Gunakan Common Sense + Hati Kamu

1/26/2017 11:10:00 AM Sael 0 Comments



Akhir-akhir ini gue sering mendapatkan informasi dan selentingan sana-sini di mana ajakan bunuh, ajakan berantem, ajakan ribut, ajakan debat kusir, ajakan menghancurkan orang, dan yang ngeri-ngeri sedap lah pokoknya. Dalam hati gue, duh orang-orang macam gini nggak bisa diajak bercanda dikit apa ya? Nggak bisa diajak jauh sedikit dari politik dan ajakan menyerang orang ya? Ekspresi golongan tak punya hati itu tak ada humorisnya menurutku.


Bahkan kalau hal begini ditularkan ke anak-anak, bahaya besar buat kita. Kecuali kalau anak-anaknya pengaduan ke orang tuanya dan mereka berorang tua kritis. Pemerintah selama bertahun-tahun mendiamkan aja yang mengajarkan kejahatan dilegalkan pake label anu (kalian kebanyakan udah tau yang gue maksud, gue lagi indirect mode sekarang). Padahal namanya jahat ya jahat bro. They cannot hide their subliminal message. They are evildoers.

Menyuruh membunuh orang, menyerang orang habis-habisan, apa coba? Kalau kita sudah teman dekat, bercandaan "gue bunuh lo" masih terasa wajar dan tidak mengancam sama sekali karena kita tahu teman yang sedekat itu tidak mungkin berkhianat, gak mungkin bunuh beneran karena tahu pernah diselamatin, konteksnya juga beda.

Masalahnya, orang yang sering koar-koar bagaikan Rambo buat bunuh orang lah atau gebukin atau serang abis memang bermental pembunuh berdarah dingin, sudah begitu licik pula. Jelas lain dengan kalau kita bilang "gue bunuh tuh orang" dengan latar belakang orang itu gak pernah tega bunuh orang dan ikut-ikutan kelompok yang senangnya membunuh orang. Ya meski menurut gue tolong dikurangi bercanda kayak begitu termasuk ke teman dekat...

Hate speech cannot lie itself. Terrorists cannot lie themselves. Mau dikasih berbulu domba jg gak akan menutupi niat jahat mereka. Itu pun kondisi Tuhan belum buka kedok kalian. Kalau sudah dibuka, jangan harap....

Kita juga bisa melihat dunia terbolak balik sama mereka. Masak orang baik disuruh masuk penjara bahkan dibunuh hanya karena keceplosan bahas ayat, eh padahal menurut gue orang yang sidangnya lebih panas dari Jessica itu sedang menyindir habit politikus yang menipu pakai kitab suci (agama apapun itu) doang. Sementara orang jahat dan nggak pernah diajak ke acaranya Sule yang penuh canda kok bisa-bisanya didukung, yang sidangnya lebih banyak dari seorang residivis (eeehhh emang dia residivis karena pernah masuk penjara)...

Dunia sudah kebolak-balik? Seakan terlihat sekali suruh bunuh suruh tangkep suruh siksa berdasarkan pesanan. Woy Indonesia ini negara hukum apa negara mafia???

Kalau ada yang nyuruh-nyuruh gitu, inget common sense.

Natur manusia nggak tega melihat kematian bro bahkan musuhnya. Bahkan penyembelihan hewan buat dimakan aja ada yang gak berani liat. Normalnya manusia akan berkabung atau trenyuh lah minimal dengar kabar dukacita. Dokter, tentara, dan pekerjaan lain yang berhubungan dengan ajal manusia sebenarnya menahan rasa sedih itu kalau yang masih punya hati. Beda dengan yang udah gak punya hati.

Natur kita juga cenderung marah pada ketidakadilan dan senang pada keadilan. Masalahnya hanya.... Hmmm...

Berarti, kalau dengar perintah suruh bunuh orang, penjarakan orang, aktifkan common sense, naluri, dan hati nurani. Tega gak membunuh orang? Mau gak perang tiap hari terancam terbunuh tiap hari? Mau gak terancam kelaparan dll setiap hari?

Masih susah memahami? Coba ya, untuk yang senang sekali mengancam supaya si anu mati atau minimal tersiksa, mau gak keluarga kalian digituin? Eh jangan kira kalian kebal terhadap ancaman serupa.... Karma ada bos. Lah kadang yang koar koar ala negara lagi bersiap perang badar, ahh, ternyata hatinya seperti Kerispatih. Mellow mulu kalau diancam balik.

Apalagi kalau tahunya disuruh doang dan tidak pernah mengkritisi bosnya, entah gara-gara takut gak dapet saweran atau mungkin feodalisme aja yang masih kuat.

Feudalism itu membuat kita gak bisa mengkritik sesepuh tua HANYA KARENA mereka tua. Bedakan dengan sopan santun. Sikap sopan nggak menutup kita buat mengkritik orang tua. Sementara feodalisme jelas-jelas bikin kita gak bisa mengkritik orang tua (ya misalkan si Pepo) sama sekali, ya karena kritiknya terpental membal. Ah nanti aja bahasnya wkwkwk. Sekalian di Seword kali....

Dan ingat 1 hal. Karma ada baik perilaku kita plus atau minus. Begitulah tulisannya Sael kira-kira.

Akhir-akhir ini gue sering mendapatkan informasi dan selentingan sana-sini di mana ajakan bunuh, ajakan berantem, ajakan ribut, ajakan ...

0 comments: