Hari Ini Ahok Memang Belum Meninggal, Tapi Sedihnya Mendekati Kalo Kejadian

4/19/2017 05:58:00 AM Sael 0 Comments

Kehilangan hari ini emang bener-bener bikin sakit hati. Bikin orang gagal fokus. Yang bukan KTP DKI aja banyak yang sedih, berduka, malu, apalagi yang KTP DKI atau sering berkegiatan di DKI. Feed bikin kesal orang yang pada dasarnya nggak peduli amat sama pulitik politik dan segala jenisnya. Semuanya isinya RIP Jakarta, siap-siap dipimpin DP nol persen, awas program oke oce, dan risiko Indonesia menjadi negeri super intoleran. Ya ini memang belum melihat hasil dari sidang penistaan agama besok, tapi... hancurlah hati warga Jakarta.

Okelah, Ahok can go wherever he wants to. Whatever offered to him. Ahok memang orangnya oportunis dan inilah yang kira-kira terjadi pasca lepasnya orang ini dari tampuk kepemimpinan DKI. Ahok belum meninggal ini. Bisa diarahkan ke mana-mana, dan yang paling diharapkan orang jadi  Mendagri, sehingga hmmm, mau gubernurnya Anies juga sama aja rasanya minimal dengan Pak PLT (Soni Sumarsono) memimpin.

Dan ingat, bisa jadi beberapa hari ke depan adalah kemenangan dari hasil hitung total Ahok, karena ada perbedaan signifikan dengan QC. Hehehe.

Ya sudah, Ahok Djarot juga legowo, biarlah Jakarta jadi milik kaum oke ngoceh, eh oke oceh dan saya bisa istirahat setelah lelah memimpin DKI kok digontok-gontokin kaum bumi datar dan orang-orang yang kurang teredukasi.

Masalahnya, kesedihan kita adalah, banyak. Hujan yang mengguyur Jakarta dan kayaknya satu Jawa bisa agak menggambarkan kesedihan gue. Feed yang bertebaran tulisan dan segala sesuatu berbau politik juga, begitulah. Kemudian pendukung oke ngoceh gencar menyerang akun-akun yang meledek ketidakmampuan Anies-Sandi dalam menghadapi pertanyaan debat Jakarta.  Ditambah komentar-komentar terhadap sumbu pendek yang bikin rebek suasana aja.

Jakarta jatuh ke tangan orang gajelas. Anies-Sandi mungkin masih bisa diwaraskan dan diajar selama 6 bulan ke depan untuk yah, lupakan segala pilkada dan fokus kerja benahi Jakarta. Tapi, ngerinya orang-orang di belakangnya itu. Cagub dan cawagub baik, tapi di belakangnya gontok-gontokan terus.

Jakarta mau dibikin bersyariah lah, dibikin cuma buat kaum bumi datar lah (gue gak tega sebut agama), wah ngeri. Orang-orang otak teroris yang tahunya cuma intimidasi dan tanpa sadar dipake buat alat politik. Mereka yang junjungannya menang aja masih sering menghina yang kalah.

Sementara itu, kalo nggak ada apa-apa dalam 6 bulan ke depan, steady state, yah salah satu kesedihan gue terwujud. Banyak yang akan lebih parah dari zaman SBY atau di daerah-daerah lain kalau nggak Jokowi segera bertindak.

It is not about Ahok. Dari kemaren gue juga memperjuangkan Ahok cuma karena nggak ada calon lain yang konsep dan kerjanya bener. Bahkan sampai kata pak PLT ketinggian standarnya. Yang lain modal pasukan bumi datar semua - pasukan yang mudah dicekoki ini itu ini itu. Sementara Ahoker dalam hati menyimpan banyak kritikan ke Ahok dan menumpahkan semua itu di Balai Kota atau dinas terkait.


Ketakutan gue, yah, sebut aja satu deh, sia-sia gue nulis. Nggak akan ditanggepin. Muka tembok semua tuh pejabat. Cuma bagi-bagi duit dan yang parah akan membagikan uang ke orang-orang intoleran macam yang suka mengkafir-kafirkan orang itu - nah seharusnya ini juga bisa disikat 

Usulan gue soal infrastruktur cuma jadi debat rumpi di forum skyscrapercity dan bahkan Seword yang seberpengaruh itu terhadap isi otak rakyat Indonesia. Usulan gue soal perbaikan fasilitas lah, pembangunan taman, SDM, kayak ngomong sama batu. Mangkrak. Yang ada ya proyekan yang nilainya begitu nikmat buat dikorupsi macam reklamasi.

Ketakutan gue juga, kaum bumi datar kembali meraja. Itu sudah, ah sudahlah. Pemikiran sesat mereka masuk DKI dengan mudah. Intoleransi bawa-bawa agama makin hari makin naik, apalagi dengan Anies banyak pernyataanya tempo hari yang dukung kelakuan nakal FPI dkk ini... Gue sangat berharap plintat-plintut Anies di sini ke bumi datar, sehingga nanti dia dikatain syiah lah apa lah sama mereka, macam Ridwan Kamil. Hehehehe

Yah, harapannya Anies-Sandi jalankanlah tugas Ahok. Itu aja, jangan ditambah jangan dikurangin. Para menteri tolong dimarahin dan dihukum kalau nakal anak-anak ini! Yah, semacam DP nol persen itu, tolong dikondisikan OJK! Oke Ngoceh Mart, tolong dikondisikan Mendag! Dengan keterbatasan akibat otonomi daerah, ingat, pusat masih bisa "bermain" dan menekan gubernur yang nggak mau kerja. Ada aja caranya.

Kehilangan hari ini emang bener-bener bikin sakit hati. Bikin orang gagal fokus. Yang bukan KTP DKI aja banyak yang sedih, berduka, malu,...

0 comments: