Bulan Penuh Cinta Kok Penuh Marah?

2/09/2017 09:22:00 AM Sael 0 Comments

Copyright to http://www.boston-discovery-guide.com/

Terima kasih pilkada karena gara-gara ini, rame-rame demo anti-Valentine jadi nggak kedengeran lagi. Hahaha. Biasanya kalau sudah bulan Valentine begini pasti ada yang mengharamkan Valentine karena disangka perayaan agama... Padahal itu kan cuma asal-usul, sama kayak asal-usul hari Minggu menjadi libur nasional sementara gereja Kristen tidak harus ibadah hari Minggu. Valentine udah jadi perayaan yang nggak mengenal agama dan sangat universal, intinya menyampaikan kasih sayang.



Bulan-bulan Februari ini emang sering dijadikan momen buat pasangan mesra-mesraan. Mesra dalam artian nggak ada marahan, yang ada suka dan ceria doang, which is quite impossible. Apalagi kalau gara-gara pertengahannya ada tanggal 14 Februari, hari kasih sayang. Lupakanlah debat kusir gara-gara Valentine dipakai ajang mesum atau sama kayak ribut-ribut Selamat Natal. Btw, Valentine sama dengan penetapan libur di Hari Minggu karena Valentine itu hanya budaya bro, makanya nggak pernah ditanggalmerahin. Valentine TIDAK ADA dalam kanon Kristen. Tapi nggak masalah kalau gak ikutan Valentine. 

Salah satu referensi yang perlu dibaca soal Valentine ada di sini. http://www.history.com/topics/valentines-day/history-of-valentines-day

Tinggalkan kontroversi Valentine ini. Cuma sedikit bahas aja karena gue agak bingung kenapa mereka-mereka yang biasa demo Valentine haram dll kok seakan tidak terdengar suaranya (hahaha gue gak lagi bakar menyan). Apa mungkin sibuknya baru di hari-H atau saat ini masih main-main di pilgub, tolak penista agama bukan? Hmm...


Marilah kita menyelami esensi Valentine's day ini. KASIH SAYANG. Orang yang nggak suka adanya perayaan Valentine pasti tetap mau kedamaian ada di bumi ini bukan? Entah kenapa, bulan Februari ini serasa benar-benar bukan bulan kasih sayang. Ya, setidaknya begitu rasanya buat yang berkecimpung ke dunia politik atau sering baca berita belakangan. Duhh, Februari ini bulan cinta apa bulan marah-marah sih?

Ada yang baperan menyalahkan Istana terus alias Pepo Guendut Maneh, ada yang marah-marah di Mata Najwa yaitu Adian Napitupulu (meski gue tahu alasan marahnya cukup tepat). Ada lagi yang kode mau diundang ke Istana. Ada yang mau offside demo di hari tenang, hadeh front pembela oligarki yang satu itu... I know politics will make you mad and angry, tapi setidaknya tolong orang-orang ini tampil depan umum jangan cuma santun-santun pemarah apalagi santun-santun korupsi. Santailah macam Ahok sama Anies.



Parahnya ada bekas staff khusus presiden tapi kok nggak cerdas. Ini alasan Jokowi mendirikan KSP atau Kantor Staff Presiden yang berfungsi sebagai humas bagi Presiden. Kurang lebih mirip Departemen Penerangan zaman Mbahmu tanpa kuasa censorship. KSP ini literally penerangan karena banyak info yang diterangkan secara gamblang sama Teten Masduki, salah satunya masalah cabe naik dan tentunya kontroversi kebangkitan alat tukang.

Anda takut kebuka kedok korupsinya ya jangan begitu juga caranya. Malah seharusnya entah korupsi atau tidak ya jangan takut membuktikan perbuatannya. Jangan bermental seperti anak kecil, bisanya teriak-teriak memanaskan suasana, sampai-sampai bulan Februari ini jadi bulan penuh kemarahan terutama politik. Eh, korupsi apaan tuh yang takut kegaruk? Rumah hantu Indonesia Hambalang bukan? Jembatan Selat Sunda? Mungkin korupsi jaman Mbahmu yang gak terbuka karena alasan Mbahmu sakit?

SBY dan siapapun yang bikin negara panas adalah yang membuat Februari menjadi bulan penuh marah. But you fail bro. Malah jadi bahan ngakakan orang-orang yang sering updatean politik dan juru kunci, eh kuncen informasi ke orang yang memang masih uninformed dan otaknya belum kemasukan kebencian akut yang merobotisasi. Are they so insecure? Jaga keamanan aja teriak-teriak, padahal paspampres SBY yang untuk dia aja 48 ini bahkan membuat kalah banyak Jokowi yaitu 37 orang. Jokowi-JK adalah yang terbanyak kedua setelah Pepo.


Udah begitu masih insecure juga? Oke kalau masih merasa insecure juga wajar, gue juga yakin SIAPAPUN bahkan gue sendiri pernah merasa insecure. Tapi nggak menceritakan ke orang lain bro, apalagi menjadikannya alat politik!

Ini membuat bulan penuh cinta menjadi bulan penuh marah. Bulan penuh cinta menjadi marah ini gue yakin udah dirasakan banyak orang di kerjaan, kampus, sekolahan, atau mungkin di internal keluarga. Bahkan ada gak sih yang putus atau ditolak pacar di tanggal 14 Februari? Hahahaha nyesek juga itu bro... Itu bersifat personal atau kelompok. Nah, masalahnya ada yang ingin menjadikan secara general. Caranya apa? Panas-panasin politik atau dunia hiburan.

Kalau dunia hiburan kita tahu blunder Zaskia Gotik dan Awkarin yang main-main dengan simbol negara, belum yang sering keluar sumpah serapah dan penyanyi kualitas rendahan... Itu juga tidak semua update dan mau tahu dunia hiburan bro.

Kalau politik, karena eksistensi negara atau setidaknya daerah lo dipertaruhkan juga, bagaimanapun lo akan keseret politik di mana elo tinggal. Ketika pilkada lokal, lo sebagai pendatang di daerah sana juga kebawa angin dan emosinya sekalipun mungkin di DKI nggak kedengaran. Gue aja ketika berdiskusi dengan temen soal Pilkada Kaltim yang kalo gak salah barengan sama Jabar nanti, kebawa suasana kok dan sedih banget ketika terancam calon tunggal. Padahal wilayah ini ngeri sedap potensinya. Apalagi pilkada DKI rasa pilpres, gue ikut diskusi karena gue sangat sering lewat wilayah DKI jadi tahu juga isu terkini di sana.

Politik adalah cara tepat untuk membuat bulan Valentine ini menjadi bulan penuh marah. Apalagi pake agama. Tambah jadi masbroooo.... Emosian terus, baper terus, plei piktim terus. SARA terus, bawa-bawa agama terus, sampai hoax murahan begini - seorang bekas staff Presiden!!! Andi Arief? Gukgukguk...


Anda politisi seharusnya tanggung jawab menjadikan lantai bawah alias rakyat itu jadi adem. Bukan menjadikan rakyat panas demi kepentingan pribadi bro. Ini apalagi bulan Februari, identik dijadikan muda-mudi untuk menyatakan rasa sayang, belakangan juga digunakan seperti halnya Hari Ibu atau hari raya untuk berterima kasih kepada orang tua. Ya seharusnya Februari ini kurangilah marahan, kurangi yang nggak-nggak, karena poin bulan ini adalah kasih sayang dan adem-ayem. Cinta memang bisa tumbuh di tengah penderitaan, tetapi kalau cinta bisa bertumbuh dalam keadaan damai kenapa tidak?

Apa karena kalian itu politisi jadi bodo amat sama kami yang di bawah? Apa karena politisi jadi tidak lagi bisa mengasihi? Haduuh, menyedihkan. Justru ingat kata Ahok, tujuan kita menjadi birokrat adalah semakin kita bisa mengasihi banyak orang, karena esensi bekerja sebagai birokrat ya melayani. Itu sudah tugas!

Seharusnya, jadikan bulan Februari ini penuh cinta, terlepas dari Valentine's day boleh atau tidak. Jangan cuma Februari, tapi setiap bulan. Menjaga stabilitas negara dari orang-orang ga jelas yang teriak-teriak adalah keharusan, soalnya kalau negara gak stabil akibat politiknya digoyang semudah orang bikin juice pake blender, ya bahaya banget. Kalian yang berpengaruh di tengah orang banyak janganlah membakar semangat untuk melakukan hal negatif, sebaiknya nasihatilah teman untuk menjadi positif. Jangan memaksa pula untuk mengikuti kehendak, karena itu sangat berbahaya bagi demokrasi.

Ya, sayangnya, sebagian besar politisi mungkin hatinya sudah kayak lagu Dewi Sandra, Mati Rasa.


Bahkan tidak mengenal kasih sayang? Kenal sih, tapi lupa karena terbutakan duit? Perbanyak doa sana, minta sama Tuhan supaya dipulihkan hatinya supaya bisa melihat lagi kasih sayang dulu, minimal orang tua atau Tuhan.

Apa boleh buat, kondisinya begini. Marah-marah politik nggak mengenal tanggal dan bulan. Bulan-bulan begini sabar aja lah ya menghadapi orang yang sering bikin emosi di media massa bahkan kadang sedekat teman sendiri. 

Bulan-bulan begini seharusnya penuansaan Valentine di mana-mana, termasuk soal cinta. Eh malah jadi soal Pilgub lagi, sampe ada yang kena cekal #kodekeras. Suasana di media massa juga menunjukkan Februari ini tidak terlalu berasa penuh cinta. Ya, penuh cintanya menurut gue karena pasti ada yang tersambung hatinya karena obrolan politik ini. WAHAHAHAHA. 

Salam dari salah satu member Twisctre.

Copyright to  http://www.boston-discovery-guide.com/ Terima kasih pilkada karena gara-gara ini, rame-rame demo anti-Valentine jadi ng...

0 comments: