Cara Ke Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, Terutama dengan KRL Commuter Line

6/19/2017 09:46:00 AM Sael 0 Comments

Oke, sedikit menjauh dari yang panas-panas, sekarang ada kepikiran untuk bikin tutorial jalan-jalan sih, karena kenapa pengetahuan yang kita punya nggak dishare? Hahaha. Nah, musim mudik begini, udah waktunya sharing yang bisa membantu perjalanan para pembaca dan para kaum numpang lewat. Hahaha



Sebenarnya udah ada beberapa blog yang berbagi tentang ini, tetapi gue kenapa tetap nekat nulis? Ya, karena ada yang baru, ada detail yang belum disampaikan mungkin. Yuk, langsung aja, ini tips buat ke stasiun Senen dan Gambir, yang punya kelemahan nggak dilayani Commuter Line sehingga agak merepotkan bagi banyak orang.

Stasiun Gambir



1. Arah Tangerang
Naik KRL sampai Stasiun Duri terus naik ojek online, bajaj, dan kawan-kawannya ke stasiun Gambir. Jaraknya 5,2 km tapi ini menghemat jarak dan waktu, ketimbang memutar ke Manggarai terus naik lagi ke arah Gondangdia. Sebenarnya kalau ingin menghemat, apalagi kebetulan ada CL ke arah Bogor, direkomendasikan juga mulai naik transportasi lain dari Stasiun Tanah Abang karena jaraknya lebih dekat (3,3 km).

Kalau dari Gambir mau ke Tangerang, disarankan langsung menuju stasiun Duri supaya nggak ketinggalan kereta Tangerang yang jarang itu hanya gara-gara kereta loopline (Tanah Abang-Angke) telat. 

Untuk sekitaran Daan Mogot Jakarta Barat, nggak direkomendasikan naik KRL karena frekuensi jarang dan peluang dapat duduk kecil, apalagi kalau jam kerja pagi, sangat direkomendasikan naik busway karena berhenti di halte Gambir 2.

2. Arah Serpong/Parung Panjang/Rangkasbitung
Naik KRL sampai Stasiun Tanah Abang, turun di situ, naik transportasi lain ke Gambir. Jaraknya dekat kok, ketimbang harus memutar ke Manggarai terus naik ke Gondangdia. Alternatif lain turun Stasiun Sudirman/Manggarai terus naik transportasi lain dari situ, ini terutama kalau ada penutupan/macet total di daerah Kebon Sirih. 

3. Arah Bekasi, Kota, dan Bogor 
Ini paling dimudahkan, ada dua pilihan stasiun yaitu Gondangdia dan Juanda. Gondangdia-Gambir sebenarnya dekat (1 km) tapi gara-gara satu arah jadi berbeda jauh jarak pergi dan jarak pulang. Untuk tujuan Gambir lebih baik turun Gondangdia, untuk yang pulang dari Gambir lebih baik turun Juanda, soalnya pertimbangan jarak terdekat.

Gambir-Juanda 1,2 km (menyeberang naik JPO), 2,1 km (kendaraan masuk pelataran stasiun JUA, itu butuh putar balik agak jauh)
Juanda-Gambir 2,3 km plus di KRL ada risiko ketahan sinyal masuk GMR (not recommended)
Gondangdia-Gambir 1 km
Gambir-Gondangdia 3,9-4 km (not recommended)

4. Arah Tanjung Priok
Nah, meskipun traffic KRL di sini sangat jarang, tapi tetap dikasih kok panduannya berhubung pasti ada yang mau coba jajal jalur ini sekalian ke Gambir. Direkomendasikan turun di Jakarta Kota terus naik kereta Bogor/Depok/Bekasi turun di Juanda. 

Kalau lagi hoki cek di KRL Access/dengar dari announcer ada jadwal KRL Jatinegara di Kampung Bandan, ganti kereta di Kp Bandan ke arah Jatinegara, lalu turun Stasiun Kemayoran. Tapi nggak direkomendasikan karena keretanya jarang sejak pengurangan perjalanan di ruas ini tahun 2016.

Stasiun Pasar Senen

Stasiun Pasar Senen, pintu masuk KRL ada di dekat ruang tunggu, tepat di ujung kanan pembatas


1. Arah Tangerang
Ini sangat tergantung untung-untungan di Stasiun Duri. Kalau kereta tujuan Jatinegara minimal diumumkan announcer "di stasiun Sudirman", lebih baik tunggu, naik kereta tujuan Jatinegara sampai stasiun Kemayoran, lalu sambung transportasi lain dari sana. Jangan memutar di Gang Sentiong karena frekuensi KRL jarang sekali.

Kalau sedang sial kereta ke arah Jatinegara lama, bisa naik Commuter Line ke Tanah Abang lalu lanjut transportasi lain dari Stasiun Tanah Abang. Kalau sial sekali atau memang mengejar waktu, sementara KRL dari kedua belah pihak (dari Angke/dari Tanah Abang) gak bisa diandalkan, keluar dari stasiun Duri dan naik transportasi lain dari situ. Jarak di jalan memang jauh, sekitar 7,5 km.

Untuk tujuan pulang, tinggal naik KRL tujuan Bogor dan turun di Duri. Pengguna KRL dari Senen banyak yang turun di Duri karena hmm, kedekatan jarak ini. Kalau nggak mau macet, bisa digunakan lagi taktik lewat jalan rayanya....

Untuk warga Daan Mogot belahan Jakarta Barat, tidak direkomendasikan naik KRL, dianjurkan naik Transjakarta tetapi sebaiknya jangan turun di halte Senen karena tangga curam dan keluar haltenya berputar-putar. Keluar halte Senen itu di kolong flyover arah Ancol sementara busway dari Harmoni berhenti di jalan arah ke Cempaka Putih. Alternatif menghindari halte Senen ini, bisa turun di halte Kwitang atau Galur, lalu naik transportasi lain dari situ. Resikonya agak lebih macet dan menambah ongkos....

2. Arah Serpong/Parung Panjang/Rangkasbitung
Untuk yang dari Rangkas disarankan naik Krakatau sekalian kalau tujuannya nggak ke Daop 2 atau Daop 4, dan tentunya kalau nggak terikat dengan jam berangkat. Tapi sampai saat tulisan ini dirilis yaa, Krakatau masih pengaturan harga yang bikin menyebar rumor pemotongan rute Krakatau hanya sampai PSE/Senen, sehingga sampai saat tulisan ini keluar, jadwal-jadwal kereta melibatkan Krakatau (PSE-MER) nggak muncul di situs pembelian tiket online.

Simpelnya, pengguna KRL dari Serpong and beyond silakan turun di Stasiun Tanah Abang, terus gunakan ojek online, bajaj, dll dari situ. Kalau sedang beruntung ada kereta tujuan Jatinegara, minimal announcer mengumumkan kereta itu berangkat Stasiun Manggarai, naik aja dan turun di stasiun Kemayoran. Kalau kereta tujuan Jatinegara masih di Cawang, apalagi kalau apes kadang bisa baru berangkat UI, mending naik ojek online.

Jarak Tanah Abang-Senen itu 4,3 km via Kwitang/st Gondangdia, tapi sering macet. Makanya Google Maps kadang menunjukkan jalan memutar lewat Istiqlal yang jaraknya bertambah 1,5 km - tapi lebih lancar.

3. Arah Bekasi
Ini lagi-lagi paling dimudahkan, tapi ya itu, sering-sering ketahan hahahah. Tentu sangat mudah ke Senen, turun Jatinegara dan berpindah ke jalur 5-6, paling ujung. Terus tinggal turun di stasiun Senen. Kalau keretanya tidak tersedia di Jatinegara (nggak ada satupun kereta yang terlihat di jalur 5-6/sisi kanan dari arah datangnya kereta Bekasi) atau masih jauh, lebih baik bablas sampai Stasiun Gondangdia/Juanda dan lanjut transportasi lain dari situ.

Untuk warga Buaran sampai Klender, ada alternatif menggunakan Transjakarta sampai stasiun Jatinegara (ada halte yang tepat di depan stasiun Jatinegara). Nggak bisa dikatakan tidak disarankan karena baik KRL dan TJ ada penghalang atau biang macetnya. KRL dengan sinyal masuk Jatinegara dan Cipinang, kalau Transjakarta dengan 4x2 lampu merah, terutama lampu merah Cipinang yang sering bikin TJ kesusul KRL.

Untuk yang pulang ke Bekasi dari Stasiun Senen, terutama yang nggak sempat membeli tiket hanya sampai Bekasi, naiklah dari Stasiun Kemayoran. Sepertinya banyak yang tahu trik ini karena stasiun Kemayoran sering ramai kalau jam-jam sore, baik yang kerja di sekitar Senen atau bubaran naik kereta jarak jauh hahaha. 

4. Arah Bogor
Untuk yang dari Stasiun Senen mau ke jalur Bogor Depok, sudah dimudahkan dengan KRL dari Jatinegara berhenti di Senen. Disarankan langsung naik KRL biar nggak ribet. Kalau mau KRL lebih sering, jarak lebih dekat, untuk yang nggak mau berebut dengan roker Tangerang Serpong di pagi hari, dan nggak sering ketahan sinyal masuk, bisa naik ojek online dan sejenisnya ke Stasiun Cikini.

Resikonya naik KRL dari Senen itu ketahan beberapa sinyal masuk. Yang sering ketahan masuk ada Kampung Bandan, Duri (sejak dihapusnya feeder sudah jarang terjadi), Tanah Abang, dan tentu Manggarai yang bisa 2 kali. Kalau sial, meski jarang terjadi, bisa juga ketahan masuk Angke, Kemayoran dan Rajawali. Sementara kalau naik dari Cikini hanya perlu merasakan ketahan sinyal masuk Manggarai.

Eh jadi lupa kan mau bahas bagaimana dari Bogor ke Senen. Kalau punya banyak waktu dan tak mau lepas dari KRL, bisa naik KRL turun Manggarai, nebeng tujuan Bekasi sampai Jatinegara, dan dari Jatinegara naik lagi ke Senen. Nah, menurut beberapa orang itu nggak praktis, belum kalau KRL berangkatnya lama.

Dari Bogor ke Senen, bisa turun di Stasiun Gondangdia sebagai titik terdekat, tapi suka macet di Kwitang. Kalau macet di daerah sana, lebih baik turun Stasiun Juanda untuk menghemat ongkos gara-gara memutar lewat Gambir, lumayan selisih 1 km.

Kalau posisi kalian di kereta tujuan Angke/Jatinegara, sementara kereta ke Kota masih jauh di belakang (kalau turun Manggarai, announcer mengumumkan kereta tujuan Kota lebih jauh dari Kalibata/Buaran, katakan kereta tujuan JAKK masih berangkat Lenteng Agung) bisa turun stasiun Sudirman dan naik transportasi lain dari sana.

5. Arah Tanjung Priok
Nah, meskipun traffic KRL di sini sangat jarang, tapi tetap dikasih kok panduannya berhubung pasti ada yang mau coba jajal jalur ini sekalian ke Senen. Supaya nggak repot, disarankan turun Stasiun Ancol karena frekuensi KRL Loopline jarang lho, dan sering nggak cocok dengan jadwal KRL Priok.

Nah, sekian tips-tips yang sudah banyak beredar, hanya agak dimodifikasi ini. Selamat jalan-jalan dan selamat Lebaran!

Oke, sedikit menjauh dari yang panas-panas, sekarang ada kepikiran untuk bikin tutorial jalan-jalan sih, karena kenapa pengetahuan yang kit...

0 comments: