"Pengalihan Isu", Siapa Ya yang Sedang Mengalihkan Isu?

12/27/2016 11:41:00 PM Sael 0 Comments


2016 adalah masanya kata Pengalihan Isu berjaya. Sebelumnya kata-kata ini memang banyak terdengar di jaman Pepo, cuma fluktuatif. Data dari Google Trends ini menunjukkan memang tahunnya "pengalihan isu" adalah 2016. Paling parah sih waktu Bom Sarinah, banyak yang emosi bahwa isu bom itu hanya pengalihan isu (grr). Kurvanya naik tajam lagi gara-gara Eko Patrio ketangkap akibat ngomong Bom Panci pengalihan isu.



Hmmm... Sadarkah kalian, sebenarnya apapun kasusnya, siapapun yang menyebut suatu pemberitaan sebagai pengalihan isu, dia juga sedang mengalihkan isu untuk hal yang lain? Jangan bicara politik dulu. Definisi isu sangat luas menurut KBBI.

isu n 1 masalah yang dikedepankan (untuk ditanggapi dan sebagainya); 2 cak kabar yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya; kabar angin; desas-desus; (sumber)

Isu yang digunakan di kata "pengalihan isu" adalah makna pertama. Isu sama dengan topik. Isu sama dengan pembicaraan. Akibatnya, kata pengalihan isu cakupannya lintas konteks, terlalu luas. Gue kasih contoh yaaa....

Contohnya terjadi kasus di sekolahan bahwa kepala sekolahnya pakai narkoba (ini beneran kejadian di Tangerang sampai benar-benar geger kota-kabupaten-Tangsel di saat sama). Kemudian beberapa hari kemudian tiba-tiba ngetren ada siswa pakai rambut pirang ke sekolah kayak di foto model salon. Seorang guru bilang, "Wah ini anak mau mengalihkan isu ya? Udah tahu itu kasus Pak Kepsek masih hot dan menjaga nama sekolah, ini malah bikin gara-gara lagi. Nanti anak-anak perhatiannya malah ke kamu bukan ke Kepsek".

Dalam praktiknya, mengalihkan isu sama dengan mencuri perhatian orang dari isu lama ke isu baru. Mencuri perhatian, mengalihkan perhatian, intinya sama kan? Hanya tingkatannya saja berbeda. Ada yang hanya level tampil nyentrik kayak orang ngamen atau orang berpakaian ketat. Ada yang sampai level expert seperti mengalihkan isu terkini suatu negara dari yang pada ngebahas pembunuhan eh malah ada yang ngangkat-ngangkat sidang si bapak yang KE-BE-TU-LAN!!! hari kemarinnya.

Metode pengalihan isu macam-macam bro. Ada cara subliminal yang fenomenal tahun 2010-2014 - maksudnya pengalihan isu dengan menimpa berita satu dengan berita yang lain. Ada yang membelokkan pembicaraan ketika pembicaraannya menyerempet - istilah lainnya mengalihkan pembicaraan. Ada yang tiba-tiba mengungkit suatu pemberitaan baru. Ada yang membisikkan "jangan teralihkan perhatiannya dari kasus X", atau teriak-teriak "pengalihan isu". Ada yang bertindak konkret, seperti berpindah ruangan atau pura-pura tidur.

Jadi plesetan ala Darto Danang juga bisa dikatakan pengalihan isu. Gue yang denger The Dandees dari awal banget tahu plesetan itu terinspirasi dari obrolan di radio yang suka hampir mesum, supaya nggak kena semprit KPI. Eh dibelokin.


Kalau kita berbicara pengalihan isu skala nasional atau pengalihan perhatian masyarakat, salah satu pengalih isu paling mantap itu Kompas, karena mereka kerap menghadirkan headline berbeda, apalagi setiap hari Senin, kalau tidak ada isu yang sedang panas hari sebelumnya. Kompas mengakui itu sebagai strategi tampil beda di salah satu edisi ulang tahunnya, tapi udah susah dicari. Salah satunya, gue versus aja artikel Warta Kota sama Koran Kompas yang ada di rumah gue. Beda tata letak berita dalam headline memengaruhi pola membaca orang, dan bisa dikatakan metode pengalihan isu juga. Sadar tak sadar.




Nah, balik lagi ke tujuan gue nulis artikel. Sebelum masuk membahas soal bacot pengalihan isu, kita bahas dulu, kenapa pengalihan isu banyak dikatakan negatif. Coba baca dulu artikel (yang sesuai zamannya pasti, mengingat kaum onoh masih bekerja secara jalan belakang dan metodologinya beum terbongkar) soal pengalihan isu => https://putrilimilia.wordpress.com/2011/11/14/teori-media-dan-teori-masyarakat/ dan http://www.kompasiana.com/sigitsatriopringgondanipriyadi/pengalihan-isu-versus-konsentrasi-ingatan_55009f4aa33311e772511750 )

Pengalihan isu dianggap negatif karena berkaitan dengan transparansi suatu pemerintahan. Ibarat orang lagi ngobrol penting banget soal bisnis, eh ada yang belokin menjadi obrolan soal pelayan restoran yang habis mecahin piring. Lalu ada yang marah "eh jangan pengalihan isu deh!" Tujuan yang membelokkan pembicaraan jelas gara-gara takut ketahuan belum bikin laporan keuangan sama lawan bicaranya. Nah, membelokkan isu di sini jelas ingin menunjukkan ada yang ditutup-tutupi kan?

Pengalihan isu dengan cara begini (membicarakan hal lain) kadang nggak efektif. Pengalihan isu dengan metode lain adalah cara terbalik, teriak-teriak "pengalihan isu". Suatu kejadian yang sudah terjadi secara natural dan wajar heboh secara natural seperti pembunuhan atau penangkapan yang harinya kebetulan eh disangka pengalihan isu. Tujuan pengalihan isu dengan teriak-teriak "pengalihan isu" adalah "mengalihkan kembali" perhatian masyarakat ke kasus "itu", dan tentunya harus curiga dong ada sesuatu dari pengucap yang ditutup-tutupi. Bisa juga sih pakai cara play victim, di mana mereka bikin kejadian sendiri, mereka blowup sendiri, terus mereka sendiri yang teriak-teriak pengalihan isu. Lama-lama dunia serasa punya sendiri.


Itu yang bilang suatu pemberitaan merupakan pengalihan isu sebenarnya dia juga sedang mengalihkan isu. Secara nggak langsung, masyarakat yang mendengar kabar ini keingetan lagi dong. Contoh yang bilang begini, apa gak emosi? Pembunuhan yang memang sudah diatur jalan Tuhan plus boleh jadi jalan pikiran sang pembunuh kok dibilang pengalihan isu? Dia sendiri yang mengalihkan perhatian masyarakat kembali ke berita kesukaan kaumnya. Douchebag gak ada hati, karena memang cuci otak mematikan hati - gue akan nulis lain kali.

Jadi, yang sedang melakukan pengalihan isu siapa? Kebanyakan media tidak mengalihkan isu Ahok secara sadar kok. Permasalahan pengalihan isu adalah sadar atau tidak. Pemberitaan begini bagi media tentu saja mendatangkan duit dan pembicaraan fantastis, kadang-kadang yang bikin berita juga nggak sadar lho beritanya membuat tren, kayak gue sering gak sadar thread Kaskus jadi HT dan dibicarakan ke mana-mana. Ya, tapi media pasti gak melupakan berita Ahok, ini menjadi pilihan kedua dan kalau di antara isu lama masih terbanyak dibicarakan.

Nah, yang sampai bikin Polri sampai marah nangkep Mas Eko adalah konotasinya pengalihan isu dilakukan dengan disengaja, dan ujung-ujungnya meremehkan ancaman bagi bangsa negara. Nada bicaranya "ah, berita gini tuh pengalihan isu si Ahok doang, ngapain didengerin." atau "ah, berita gini rekaan, kerjaan media buat nutupin berita si Ahok." WTH?

Berarti, banyak kisah mengerikan yang dilakukan orang psikopat dianggap fiktif. Dianggap sama dengan kisah hantu terowongan Casablanca (yang gue sering bolak balik gak serem) yang cuma kata sahibul hikayat, eh selentingan. Padahal itu FAKTA. KENYATAAN. Mereka-mereka suporter teroris itu apalagi mainnya dengan cara bikin gara-gara sendiri lalu menyalahkan orang lain merekayasa kejadian yang mereka lakukan. Cara begini kadang makin bikin kabur antara fakta dan kenyataan.

Sekali lagi, yang bikin orang marah dalam perpengalihanisuan ini adalah menganggap berita itu fiktif, tidak penting, rekayasa, atau memfitnah adanya blowup.


Akhir kata, ingat, jangan suka teriak-teriak pengalihan isu, karena sadar tak sadar kita sedang mengalihkan isu untuk kepentingan diri sendiri. Apalagi bilang teroris pengalihan isu dan rekayasa, bigot agama macam apa ini. Kalau meledak juga nangis nangis keingatan papa mama, kecuali sudah heartless - memang ada golongan yang begini sampai menghina orang tuanya.

Dan, mengetahui kebenaran paling mempan adalah berdoa pada Tuhan memohon Ia menunjukkan kebenaran suatu waktu. Karena sekarang kebenaran dan kesalahan susah dibedakan.

2016 adalah masanya kata Pengalihan Isu berjaya. Sebelumnya kata-kata ini memang banyak terdengar di jaman Pepo, cuma fluktuatif. Da...

0 comments: