Hewan-Hewan Politik: Asal-Usul Ejekan Kuda, Sapi, dll

1/15/2017 07:46:00 AM Sael 0 Comments


Sering dengar istilah (maaf) sapi, onta, kuda, atau apalah itu di kolom berita politik. Nggak blak-blakan pasti lah, biasanya kalau lagi komentar berita. Bah, suatu ketidakpatutan juga sih menyamakan oknum yang pasti manusia dengan hewan. Mohon maaf berarti dari gue sebagai sisi tukang sikat bidang politik dan "begitulah Seword, kura-kura!" kalau suka menggunakan hewan untuk menyindir suatu golongan, karena pola pikir mereka tidak jauh beda dengan hewan kadang. 

Kita itu manusia dan kita punya jalur pikiran waras sebagai manusia. Di luar itu, jalur pikiran kita ya... begitulah.

Nah, gue ingin sedikit kasihtau dan ingatkan dari mana semua asal-usul ejekan ke beberapa parpol, ke oknum tertentu. Apalagi bagi teman-teman yang belum lama berkecimpung membaca berita politik, pasti bingung, ini yang dimaksud sapi siapa, ini siapa.... Ya, let's get dat swag bro! Langsung aja ya.

Sapi
Istilah ini muncul dari ditangkapnya ketua umum Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq gara-gara korupsi daging sapi. Bapak LHI ini terseret gara-gara pengakuan Ahmad Fathanah, Penjaranya lumayan, 16 tahun :) http://www.voaindonesia.com/a/mantan-presiden-pks-divonis-16-tahun-penjara/1806711.html

Gara-gara kasus ini, apalagi setelah kasus orang PKS main cewek (si Fathonah), terkenallah istilah Cewek Phusthun (benar-benar istilah ghaib!). Gue sayangnya nggak mengulas ini di artikel tahun 2013, waktu kepikiran masang misael.id aja belom. Ini bukan yang paling parah....

Gara-gara ketua umumnya aja korupsi, ya jelas pada gak percaya lagi lah. Akhirnya ada pembunuhan karakter PKS oleh masyarakat lah. Plesetan Partai Korupsi Sapi mengemuka. Apalagi dengan sikap PKS yang tidak kunjung waras pula, ya udah deh. Setiap PKS bertindak, selalu diejek Sapi, Sapi, Sapi... Soalnya gara-gara kelakuan pemimpinnya yang sudah suka main sapi, main cewek lagi, seakan-akan dunia tidak berakhir hari ini om.

Kuda


Pada saat musim-musim Pilpres 2014, Prabowo terkenal sekali dengan main kuda-kudaan. Emang sih beliau punya kuda di Hambalang. Wajar juga memelihara kuda. Nah, yang bikin terkenal adalah selain Pak Prabowo ini politisi, beredar pula foto upacara Pak Prabowo, tandingannya pelantikan Jokowi. Udah deh, gara-gara diledek susah move on, padahal yang namanya upacara ya biasa aja... Kita juga gak tahu apa Bapak yang satu ini beneran susah move on...



Kerbau/Kebo

Nah yang ini menghantam bapak presiden mantan, eh mantan presiden kita. Pepo Memo. Di masa pemerintahan beliau part 2 yang sama bapak wapres tergabut nasional, ada skandal nama beliau ditulis di kerbau. Oke, masih mending itu, foto beliau dipasang di pantat kerbau oleh demonstran! Gue mendapatkan berita dari tahun 2010 http://politik.news.viva.co.id/news/read/126797-kerbau_si_bu_ya_nongol_di_facebook


Kalau kata orang tua, beda orang beda cara menanggapi masalah. Begitu juga lain SBY lain Jokowi. Jokowi dihina cenderung diam dan no response, begitu juga Gibran Kaesang Kahiyang. Malah dijadikan bercandaan. Ini salah satu penyebab di artikel gue sebelumnya nama Sari Roti semakin dikenal dan tajam di mesin pencari, malahan sempat gue bandingin lagi di Google Trends, hasilnya sama aja ramenya dengan aksi 212 itu sendiri! http://nasional.kini.co.id/2016/12/08/19022/ini-lelucon-anak-jokowi-soal-sari-roti-dan-metro-tv

SBY sih baperan, gue gak tahu kenapa. Apa karena ngerasa dia yang main di Century ya? Hmmm... Yang jelas sikap baperan ini gak baik ditiru kawan, apalagi sebagai pemimpin. Hahahaha.

Kodok, Kecebong



Nah, ini biasa dilontarkan dari para anti Jokowi, apalagi akun Topalemon Go, Boneka Kebo, dll... Ini hanya karena Jokowi memelihara kodok di Istana... Sedihnya, kodok Jokowi yang dibawa dari Solo jauh-jauh itu mati semua tahun 2014! http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/26/14042801/Ternyata.Kodok-kodok.Piaraan.Jokowi.Sudah.Mati.Semua

Dari sini Jokowi mulai diledek sama golongan sebelah susah move on. Apalagi mereka itu merasa mendapatkan wangsit, ah akhirnya gue bisa bales juga tuh yang ngejek-ngejek kuda. Apalagi kodok sering dikaitkan dengan intelegensia rendah. Padahal Jokowi pelihara kodok ya karena suka aja.... Sampai sekarang, golongan sebelah juga masih sering itu meledek Jokowi Kodok, ada juga yang mengejek Taik, berasal dari Kaskus kalau gak salah. 

Padahal golongan onoh juga kan yang bilang si Ahok suka banyak mulut kan sebelum kasus penistaan agama rame?

Onta


Ejekan ini udah dari tahun 2013 setau gue, berbarengan dengan PKS kena skandal fustun-fustun dan tentunya korupsi sapi. Ramenya berbarengan juga dengan pengejaan Arab (entah dari mana, gue gak ngerti bahasa Arab) yang gak bisa melafalkan "p". Jadinya fadang fasir, dll dll... Belum rame juga istilah Bahlul, yang sebelumnya udah terkenal gara-gara sinetron Islam KTP. Tujuannya tentu saja ke ormas yang onoh, FPI, yang pada saat itu mulai unjuk gigi. Kemudian, reda pada 2014-2015.

Pada tahun 2016, onta-ontaan ini rame lagi dibahas di media sosial, apalagi pasca Ahok kena skandal penistaan agama. Dari pihak yang tidak suka FPI dan antek-anteknya mulai menyamakan FPI dengan onta, sampai beredar istilah kaum onta, golongan onta, kaom onta, onta yang di Arab, dll dll. Apalagi si Habib Rizieq, Habib Novel, Gusjoy, dan segala pentolan sekalian muncul. Udah deh! Fanas serasa di fadang fasir!

Kebanyakan yang menggunakan istilah kaum onta tentunya nggak rasis sama Arab lah! Ngapain rasis sama Arab, Arab yang bener juga banyak, Arab yang cantik juga banyak. Istilah "kaum onta" menunjuk langsung ke golongan yang membawa ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila, tetapi otaknya terlihat seperti onta bukan manusia. Diajak debat tidak bisa selain menyerang dan menghancurkan lawan (maaf, strategi bocah tawuran itu bukan orang dewasa). Bahkan tidak menguasai apa yang diinginkannya, tetapi memaksakan kehendak, seperti robot. Sayangnya kekuatannya juga seperti onta, kuat banget (lu tahu kan unta kuat jalan berjam-jam di padang pasir?) sampai bisa membuat banyak orang ketar-ketir.

Hanya Tuhan yang bisa menyadarkan kaum onta ini akan kebenaran, dan mengubah otaknya menjadi kapasitas manusia bukan lagi onta...

Kambing

Selain istilah kambing hitam yang sangat menyakiti perasaan umat kambing di Indonesia, ternyata hewan ini juga terseret-seret gara-gara Ahok! Gara-gara

"Kambing dibedakin pun bisa jadi gubernur" http://megapolitan.kompas.com/read/2016/08/03/19295941/ahok.kambing.dibedakin.pun.bisa.jadi.gubernur
Percaya atau tidak, ungkapan Ahok ini terbukti pada saat debat tempo hari, saat Ahok menguliti Alexis-alexisan, apung-apung 10 milyar, dosen-dosenan, dan.... kelihatan lah ya yang mana yang kambing dibedakin. Nggak usah gue sebut, nanti gue mengundang fans mereka ke sini, berabe blog gue dibuatnya.

Anjing Babi

Itu sih udah makian yang sering terdengar sehari-hari apalagi di Ibukota ya... Gak usah dibahas deh, soalnya kata Dhani: Ingin berkata ....nya anjing, tapi tidak boleh! Sedihnya, kalau ada yang meledek onta-ontaan kok balasannya kaum babi, apa karena haram? Hmm... Kalau dibilang gitu sih bilang aja, "onta sama babi sama-sama binatang, bedanya cuma haram sama halal, secara intelegensia sama aja pasti namanya juga hewan, tapi dua-duanya dibiarkan hidup sama Tuhan kan?"

Dan kayaknya itu aja deh

Sebelum menutup dengan senang hati, gue mau ajak kalian baca dulu ulasan agak mirip tapi dari sudut pandang berbeda => http://www.kompasiana.com/paulodenoven/hewan-hewan-di-kancah-politik-indonesia-dari-kebo-hingga-kambing_57a5d4bb0bb0bde737bd2ce2 

Ya, makanya kalian jangan menyeret-nyeret hewan ke ranah politik, karena selain hewan tempatnya di kebun binatang dan peternakan, hmmm....

Sering dengar istilah (maaf) sapi, onta, kuda, atau apalah itu di kolom berita politik. Nggak blak-blakan pasti lah, biasanya kalau lagi...

0 comments: