Mereka Ingin Memecah Belah Bangsa dari Dalam

12/26/2016 02:02:00 AM Sael 10 Comments


Sebagai dampak ditinggal natalan, ini blog jadi sepi banget kemarin. Ya udah, lanjut nulis lagi aja biar tetap bisa "survive" hehehe. Ya sudah, jujur jujuran aja, karena ini juga blog pribadi yang mendadak rame aja karena kelimpahan banyak view dari telolet dan Sari Roti. 
Sekarang, gue mau membahas, ada segelintir orang yang ingin memecah mecah kita, dan makin berani unjuk gigi.
Mereka tahu kita sangat kuat. Mereka tahu kita punya rasa kekeluargaan yang erat, yang menjadi alasan banyak orang pengen banget kembali ke masa lalu. Mereka juga tahu kita sudah toleran sejak lahir, bukan hanya karena diajarkan di sekolahan, tapi karena didorong oleh orang tua untuk menghargai tetangga, menghormati orang sedang ibadah, menghormati adat, dan menjaga kerukunan. Mereka juga tahu Indonesia kuat secara militer, lihat saja ketika jatuh Air Asia akhir 2014, banyak yang memuji militer kita.

Kumpul keluarga Gan dan Liong (metropolitan.id)
Tetapi mereka ingin merusak toleransi di antara kita. Mengapa? Ketika duit dan kekuasaan berbicara, banyak sekali yang bisa dikorbankan seseorang. Ketika idealisme berbicara, wah bisa jauh lebih parah lagi. Banyak yang ingin menghancurkan kita karena, ya, keributan itu lebih nikmat dibanding damai untuk sebagian orang.

Gue sedih melihat banyak banget pertikaian di negeri ini karena hal hal nggak penting. Oke, katakan beda pendapat sampai marahan dan ribut itu masih wajar karena setelahnya bisa kembali lagi. Masalahnya, hanya karena segelintir hal kecil, kenapa persaudaraan yang sudah dibangun bisa putus dan hancur? Ini bukan hanya hubungan sepasang kekasih. Hubungan anggota keluarga bisa berakhir secara mengerikan hanya karena hal kecil. Hubungan teman bisa menjadi lawan gara gara hal politik.

Nah, gue mau membahas, bagaimana orang orang yang menginginkan negara ini pecah menyerang dari dalam. Apalagi setelah gue mendapatkan gambar ini dari kamar politik.


Akhirnya kebingungan gue terjawab sudah. Segala provokasi yang dilakukan di media massa dengan segitu viralnya dan segitu menyebarnya memang dilakukan untuk memecah bangsa kita dari dalam. Mereka bermain dengan psikologi warga Indonesia, yang kebetulan sebagian orang sini masih mudah diombang ambing isu. Lah, jangankan kita bicara kenegaraan, gue pernah chat tentang UAS harus bawa ini bawa itu langsung heboh satu kelas karena dikira tidak boleh bawa buku saat ujian... Kecenderungan manusia yang bertindak berdasarkan emosi kadang ya gitu, tidak bisa membaca informasi lengkap.

Ngeri.

Kebangsaan yang sudah dibangun bertahun tahun dihancurkan oleh oknum bangsa*. Orang orang ini memang haus kuasa dan haus kemuliaan akan diri sendiri. Bangsa kita yang sudah didirikan atas dasar kesamaan nasib sebagai kaum yang tinggal di Indonesia, sangat memilukan kalau harus hancur oleh mereka mereka itu. Apalagi oleh mereka yang melihat orang Indonesia seperti robot dan mesin tak berperasaan dan hanya merekalah manusia di bumi. Sepintar pintarnya orang yang menggemari kebencian, ia adalah bodoh.


Kalau gue lihat dampak dari beberapa isu yang menyebar belakangan tentang Selamat Natal, atribut Natal, buka tutup warung, isu rasis terhadap Tionghoa, saling tuduh dalam agama, jelas jelas ada orang yang ingin menghancurkan bangsa dari dalam. Seharusnya yang menelaah lebih dalam lagi bisa menemukan bahwa isu isu di atas bertujuan untuk mendinginkan hubungan pertemanan, membuat obrolan sehari-hari menjadi pertengkaran hanya karena urusan politik dan agama, lama kelamaan membuat kepercayaan akan pemerintah turun, dan, ya sudahlah.

Kasus Ahok kemarin merupakan suatu uji coba di mana omongan seseorang dan sekian detik saja, ketika dipelintir bisa membuat saudara saling berjauhan, ketakutan yang merugikan tempat tempat wisata jadi sepi, obrolan santai warkop bisa jadi debat kusir, dll. Kalau kita belok ke dunia hiburan sedikit, lihat, perdamaian bisa terpecah gara gara Young Lex dan Awkarin, orang jadi benci babi buta keluar kata kotor - padahal gue mengomentari golongan onta di sosmed aja masih jaga attitude. Kalau kita belok lagi ke dunia politik, kemarin kasus Sari Roti benar benar menunjukkan ada yang ingin memecah bangsa kita dengan menghancurkan karya anak bangsa sendiri karena kecintaan buta mereka pada sesuatu yang katanya suci dan luhur.

Dampak dari semua kasus tadi sama, bangsa kita dari peramah disulapnya jadi pemarah. Pembenci. Biasanya marahan-balik lagi karena beda pendapat, sekarang marahan-musuhan sampai negara api menyerang lagi. Terlalu vokal dalam mengatakan sesuatu tanpa bisa menelaah, karena memang sudah dasarnya tidak kritis, eh digiring biar gak kritis. Ya karena itu polisi nggak pernah main main dengan kaum keyboard warrior gini, tuh udah kena Eko Patrio. Belum yang bilang Bom Samarinda pengalihan isu di Kaskus juga bisa dilacak.


Ok, masih mending di sosmed yang anonimitas terjaga kita masih bisa berteriak keras. Masih mending di sosmed dan forum dunia maya yang masih bisa kita abaikan dengan block dan ignore list. Bagaimana kalau sedang bergojek atau berbelanja tiba-tiba dikagetkan dengan ketidaksukaan terhadap kaum itu? Bagaimana kalau tiba tiba dihampiri orang dan ditanyakan tentang suatu isu rasial meski kita sebagai ras terkait tidak tahu apa-apa? Itu belum apa-apa, bagaimana jika ada orang merusuh ke tempatmu tanpa alasan selain kebencian?

Nah, ketika kebencian itu sudah sampai ke akar rumput dan warung kopi, di sini bahaya segregasi negara semakin nyata. Saudara satu sama lain mulai ribut, saling ajak berkelahi, saling ketakutan hanya karena beda pendapat. Ketika permusuhan berhasil dikobarkan di tingkat kecil - rumah tangga, juga berhasil ditanamkan ke anak anak sedari kecil, ya siap siap membentuk generasi yang benci buta terhadap suatu suku, ras, agama, dan golongan. Tidak ada usaha buat ajak damai gitu, seakan menerima permusuhan manusia adalah kewajiban dan permusuhan terhadap dosa tidaklah kewajiban.



Negara bisa hancur kalau individu di dalamnya sudah ribut, apalagi kalau sudah perang saudara. Menyedihkannya, perang adalah kenikmatan bagi sedikit elite yang memang tidak akan terdampak perang karena mereka licin. Sementara kita sedang perang, baik perang mulut atau perang senjata, ada yang menikmati kehancuran kita karena mendapatkan jarahan, uang, hasil penjualan, dll. Kalau soal perang mulut, wah yang jelas menikmati adalah yang pasang AdSense di blognya :(

Kita, manusia biasa, sudah dianggap sebagai, atau malah dijadikan robot yang tindak tanduknya sudah tertebak, tidak seperti manusia yang tidak ada yang mengetahui sifatnya selain Tuhan dan dirinya sendiri. Kita hanya statistik di mata elite itu, sehingga wajar mereka senang kalau ada ribut dan perang.

Semua itu kembali lagi, gara gara kita terlalu terbawa isu isu rasis atau isu apapun yang memecah belah. Kita mudah diadu ayam - karena adu domba dalam arti literal sudah jarang kelihatan zaman sekarang LOL. Kita mudah sekali menghakimi tanpa mengkritisi dahulu, kita terlalu iri hati pada orang dan etnis tertentu sehingga ... ya akan dibahas di artikel berikutnya.



Oleh karena itu, pesan dari gue, perkuat pertemanan, jangan saling membenci ketika ada satu hal, karena sudah jelas kebencian bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh oknum yang memang mencari keuntungan dari kebencian! Salam!

Sebagai dampak ditinggal natalan, ini blog jadi sepi banget kemarin. Ya udah, lanjut nulis lagi aja biar tetap bisa "survive"...

10 comments:

  1. "pesan dari gue, perkuat pertemanan," Setuju banget....

    "jangan saling membenci ketika ada satu hal, karena sudah jelas kebencian bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh oknum yang memang mencari keuntungan dari kebencian!" Kebencian ini hanya bisa diatasi dengan fakta dan data sebagai antitesis kebencian itu sendiri dibarengi dng memupuk sikap pertemanan yg samakin erat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang. Untung orang indo ada budaya ngopi nongkrong, apa apa diselesaikan dengan ngopi dan nongkrong... Tanpa budaya nongkrong mau jd apa nih negara

      Delete
  2. Mari bergandengan tangan demi "menghadirkan kehidupan" di ruang publik yang sudah penuh dengan aroma kebencian yang membunuh kehidupan..
    https://semestasetya.blogspot.co.id/2016/12/mengapa-ada-kebencian.html

    ReplyDelete
  3. Gabung di seword.com aja bro misael,,biar lebih banyak temen dan lbh banyak yg menikmati tulisan2 kerenmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tinggal edit sedikit lagi aja loh sebenarnya buat contoh tulisan Seword hehehe

      Delete
    2. Saya udh nulis di Seword ini https://seword.com/humor/makar-makar-apa-yang-halal/

      Delete
  4. Sudah saarnya aksi nyata menangkal Hoax, melemah dengan adu domba sudah saya ulas melalui tulisan saya disini bro.... http://www.akuraik.com/2016/12/gejala-gejeala-menjelang-perang-suriah.html

    ReplyDelete
  5. mantap bro..kita memang harus tetap bergandengan dan terus memberi pencerahan agar negeri ini tetap kokoh tali persaudaraannya...
    yach moga aja doa dari kita2 bisa mematahkan rencana jahat pemecah belah bangsa...
    GBU.

    ReplyDelete
  6. ini baru tulisan sedap. yang suka dengan perpecahan bangsa sendiri mestinya hengkang saja dari NKRI, karena mereka pasti buta-tuli dengan keringat perjuangan leluhur sendiri. yuk, sebarkan virus cinta, damai, dan kasih

    ReplyDelete