Kenikmatan Pulang

4/28/2017 01:13:00 PM Sael 0 Comments

Entahlah, gue nggak mau nulis politik dulu. Nulis yang panas-panas bentar aja lah. Yah, gue merasa udah terwakilin sama jagoan-jagoan penulis di Seword sih. Hahahaha, aku mah apa atuh cuma pemula. Yaudah ngomongin pulang. Yakin?

Kebanyakan udah tau kan bahwa yeay, gue... eh tunggu dulu, cek latar belakang pembaca. Kalau teman kampus dan beberapa teman sekolahan tau lah gue baliknya tiap Jumat atau Sabtu dan datang ke kampus di hari Senin. Ya gitulah nasib anak nanggung, dibilang jauh nggak separah anak daerah yang mencari ilmu di kampus ini, dibilang deket juga nggak - bisa dikatakan salah satu paling jauh di Jabodetabek.

Nah, gue gak bahas itu. Bahas-bahas ah, nikmatnya balik pulang. Termasuk juga throwback-throwback-an ya, itu bagian dari pulang ke masa lalu, atau bisa dikatakan naik alat Doraemon yang namanya mesin waktu (haaaaa).

Semua kenikmatan itu datang dari refreshing. Rekreasi. Yaudah, inti artikelnya di sini. Pulang balik ke rumah atau mudik nikmatnya datang dari refreshing. Salah satunya. Bisa menyegarkan pikiran dan bikin yah, sejenak lupa akan realita. Parahnya, ada yang, dan banyak yang gue ajak ngobrol bilang kalo balik ke rumah rasanya capek meskipun aslinya nggak. Banyak yang sampai lupa ngerjain tugas karena merasa udah balik rumah tinggal tidur.

Astaga.

Nah, kalo refreshing doang bukannya bisa ke Ancol? Bisa pergi wisata sejauh mungkin nyari tempat antah berantah, kalo perlu bertapa sana minta ajian di tempat seterpencil Bojongmanik. Intinya nggak harus dengan balik rumah atau balik kampung kan?

Lha, bukan rekreasi doang esensinya. Salah kaprah bener kalo udah sampe pergi ke kampung sendiri cuma dianggap sekedar refreshing. Mencari jejak cuma sekedar menyegarkan pikiran dari kepenatan tugas dari sekolahan dan kantor. Lebih dari itu!

Esensinya: ini tempat yang dulu elo menggantungkan hidup, tempat elo dibesarkan, ya... makanya pulang mudik itu acaranya bukan cuma tamasya doang. Tamasya mah nggak usah sampe jauh-jauh keles atau gak harus selalu pulang (kampung)...


Mengenang tempat elo dibesarkan alias rumah, melihat suasana kota setelah lama nggak bertandang, melihat tempat sekolah yang sekarang berubahnya bikin pangling. Ketemu teman bertahun nggak ketemu, bukan cuma 1-2 tahun doang. Ngobrol santai yang belum tentu setahun sekali bisa terwujud. Yang paling parah sih jelas ngakakin aib jaman bocah, hahaha maluuuu...

Nah... ada satu yang lebih dari cuma lihat-lihat pemandangan eksklusif, alias lihat lagi kenang-kenangan. Ketemu keluarga. Ini dia esensi pulang balik. Ini dia esensi selalu kangen rumah. Ada orang rumah yang sangat berbeda dengan teman dan sahabat yang datang dan pergi.

Mereka dengan segala kekurangannya siap mencintai lo sepenuh hati karena hubungan darah. Hubungan batin yang kuat. Saling memiliki. Hubungan saudara kandung dan saudara sepupu begitu tidak bisa dipungkiri kan?

Sehingga kontak batin yang berwujud rasa kangen akan selalu memanggil pulang. Meski mungkin rumah dan segala isinya biasa saja, tapi orang yang ada di dalamnya adalah harta berharga, yang kalau sampai hilang, tak tergantikan oleh apapun.

Jadi, apa nikmatnya pulang? Ketemu keluarga dan orang terdekat, syukur-syukur bisa throwback hehehe. Jadi, yang belum kepikiran pulang kampung, segera menabung dan cepat pulang hahahah, bukan karena dipanggil orang tua, tapi ada panggilan hati :D

Begitulah.

Entahlah, gue nggak mau nulis politik dulu. Nulis yang panas-panas bentar aja lah. Yah, gue merasa udah terwakilin sama jagoan-jagoan pen...

0 comments: