Sael Prihatin

2/01/2017 09:53:00 AM Sael 10 Comments


Baru balik ngurusin acara pelepasan wisudaan besok, eh Whatsapp tubir, eh ribut. Wajar sih, mengingat hari ini suhu politik naik secara mendadak. Ahok kemarin mengucapkan pernyataan yang membuat panas kaum sebelah, padahal jelas-jelas mengkritik sikap seorang ulama yang tidak baik. Yang paling parah, dugaan anak-anak Seword bener coy, SBY baper! Di mana-mana video SBY... Prihatin.

Nonton nih. Masalahnya ini pidato bukannya bikin sejuk malah bikin emosi jiwa. Politik beberapa minggu lalu yang bikin ngakak sekarang kembali menegangkan seperti kodrat awal.

Ditambah massa yang begitu mudahnya terpancing usaha kaum sana yang bilang Ahok double menista, sudah menista agama menista ulama. Belum banyaknya berita pelintiran yang membuat kita benar-benar harus hati-hati parah sih kalau sebar info. Pokoknya Nasbung Nastak war is going to the dead end.

Kejadiannya untung di Twitter. Twitter sudah lama jadi ajang panas-panasan politik sejak 2014. Kaskus kalah pakcoy, apalagi Instagram yang isinya kebanyakan lawak, fangirl, bola, dll. Line yang masih berkutat di sharing berita ngakak tapi mulai naik juga suhu politiknya. Sebelumnya sih Twitter malah bahan ngakak fanboy fangirl dan kadang-kadang gosip artis, pepatah, dll. Sekarang politik mulu, kemungkinan sih karena anak hitz pada pindah ke Line sejak adanya update Notes dan Official Account yang sungguh mengubah Indonesia. Maybe it's time, I know. I'll be patient.

Masalahnya, ini udah minta maaf, Ahok udah berusaha mengakui kesalahan dan yang terpenting sudah legowo lah ya untuk proses hukum ke depannya, juga Ahok mau tenang. Eh ada lagi si lebaran kuda memancing sore-sore, kebetulan gue baru balik dari kampus sehingga gak sempet nonton video konferensi lebaran kuda yang dishare itu. Tapi baca transkrip aja udah bikin illfeel. https://seword.com/politik/pilkada-dki2017-selesai-hari-ini/ http://news.liputan6.com/read/2843485/ahok-minta-maaf-ke-ketua-mui-kh-maruf-amin

Jujur, nothing to laugh on this speech. Kalau kemarin pidato 211 gue bisa ngakak kejengkang ada LEBARAN KUDA dan salah sebut Agus jadi Ahok, nah, setelah membaca transkrip dari seseorang yang dirahasiakan, gue gak mau lagi. Nothing funny.


ADUH, TENANG DIKIT NAPA SIH! Banyak sekali dampaknya gara-gara pilkada DKI kebanyakan ditunggangi tukang bikin gaduh. Rhenald Kasali ngomong di Mata Najwa menyinggung Pilkada Banten SANGAT KETUTUPAN berita DKI, sehingga bahkan orang Banten (apalagi Tangerang) banyak yang tidak mengenal kedua cagub. Paling tahunya salah satu anak koruptor, satu tukang masang spanduk (Wahidin Halim).

Ini mau pilkada, tenang sedikitlah ya. Orang-orang yang niatnya mau pecah belah bangsa malah bikin kebakaran jenggot lagi. Padahal ini Ahok atau Humphrey lagi (maaf) agak blunder dan mengucapkan statement yang SANGAT SANGAT RAWAN DIPELINTIR. Tapi namanya juga kaum bikin kebakaran jenggot, kaum carmuk, sulit untuk mencegah kebiasaan lama.

Btw, beberapa berita yang membantu memahami skandal Ahok-Humphrey-SBY-MA


  1. Barbuk yang disinggung pengacara Ahok soal Ma'aruf bicara dengan Sibeye http://pilkada.liputan6.com/read/2620355/sby-telepon-ulama-nu-saat-agus-yudhoyono-minta-restu-maju-pilkada kemudian disalahpahami jadi transkrip oleh Pepo. Lalu Pepo baperan.
  2. Berita yang merefer ke situ http://news.liputan6.com/read/2843485/ahok-minta-maaf-ke-ketua-mui-kh-maruf-amin
  3. Ahok minta maaf kepada Ma'aruf Amin hari ini http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/01/15051811/ahok.saya.minta.maaf.kepada.kh.ma.ruf.amin.
  4. Salah satu dugaan kuat bahwa dugaan penyadapan terhadap Sibeye hanyalah selentingan WhatsApp kemarin sore. Juga dipanasin doang, sreng sreng sreng! http://nasional.sindonews.com/read/1176007/13/tuduh-kh-ma-ruf-amin-bohong-kecaman-terhadap-ahok-terus-mengalir-1485924175


Kata-kata Iwan Fals BONGKAR KEBIASAAN LAMA nggak semudah di mulut ya.


Kebiasaan lama kalian menebar hoax, aksi tipu-tipu, aksi saling serang, aksi kotor, kayak lagu Bento, ternyata LEBIH KOTOR dari dugaan kita. Kebiasaan lama anak-anak mahasiswa atau apalah itu yang selalu gulingkan dan jelekin pemerintah mentalnya, oh God, mahasiswa itu harusnya jadi teman pemerintah bukan jadi musuh bebuyutan. Ya, kalo mahasiswa gue tahu, mungkin ini dampak demokrasi kita kelamaan kotor sih.

PUAS LIHAT NEGARA HANCUR, HAH?

Now I have to be really ANGRY to you all. Ya, gue udah geram nih. Prihatin. Tulisannya aja "Sael Prihatin". Prihatin apa? Masalah yang sesimpel video SBY (Si Buni Yani) bisa bikin NKRI nyaris kelar dalam semalam. Why? Kalau sampai terjadi konflik horizontal, welcome back the great destruction. Sekarang aja gara-gara banyak badut politik, tukang hasut, tukang cari peluang, koruptor kejet-kejet, NKRI sudah terancam digoyang. Masalahnya, mereka ini tokoh yang harusnya jadi panutan bukan jadi bahan lawakan. Nggak malu sama si Farhat Abbas?

Trauma digaruk lagi, sudah tahu banyak yang trauma terhadap sesuatu ya, yang sangat menyeramkan dan direkam di benak anak-anak dari kecil. Ketakutan yang dipolitisasi dan dijadikan bahan untuk menguntungkan diri sendiri. Aduh, makanya banyak yang bilang stop lah menggaruk luka lama. Dilakukan secara harafiah aja sakit, apalagi kalau yang digaruk luka hati.

Ketika rumah ibadah sudah dijadikan tempat politik, padahal jelas ada undang-undang yang melarang kampanye di rumah ibadah. Anak-anak dijadikan bahan politik, masih mending ya kalau anak-anak dilibatkan kampanye positif semacam pelayanan kesehatan anak dan sekolahan akan diperbaiki, nah kalo diajak dan dihasut tolak nomor anu, lah etis nggak? Mau ditahan kata-kata kasar tapi, doa terus supaya nggak terketik di blog karena ngerinya pengaruh rekam digital.

Pertemanan putus. Paling sedih persaudaraan goyang. Nah, ini yang ingin digoyang dari dalam.

Tapi yang paling menyedihkan ketika kalian tidak peduli. Gue paling prihatin sama yang gak peduli gini. Oke, kalo tau politik itu bikin pening kepala, sama gue juga pening gak sepakar analis Seword yang sudah merintis itu web dari 2015. Gue nggak sepakar analis Kompasiana pas lagi hype tahun 2011. Tapi yang penting kalian peduli dulu!!! Setidaknya tahu isu terkini, kan sekarang ada Line Today hahahah. Bisa juga lihat dari timeline orang. Bukan hanya tahu, tapi yang muda-muda ini dituntut melakukan perubahan terhadap negeri ini!

Kita butuh usaha sangat kuat. Kalian semua harus peduli, meski memang mainan politik-debat cagub-dan lain-lain memang agak menyakitkan sekalipun lawak bagi sejumlah orang. Kalau ada orang ribut, memang sekarang yang terbaik diam, tapi kalo udah gak masuk akal konten debatnya. Tell the truth though it hurts. Peduli walaupun sakit. Sekali ini ajalah peduli, negara kita lagi mau diacak-acak bro....

Kalau negara diacak-acak kaum sebelah, nanti jadinya ngurus surat lama, ngurus KTP pake pelicin. Tanah mahal, susah beli rumah gak pake ijon. Korupsi merajalela, duit negara dibikin jalan-jalan dan belanja mewah, seakan kita diwakili oleh mereka untuk merasakan hidup mewah. Negaranya miskin, kotor, berantakan, hanya bagus di bagian yang untuk pencitraan aja. Helloo, ini Indonesia negara 100 orang apa 240 juta orang?

Gini harusnya demo, jangan teriak-teriak di jalan.
Jatuhnya kita yang rugi lho memilih pemimpin salah. Kita yang rugi membiarkan negara diacak-acak. Kita ketinggalan dan diketawain negara lain, udah gitu nggak ada yang jamin ketentraman dan kesejahteraan. Semua janji manis nantinya.

Kita rakyat biasa memang hanya bisa prihatin... Nah, Bapak Prihatin Nasional itu dinyinyirin kenape/ om? Soalnya, dia punya kuasa masa bisanya cuma bilang PRIHATIN. Bisa perintah sana sini, percepat pembangunan kok bisanya PRIHATIN. Giliran kasus yang menyangkut nama baik dia eh baper, padahal kalo menurut Jokowi yang begini masih selow level parah sih. Kalau rakyat jelata kayak kita paling banter ya memegang jabatan, tapi seperti kata Ahok, peganglah jabatan untuk melayani. Janganlah berpikiran menduduki jabatan demi duit doang atau hidup bahagia doang, money-power-woman cannot buy happiness.

Pedulilah terhadap negara kita:

  1. Jangan mau terhasut kabar yang tidak benar, selalu periksa.
  2. Jangan hanya mau mendengar apa yang ingin kita dengar. Seleksi semuanya itu. Filter media sosial dll adalah robot tak punya nalar.... jangan mau kalah dong.
  3. Sebarkanlah pesan ketenangan dan pesan antihoax. SBY JANGAN DITIRU karena itu statement busuk bener, ngajak ribut, mancing-mancing di air keruh.
  4. Kalian yang merasa jujur dan punya kerinduan terhadap negara ini, buatlah gerakan. Jangan demo barbar ala kaum sebelah... Caranya elegan sedikit lah. Minta nomor WhatsApp pejabat dan undang ke seminar atau acara tanya jawab. Paling kecil gerakan anti hoax.
  5. Yang sudah cukup umur, persiapkan diri ke pemerintahan. Karena kata Ahok, jadi pengusaha tidak bisa membantu orang sebanyak menjadi birokrat. Siapkan mental dan hati untuk menjadi politikus ulung, bersih, dan siap menghadapi apapun.


Gue kira sebenarnya sedang tibanya negara lagi begini. Badut politik keluar ibarat kalau orang sedang membuka bekas operasi. Ingat, Pakde sendiri bilang akan berat dalam berjuang merevolusi mental, but we can make it. Harus bisa! Jangan di tempat aja!

Ps: yang bikin ngakak dari serial Sibuya adalah, bener juga sih meme yang menyindir SBY gak mau datang ke Jokowi. Memang dia merajuk mau diundang. Haduh, play victim apa bedanya sama anak kecil. Kata motivator, udah gak jaman lho menjadikan diri LEMAH kayak twit Bapak, jadilah KUAT!

Baru balik ngurusin acara pelepasan wisudaan besok, eh Whatsapp tubir, eh ribut. Wajar sih, mengingat hari ini suhu politik naik secara...

10 comments:

  1. Sekedar buat ngaca om. Ini di dlm gereja . Semua omonganmu itu bullshit. Gereja berpolitik, kenapa masjid gak boleh?? https://m.youtube.com/watch?v=WA96sKEjAKg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gereja marah nih pas ada yg dukung salah satu capres http://pemilu.seruu.com/read/2014/07/03/220134/dukung-prabowo-3-pendeta-dikirimi-surat-terbuka

      Delete
  2. ga ada kerja sudah tahunan, ga ada pemasukkan,kerjanya gugat gugatan trus , negara bisa bangkrut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, negara bangkrut kalo kita ribut terus, korupsi terus

      Delete
  3. Dia salah kamu jg salah... Gak bener emang kalo khotbah dipake politik, gw jg gak lupa ribut ribut khotbah bawa bawa nama prabowo dan itu dikecam netizen jg...

    Jangan pake jurus mencari kesalahan orang yang sama demi pembenaran tindakan ente. Ini sama aja kayak "yang lain aja boleh nyontek kenapa gue nggak"

    ReplyDelete
  4. Setuju sama 5 langkah peduli negara versi TS..... (y)

    ReplyDelete
  5. Kalo emang si ahok bersih kenapa gabung sama pdip yg sarang koruptor n preman, harusnya tetap independen tanpa partai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih aja dendam pdip mimin rais dibawa bawa... Gua jg gak senang sama pdip.

      Salahkan begundal dpr dprd yg memaksa ahok dgn mempersulit di independen

      Lagian semua parpol itu ada angel ada demon. Bedanya cuma mana yg lebih kedengeran. PDIP kebetulan lg kedengeran yg baik baiknya. PKS Demokarat lagi kedengeran yg busuk busuknya.

      Delete
  6. Bingung juga kalo ngebahas politik mah,karena gitu2 aja si..tapi mudah2 an lebih baik

    ReplyDelete