Fenomena Boikot Sari Roti, Justru Sari Roti Untung

12/09/2016 08:59:00 AM Sael 5 Comments


JANGAN COPY ARTIKEL INI MENJADI ISI THREAD BP KASKUS. INI BUKAN WEB BERITA. TAKUTNYA KAMU KENA BANNED KARENA MENYEBARKAN SITUS BLOGSPOT, WEB INI BERBASIS BLOGSPOT SOALNYA.

Sebenarnya Sari Roti meskipun terlihat apes ketika dihantam badai gonjang ganjing boikot dari pendukung kaum onoh alias para Panasbung, they got what they really want to. Meskipun memang caranya miris banget sampai ada produknya diinjak (KALIAN SADAR GAK SIH ADA SAHABAT KALIAN KELAPARAN). Meskipun mereka diboikot beberapa toko secara sepihak. Bingung kenapa? Semua itu karena mereka dipasarkan secara gratis!

Ingat istilah "stop making stupid people famous"? Ingat juga istilah "jaman sekarang lebih sakit diabaikan"? Istilah yang ngetren di era medsos ini menggambarkan bahwa mencuri hati orang dengan kebodohan itu dapat menuai keuntungan. Anda ingat Awkarin? Sekalipun dislikes dia bejibun, ya si Awkarin ini sukses menuai untung dengan cakapnya dia mengolah perhatian massa menjadi uang, karena bahkan gue denger di KRL ada orang random berbicara mengenai Awkarin (dasar pendengar gosip gosip di KRL, apalagi gosip ibu ibu baru balik dari plesiran di Bogor, seru mengalahkan gosip Ahok! Canda deng.) Awareness dan kebencian justru diolah menjadi uang sama Awkarin, kalau boleh dibilang dia melihat dislike dengan layar terbalik, rotate off, dislike menjadi like.


Bahas Awkarin disangka jadi fansnya lagi. Udah balik ke topik.

Sari Roti sekarang menjadi pusat perhatian di media. Gue sudah tau dengan mengikuti forum politik, tapi yang agak mengejutkan tiba-tiba temen gue yang nggak pantau politik ngomongin Sari Roti. Kasusnya adalah Sari Roti dibenci dengan alasan tidak kuat oleh para Panasbung atau buzzer bayaran atau orang orang yang taqlid (mengikuti pendapat orang tanpa tahu dasarnya) atau orang orang yang mengikuti perintah manusia melebihi perintah Tuhan. Sejak pernyataan SR TIDAK IKUT BERPOLITIK ini masbro.


Sari Roti wajar wajar saja memberikan statement ini karena mereka terancam dipolitisasi! Aa Gym dan beberapa akun pendukung 212 awalnya memberikan kisah penjual roti bagi bagi gratis dengan nama Sari Roti terpampang. Kemudian anda tahu bukan dampaknya penyebaran informasi dari akun ini menyebar melalui akun politik seperti partai X, di mana kemungkinan besar ada yang akan menjelek jelekkan brand Sari Roti sebagai pendukung aksi 212? Oh tentu saja Sari Roti panas nama mereka dicatut catut dalam percaturan politik.

Lalu keluarlah pernyataan di atas. Anda yang kritis seharusnya tahu bahwa pernyataan di atas berarti:

Anda mau bagi bagikan roti saya buat acara politik silakan. Anda mau bawa roti kami ke Suriah pun silakan. Yang jelas, kami nggak ikut ikutan berpolitik.


Lah tapi orang sumbu pendek mana tahu begitu? Mana tahu dia (kata beberapa sesepuh di forum SSCI dan Kaskus) lagi diperalat untuk menekan-nekan si Sari Roti sehingga SR fokus pada membenahi penjualan dan mencegah si donatur kena trace? Karena melalui pernyataan SR itu, bisa saja orang yang membeli SR terdeteksi, sehingga terdeteksi lah siapa pelakunya aksi 212. Pengandaiannya adalah si A menekan sahabatnya si B yang mulutnya ember dengan menyebarkan aib si B karena A takut perselingkuhan dengan si C (C bukan pacar B tapi kenal dengan B) ketahuan. Harapannya si B ini bisa fokus menangani masalahnya sendiri sehingga masalah dengan si C tidak ketahuan. Padahal belum tentu si B orangnya gagal fokus gitu...

Balik lagi ke topik. Sari Roti sebenarnya sedang untung dengan momentum ini. Di sini, brand awareness Sari Roti sedang meningkat, ada bukti dari Google Trends. Fasilitas Google Trends ini gratis, tapi tidak banyak yang tahu karena memang Google biasanya hanya memampang hasilnya di akhir tahun untuk kaleidoskop. Media juga tidak banyak mengetahui hal ini, padahal ini lebih krusial dan lebih bisa dipertanggungjawabkan, dibandingkan hanya mengandalkan Facebook dan Twitter yang sudah kalah pamor dengan LINE.

Sila lihat di sini kalau mau https://www.google.com/trends/explore?date=now%207-d&q=sari%20roti , tapi gue menyajikan beberapa analisis SANGAT PENTING. Perhatikan, pencariannya LUAR BIASA MENINGKAT.

Ah malu ah gue ketauan ngefans Mariah Carey :(


Lihat? Ketika gue geser geser ke kiri, minatnya 1. Gue scan ke atas, itu 100. Google Trends menggunakan persentase di parameter ini, algoritmanya rahasia Google dong hehehe. Perhatikan, pada jam siang orang mendadak mencari keyword "sari roti". Apa ini bukan iklan gratis namanya? Untung besar dong karena jarang loh brand dapat momentum minat sampai 100! Sekarang gue cari dan gue adu dengan kompetitor Sari Roti yang menasional seperti Rotiboy, Swanish, Garmelia. Sulit juga buat roti bermain di pasar nasional sih karena banyak roti lokal dan sifat roti itu sendiri yang gampang basi. Anyway, kemungkinan rumus untuk menentukan jumlah pencarian ditentukan jumlah search, sehingga wajar kalau sampai keluar hasilnya untuk 3 merek roti lain hanya nol koma sekian persen dibanding SR bisa sampai 100% bahkan lebih.


Nah, gue lupa menunjukkan kepada lo apa saja tren kueri/kata kunci terkait. Silakan dilihat. Antisipasi aja lo pada malas ke situsnya atau lagi buka pake hape, pake UC Browser lagi yang gak dukung JavaScript :(






Btw itu kenapa lagunya diganti El? Ya suka suka gue -_- 

Dengan analisis yang gue lakukan dengan data konkret (karena Google merekam pencarian kita dan memberikan kepada pengiklan, gue yakin Sari Roti juga tahu metode ini), terlihat jelas bahwa terdapat keuntungan sendiri buat Sari Roti. Namanya mendadak terkenal, meskipun dengan jalan pahit sampai merelakan ada produk diinjak-injak, lalu segelintir orang mendadak tidak lagi beli Sari Roti (padahal yang katanya ya dulu langganan Sari Roti aslinya lebih memilih beli roti keliling lokal karena lebih fresh, iya juga sih). Mungkin juga benar bahwa penjualan Sari Roti anjlok parah di beberapa daerah, terutama yang banyak golongan onoh.



Ketika orang melihat nama Sari Roti di toko, di rak khusus, beberapa akan membeli karena iseng-iseng. Beberapa akan mencoba produk Sari Roti setelah melupakan merek ini karena sudah kadung cinta dengan roti lokal abang abang. Beberapa lagi mungkin iseng mencari di Google tentang peluang usaha Sari Roti dan malah meng-apply-kan diri menjadi penjual Sari Roti, berhubung penjual Sari Roti bahkan boleh "mengoplos" produk yang dipampang di etalase karena sistemnya jual putus, yaitu "silakan jual, asal jangan produk Sari Roti sampai rusak di tangan elo". 

Malah kalau begitu persis dengan isu-isu pelarangan minimarket pada tahun 2010-2013. Kondisinya, semakin dilarang malah gue lihat semakin banyak warung/tempat usaha mengonversi diri menjadi Indomaret/Alfamart karena tahu sistem minimarket ini dikelola sendiri, hanya menggunakan kultur kerja yang dibawa oleh owner minimarket. Ini menurut pandangan gue hanya solusi modern dan lebih rapi dari warung kelontong, persis Gojek lawan pangkalan. Pemilik warung harusnya nggak sewot karena merekalah yang harus bersaing kalau tidak mau digerus minimarket. Salah satu usaha bersaing yang bagus adalah mengenal warga sekampung sehingga ada poin plus bisa tahu gosip sekampung, eh, membangun kepercayaan orang kampung :D

Sari Roti mungkin sekarang menghadapi masalah pelik kelihatannya, mungkin saja mereka juga goyang keuangannya, tapi bisa saja saat ini keuangan mereka bisa naik drastis karena mereka berhasil membangun namanya di kancah persilatlidahan, eh kancah Internet. Mereka sedang dipasarkan secara gratis sampai diboyong para panasbung itu ke titik tertinggi dalam dunia per-google-search-an, di mana mereka ngiklan capek-capek sampai pakai bayar miliaran buat iklan di televisi juga hasilnya belum tentu seperti ini! Tidak semua yang beriklan di YouTube balik modal dari hasil Adsense bro, karena salah satunya dipengaruhi dari seberapa skip videonya atau tidak, dan penambahan jam tayang kayaknya keluar duit lebih dalam. Apalagi jarang yang nonton iklan sampai full kalau bisa diskip, 2 iklan yang gue tau jarang orang ngeskip ada iklan Samsung petuah Habibie dan iklan Oreo GAC.

Teman-teman sebangsa setanah airku yang bekerja di Sari Roti dan segala afiliasinya, tidak perlu takut karena Sari Roti justru sekarang mencapai puncak popularitas. Tidak semua brand bisa diiklankan dengan cara begini, dengan gonjang ganjing yang panas di media, SANGAT JARANG, yang beruntung salah satunya Gojek cs dengan ribut ribut dengan opang dan Pizza Hut dengan fitnah bahan beracun. Teman-teman pasti bisa melalui ini dengan baik, teman-teman pasti mendapatkan untungnya kembali suatu saat di masa depan... Jangan menghina mereka dan jangan ladeni mereka yang menghina produk kalian, mungkin perlu meladeni mereka sedikit agar awareness orang terhadap Sari Roti bisa bertambah :)

Segitu dulu ya analisis dari sudut pandang ekonomi teknik (haduh itu nama mata kuliah). Juga dari sudut pandang pemasaran. Sebagai penutup, dengerin jingle-nya ya. HAHAHA, selamat malam dan selamat belajar buat UAS!


JANGAN COPY ARTIKEL INI MENJADI ISI THREAD BP KASKUS. INI BUKAN WEB BERITA. TAKUTNYA KAMU KENA BANNED KARENA MENYEBARKAN SITUS BLOGSPOT...

5 comments:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  2. Anda muslim?
    Knp bhsx menyudutkan gitu ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nonmus. Sebentar bro, coba perhatikan bagian yang menyudutkannya? Siapa tahu memang krn saya yang suka kalap kalau ngetik

      Delete
  3. itu dilihat dari sudut pandang penulis, tapi kenyataannya dilapangan sari roto... ech sari roti kagak laku :D

    ReplyDelete