Mengapa Frekuensi Radio Indonesia Ganggu Pesawat? "107.9 FM!"

4/22/2018 09:32:00 AM Sael 0 Comments

Kebijakan pemerintah yang awalnya baik eh berujung neraka gara-gara stasiun radio liar mengganggu pesawat. Kesalahan terbesar saat plotting frekuensi adalah peletakan jatah untuk radio-radio komunitas di ujung atas band/pita gelombang FM. Masalah radio liar banyak dikomplain di Indonesia salah satunya ya gara-gara radio kecil hanya boleh bersiaran di frekuensi mepet penerbangan.

Frekuensi untuk penyiaran FM komunitas Indonesia adalah 107.7-107.9 MHz, untuk beberapa daerah yang belum sesak dengan radio dialokasikan 107.1-107.9 MHz, contohnya Kota Padang. Kadang-kadang frekuensi 108.0 juga digunakan, untuk beberapa radio juga boleh menggunakan frekuensi komersial (sebenarnya) apabila MASIH TERSEDIA atau radionya mau dibuat for-profit, contohnya 104.2 MSTri dan 97.7 Pro Alma Undip. Masalahnya di beberapa kota, apalagi Jakarta dan Bandung, space untuk membuat radio tidak ada sama sekali. Apalagi dengan penggunaan frekuensi radio yang kucing-kucingan dan senggol bacok. 

Kalau power-nya rendah sesuai ketentuan ya tidak masalah. Ketentuan maksimalnya adalah 50 W dan jangkauan 2,5 km. Beberapa radio komunitas banyak yang "tewas" gara-gara ini, contohnya RTC UI yang sudah pemancarnya kena petir, ketika selesai diperbaiki eh terganggu radio dangdut di 107.8 MHz. Pemancarnya menurut desas-desus tidak kuat menerpa pantulan dari beberapa radio besar, terutama V Radio (106.6) dan Bens Radio (106.2). Mau dinaikkan power-nya takut disikat Balai Monitoring (Balmon), karena mengganggu salah satu radio swasta di 107.5 FM (haduh, memang berantakan tata letak radio Bodetabek ini).

Permasalahannya, banyak yang pasang power seenaknya sendiri. Mengganggu frekuensi pesawat karena disiarkan dekat bandara, contoh kasus di Banyuwangi. Untungnya di Jakarta budaya menggunakan frekuensi radio komunitas untuk begini-begini tidak ada, paling beberapa radio komunitas yang nakal menaikkan power.

Masalah Bagi Pilot

Akibat banyak orang yang menyiarkan acaranya sendiri dekat bandara, menggunakan frekuensi 107.9 FM supaya tidak ketahuan Balai Monitoring (karena jika bersiaran menyenggol radio swasta besar pasti urusannya ribet), akhirnya banyak pilot terganggu. Frekuensi ATC sedunia itu sama di range 108-138 MHz, sementara radio komunitas di 107-108. 

Masalah pirate radio memang menimpa berbagai tempat di dunia, namun memang gangguan penerbangan tidak separah Indonesia karena alokasi frekuensi untuk radio komunitas dan liar biasa di 87-88. Untuk Amerika biasanya 87.5-91.9, kebanyakan negara menggunakan 87.5-88.0 sebagai ruangan kosong. Di Indonesia? Ya ada isinya lah.

Jadi, sudah jelas ya, masalah di awal peletakan frekuensinya salah, sudah begitu ketika di 107.7-108 banyak yang bandel sehingga nyenggol penerbangan deh. Malu nama Indonesia. 

Referensi

Kebijakan pemerintah yang awalnya baik eh berujung neraka gara-gara stasiun radio liar mengganggu pesawat. Kesalahan terbesar saat plotti...

0 comments: