9 Sikap Haters yang Berbahaya

11/13/2016 07:51:00 AM Sael 0 Comments


Orang Indonesia punya sikap terlalu dini kalau menyikapi masalah. Orang Indonesia mudah sekali membenci buta dan mencintai buta, karena sikap KRITIS udah mati dari lama, mungkin Soekarno lupa atau ada oknum yang mencegah rakyat kita supaya kritis, jadi rakyat terbuai saling ribut sendiri dan pihak luar mengeruk untung dari kita.
Begitu juga haters. Gue punya 9 sikap haters yang sangat menyedihkan namun dianggap lumrah di tanah air ini. Ruang lingkup hater-lover model begini Makanya gue bisa bilang karena 9 sifat ini umum, haters dan lovers ala Indonesia sama jeleknya.
Kok 9? 10 is perfection, 9 is always imperfection.



1. Serba Salah
Di Indonesia, haters apapun bisa jadi bigot, sehingga membela habis habisan keyakinannya. Ini kalau kita telusuri ya akibat pemerintah sebelumnya secara akademis nggak mengajarkan pentingnya kritis dan objektif. Orang bego di sini dipelihara.
Hal yang terjadi adalah kita condong membenci personal seseorang. Nah salah satunya serba salah ini. Yang gue kasihan ya Young Lex, gara gara dia sama Reza Arap Oktovian, F**K pencitraan, ditambah lagi sama si "kalian semua nyuci aku yang nyetrika", hancur namanya. Posisi YL udah bagaikan semut di tepian flyover. Memperbaiki diri dibilang sok suci, ketemu sama Awkarin wah tambah dihujat.


2. Bahasa Kasar
Tolonglah jadi haters juga jaga mulut jaga ketikan. Kalau mau ngomong frontal mending jangan pakai sosmed. Gak mau disamain sama yang benci kan? Gak malu sama orang yang baca (meski klonengan, bisa ketahuan dari hal kecil: GAYA BAHASA)
Yang wajib dilakukan itu kritik membangun mbak e mas e, bukan kritik menjatuhkan. Nah dari gaya kritik suatu masalah akan terlihat orang itu sepinter apa.
Maaf, kalau masih gak jera juga pakai kata kata kotor, saya kasih tau, kalau Anda ngelamar kerja terus interviewer bahkan boss lihat komeng pake bahasa kasar di YouTube, Twitter, Line, wah gimana tuh?


3. Lupa Hukum
Salah satu contoh orang yang lupa bahwa ada hukum yang dapat mengadili (bahkan mengadili ini salah kaprah menjadi "menghukum" LOL). BUKAN CUMA KE ORANG ALIM MACAM AHOK. Contohnya ini yang lempar telur ke mukanya Anas Urbanengnong, eh Urbaningrum.

Sedih gue. Penegakan hukum di sini segitu tidak dipercayakah karena kerap tidak adil? Gue akuin emang banyak hal yang gak adil di dunia ini apalagi rezim kemaren.
Nah wondering that law enforcement is damn so good, gw rasa masih akan ada main hakim sendiri macam gitu. Bangsa ini terlalu baperan orangnya.


4. Membenci Fans
Sedih gue sama haters suatu artis yang ibaratnya lo nggak lihat, lo belon pernah ketemu, tapi lo benci membabi buta sampai sahabat lo aja bisa jadi bang... bakso kalau kata Reza Arap.
Fans alay-alay itu mbok ya dikasih EDUKASI biar sadar, bukan malah dibiarkan makin larut sama idola mereka, lo mau lihat generasi sekarang makin rusak? Sedih gue sama yang bilang menjelekkan generasi sekarang padahal dia nggak mau berbuat apa-apa untuk melawan arus itu. It is not a political thing dude, kalo sekedar lagu rap ala pasar malem masih bisa dilawan pake pendidikan moral yang mengakar ke masyarakat.


5. Merusak Persahabatan Persaudaraan
Sedih gue kenapa sesama saudara saling membenci hanya karena perbedaan paham. Indonesia ini dari dulu diharapkan supaya masyarakatnya nggak baperan loh, bisa menerima perbedaan dan mengevaluasi masalah secara kekeluargaan. Tidak apa-apa marah asal ya jangan sampai baper (masuk ke hati). Apalagi sampai merusak persahabatan.
Mending kalau pilihan politik memecah persahabatan karena memang agak wajar sih, ini memengaruhi langsung masa depan kita, politik juga memengaruhi ideologi seseorang yang bahayanya susah ditanggulangi.
Nah, ada yang bisa ribut padahal sahabatan (bukan ribut-ribut-ucul-ucul tapi ribut serius) contoh karena salah satu temannya suka sama Kangen Band yang satu hatersnya, wah kan lucu. Orang macam begitu menurut gue masih bisa dilawan dengan mengedukasi masyarakat dan selektif memilih karyanya. Se-bigot-bigotnya-bigotnya penggemar drama Korea mungkin masih bisa sadar dengan beberapa hal seperti kesibukan.
Ini beda sama kasus politik, yang biasanya kalau orang kedoktrin, wallahu alam.



6. Kompor Meleduk
Orang sini juga emang sukanya kompor, suka diakui kadang gue jadi kompor juga di skala kecil maaf :(. Bahkan yang memang brengsek adalah, sudah tau itu flammable eh masih aja dipancing biar kebakar.
Ngomporin itu bisa dari skala kecil yaitu ciee-ciee-ciee ke orang yang lagi mengejar cinta lalu hubungan keduanya kandas karena malu satu sama lain. Atau ada kasus, dijadikan senjata buat ngejelekin orang. Skala besar itu ngomporin masalah sehingga bikin negara riot, gak aman, dan, jebreet!!! Contohnya hasil Demo 411 kemarin, gue liat insiden ini LIVE ON TV, belum katanya ada yg ngacungin jari tengah ke kamera komp*s.

And, these are speculations of 411 demo. Menyangkut Cikeas, awas panas. Besok besok demonya demo masak aja ah.

Besok besok depan istana demo masak ah. Biar gak laku itu tukang getok harga di Monas. HAHAHA


7. Fitnah
Duh, ini mah udah kejam kalau sampai memfitnah karena benci. Bukan cuma di dunia perpilpresan, gue juga sering denger ada fitnah di dunia perolahragaan dan perfangirlan (ahahaah). Bahkan Infotainment juga dikata ghibah kok sama Luna Maya (nah! biar gak lupa sejarah, infotainment ini salah satu pemicu social media booming di Indonesia, dari sebelumnya orang mainnya blogspot).
Kalau di dunia politik? Sudah jelas sumber fitnah itu siapa, "nabi" Jonru, HAHAHA.



8. Rasis
Ini bener bener keterlaluan kalau benci cuma karena SARA. Primitif. Baca tulisan ini deh http://m.kaskus.co.id/thread/54e1f4ed14088d111d8b4572/bikin-thread-sara-lo-primitif-gan/ . Soal neng sarah, gue memang sengaja pasang foto ayu di atas, kasihan yang korban baper tukang bikin SARA di sosmed dan forum... SARA ini akan gue bahas di artikel tersendiri secara akan sangat rumit.


9. Menjelekkan Orang Meninggal
Wah ini level paling pedas. Kalau makaroni ngehe level paling pedas ya Pitnah Bu Lilis. Masih fitnah. Realita di masyarakat, selalu ada orang yang senang elu mati! Saking sadisnya, nggak semua upacara kedukaan dihayati dengan sedih, ada aja yang air matanya kayak buaya.
Padahal gue selalu bilang, stop hating when your enemy has died. Benci itu jangankan dibawa mati, dibawa sampai matahari tenggelam aja gak boleh, HAHAHA.
Kasus parah ini ada di haters Olga dan Cendana. Pas Induknya Cendana lagi rame ramenya diberitakan meninggal, astaga, masih ada yang tega membahas kejelekan almarhum, bukan untuk evaluasi tapi memang sengaja menghina. Apalagi Olga, di mana mendiang wafat pada saat namanya lagi jelek di masyarakat, dan memang di Kaskus dulu  banyak yang ngedoain mati, wah hati hati sama ucapan makanya!!!

Paling parah yang ini. SUDAH MENINGGAL dijadikan bancakan politik???


Dampaknya kalau masih berani-berani begini adalah:


1. Pembunuhan karakter
Kasihan gue dampak haterz yang membully habis suatu tokoh sampai ke keluarganya. Contohnya macam Agus Yudhoyono yang dihantam habis habisan sama Panastak, Teman Ahok, dan Teman Mabok. Kasihan bener pak AHY, apalagi kalau benar ada tekanan juga dari Cikeas.


2. Eskalasi Politik
Gak usah dijelasin, hal ini udah terjadi di Suriah dan hampir terjadi di sini. Nah pertanyaannya, apakah alay semacam Young Lex bisa bikin political riot? BISA! Kalau artis kayak Mat Dani tanpa terjun ke kolam politik bisa, kenapa YL doang gak bisa? HAHAHA.


3. Menambah Tenar Orang
Semacam kasus Awkarin dan Zaskia GoTik, karena dibesar-besarkan segelintir orang, gue yang persetan sama kasus ginian jadi tahu dan baper. Karin yang selama ini cuma merusak anak IG, dikomporin media, wah rusak seindonesia.


4. Salah Sasaran
Hal ini kejadian pada penduduk Hambalang, Bogor. Gara gara proyekan mangkrak penuh konspirasi ini, gue kasihan warga kampung sana diejek "kampung korupsi" sama wilayah sebelahnya. Nah, soal salah sasaran marah, ini akan gue bawa di topik Rasis juga.

Oke, sampai ketemu di artikel berikutnya, dan jangan lupa untuk selalu baca dan sebarkan blog ini! Ini semua demi kebaikan kita, jangan lagi ada saling membenci, kuatkan tekad, berdebat sehat, demi negeri yang sehat!

Orang Indonesia punya sikap terlalu dini kalau menyikapi masalah. Orang Indonesia mudah sekali membenci buta dan mencintai buta, kar...

0 comments: