Tahun Baru China Persatukan Semua

1/28/2017 09:40:00 AM Sael 0 Comments


Oke, catatan yang lumayan telat karena tadi sempat bingung mau tulis apa menyambut Chinese New Year. Ditambah ada urgensi yang gak bisa ditinggal. Sementara itu, lihat feed medsos terutama Instagram, gue ngerasa semakin urgent juga menulis tentang ini. Geregetan juga hahaha, melihat teman-teman gue kebanyakan merayakan Imlek ini. Feed medsos gue juga banjir postingan imlek hahahaha, gak jauh beda sama Lebaran.

Karena memang Imlek atau Sincia atau Chunjie atau apapun itu adalah lebaran bagi etnis Tionghoa. Tahun baru berdasarkan penanggalan tradisional mereka yang dirayakan besar-besaran. Tidak mengenal latar belakang agama, golongan, atau apapun, kalau tahun baru ya jelas dirayakan. Kunjungan ke keluarga, ke teman, ke manapun. Cari angpao, kumpulkan terus selama yang belum nikah hahaha. 


Ditambah malam Imlek kemarin ada siklus lima tahunan yang belum tentu terjadi lagi dalam puluhan tahun ke depan. Ada debat cagub yang persis digelar saat malam Imlek, sehingga gue juga banyak dapet kabar acara kumpul keluarga imlek berubah jadi acara nobar debat cagub. Kalau di negeri Tiongkok tontonannya itu CCTV New Year's Gala (pernah dikasih nonton dan emang keren banget teknologi dan sejumlah bintang tamunya), kalau di sini bukannya ada konser Imlek eh malah ada debat cagub. Wah, perasaan Pak Ahok dan Bu Vero bagaimana ya, besok imlekan sementara malamnya di televisi... Hmm...

Udah ah politikalnya.

Apapun yang dilakukan, Imlek atau Chunjie atau Sincia mempersatukan semua etnis Tionghoa, merangkul yang bukan. Nah, gue yang bukan Tionghoa aja merasa terangkul oleh kawan-kawan yang imlekan. Ya, maaf aja yang ngira gue imlekan, ya gak masalah mengucapkan selamat tahun baru Imlek karena buat gue sifatnya universal (semua orang di kolong langit akan ngalamin tahun baru ini), tapi sayanya gak merayakan secara khusus hahaha. 

Tahun baru ini mempersatukan saudara yang musuhan, perantau yang jauh dari orang tuanya, keluarga besar yang saling terpisah satu sama lain dan sulit cari waktu ketemuan, reuni akbar temna-teman yang terpisah satu sama lain, persis kebanyakan hari raya yang diberi tanggal merah lah. Bahkan menurut gue semua hari raya mempersatukan, terlepas situ merayakan atau nggak. Pemerintah melalui Kemenpan-RB + Depag + Kemenakertrans sengaja membuat hari libur selain untuk menghormati juga untuk memuaskan silaturahmi begini. Kalau gak merayakan kan cara mempersatukannya dengan liburan atau mungkin kegiatan keagamaan, contohnya yang Kristen sering retreat pada hari raya agama lain. Mungkin bisa lebih gila lagi, mempersatukan orang yang masih kerja di saat tanggal merah hahahaha.

Sehingga yang dilihat persis seperti di feed medsos gue, banyak banget yang foto suasana Imlek kumpul keluarga besar, bahkan kadang satu marga kumpul itu. Hebat. Ada juga yang foto lucu sama saudaranya, ada yang kondisi sedang merantau jadi imlekan dengan kawan sahaja. It is so cute right bro and sis? Daripada menebar perpecahan?

Ya jadi kita kembali ke esensinya bahwa Imlek itu dirayakan besar-besaran turun-temurun karena memang dijadikan momen seluruh etnis Tionghoa istirahat sejenak dan kumpul bersama. Seharusnya acara begini adalah untuk mempersatukan bro. Hahahihi, curhat-curhat, dll, jangan marah-marah, mari ramah-ramah kata iklan. Imlek dan semua acara hari raya juga bukan cuma pamer kesuksesan, pamer a b c d e, ajang sombong, ajang makan (ajang secara harafiah berarti piring). Hahahahaha

Oh iya, silakan nonton video ini yang terkait dengan Imlekan juga. Tulisan gue berikutnya akan membahas tentang video ini :)



Oke, catatan yang lumayan telat karena tadi sempat bingung mau tulis apa menyambut Chinese New Year. Ditambah ada urgensi yang gak bisa...

0 comments: