan hasil kerjaan orang, apalagi bagi si compiler. Ketika temen-temennya nggak ngirim, ngirim salah format, ada bagian yang kurang, apalagi makalah ini cuma lu sendiri yang ngerjain, sakitnya tuh di lubang hidung.




Sudah jelas tentang metode PBL? Yah meskipun ketika dijalani susah, percayalah ini satu dari sekian metode yang akan memaksa kamu belajar sendiri. Mengubah kebiasaan dari yang biasanya pengajar kasih lecturing kamu nggak buka referensi lain, nah di PBL kamu dipaksa belajar sendiri. Ya sebagai mahasiswa harusnya sudah cari referensi sendiri dan bisa berpikir sendiri kan, tanpa harus terlalu berpaku salah benar?

Kalau ada salah dan kurang silakan dikomentari. Jangan lupa disebarkan yang begini-begini, jangan cuma status galau apalagi like amin :(

Nemu juga nih artikel yang kayaknya bisa naikin traffic sekaligus berbagi dengan teman-teman. Gue sendiri saat menulis artike...

1 comment: