Terakhir Itu Berat

7/30/2017 06:56:00 AM Sael 0 Comments


Juli ini kayaknya banyak banget kabar duka ya?

Siang-siang bolong Jumat, di tol, gue buka twit dan baca Chester meninggal. Ku tak tahu awalnya siapanya Linkin Park itu - sekalipun gue cukup doyan lagu Linkin Park, dan gue KAGET SETENGAH MATI ketika baca itu vokalisnya. Yupz. Vokalis adalah kekuatan utama sebuah band, apalagi yang unik seperti Chester ini. Kalau sudah tidak ada mending bubar sajalah.

Terus gue kaget juga ketika di radio kesayangan gue kalau Sabtu-sabtu, announcer kesayangan gue dari gue tahu radio di luar pilihan ortu, RESIGN! I feel it. Ketika gue harus pisah dengan radio sekolah, sekitar 8 Mei 2015 ya pas angkatan gue ujian praktek seni, it is so damn so speechless. 

Secara defacto, siaran terakhir gue di radio sekolah sebenarnya pas udah jadi mahasiswa aktif UI sih. Ya, apalagi itu gw di ruang siaran pakai embel-embel FTUI. Waduh. Yah, emang tujuannya buat sosialisasi kampus ke angkatan bawah. CGTS ala-ala gitu. Siaran apaan? Gue bajak radio sekolah dan menginfokan pengeboman di Thamrin.

Lalu, Jumat seminggu setelah kematian Chester Bennington, gue dapat kabar dari Line bahwa senior gue meninggal. Gue awalnya nggak percaya, gue pikir jarkom orang tua meninggal. [jadi teringat salah seorang dosen gue yang ayah dan ibunya meninggal di saat berdekatan :'( ] Setelah ditelaah chat "Innaillahi" yang ada di grup, ternyata... senior gue yang meninggal karena kecelakaan di Klaten. Nggak percaya gue.

Apalagi kakak yang sudah lulus itu adalah salah satu panutan gue juga, bagaimana seorang bisa memimpin di lembaga mahasiswa. Sebelum gue merilis tulisan ini, sempat gue cari beritanya dan ternyata confirmed kak Shofiyyah Taqqiyah (Shofi) meninggal. Beritanya di sini (Tribun) dan di sini (Solopos).Ternyata beritanya dirilis saat gue masih di jalan pulang dari Bandung, dan sialnya HP lowbatt sehingga tidak internetan untuk sementara waktu. Kecelakaan ini memakan korban jiwa dan terjadi di jalur utama Jogja-Solo sehingga membuat media merasa perlu memberitakan juga.

Terakhir gue mendapatkan pelajaran sedalam ini saat kelas 11. Waktu itu, sempat lho setiap bulan ada orang tua siswa, guru, bahkan ada 2 siswa dan 1 guru yang meninggal. Di sekolah gue. Kalau Ibu Guru itu meninggal karena serangan jantung (ini praktis membuat kepanikan satu sekolah, sampai sekolah dipulangkan cepat karena guru-guru melayat), kalau yang masih siswa karena kecelakaan motor yang mengenai kepala.

Source: twitter @saelsaelz ex @m_sael

Gue masih ingat ketika anak Pahoa yang meninggal itu menjadi buah bibir tujuh hari tujuh malam satu sekolahan. Dari waktu ramai-ramai "pray for" di BBM dan Twitter - dulu Line belum memasyarakat, kondisi fisik akibat kecelakaan yang sangat menyedihkan, sampai akhirnya meninggal. Ada satu lagi yang karena kecelakaan motor di daerah sekitaran Tangcity, padahal sudah mau lulus dan meninggal saat mengurus sesuatu buat wisuda!

Semua kisah itu bermuara di tempat sama. Ketika segala sesuatu yang lo suka, lo sayangi, lo kenal berakhir mendadak, itu sangat berat meski harus dijalani.

None of you want to lose someone that you love forever right?

Kehilangan benda mati seperti HP dan bahkan hal yang dengan lumayan mudah bisa dibeli kayak kartu Commuter Line dengan saldo di bawah 13 ribu aja bisa bikin nangis-nangis. Bukan karena nilai barangnya secara nominal, tapi how precious it is to you.

Apalagi orang? Entah dia pergi resign dari kerjaan atau tidak lagi berkuliah bareng, apalagi meninggal dunia?

Jadi, pesan moral dari cerita ini adalah:

  1. Selalu jadikan momen bersama teman dan saudara dan rekan dan apa yang lo suka sebagai momen terakhir. Banyak kejadian, ketika sedang menganggap seorang teman akan bersama kita selamanya, eh datang kabar duka bahwa teman yang kita maksud meninggal. Ingat cerita obat bunuh diri yang sangat legendaris itu? 
  2. Banyak-banyak berdoa, berkabunglah kalau lagi benar-benar sedih karena ditinggal orang tersayang, tapi ya jangan berlebihan karena dilarang agama. Sebaiknya ya, berdoa supaya Tuhan angkat kesedihan dan bikin lo bisa move on dari rasa sedih itu.
  3. Selalu ingat, tak ada yang abadi. Tak ada yang tahu apa yang terjadi besok.
Begitulah kira-kira. Bukan begitulah Seword yang gambarnya kura-kura, beda website itu. Tolong.

Juli ini kayaknya banyak banget kabar duka ya? Siang-siang bolong Jumat, di tol, gue buka twit dan baca Chester meninggal. Ku tak ta...

0 comments: