Di Luar Radio, Klik Saelz.com

10/23/2018 10:15:00 AM Sael 0 Comments

Semua tulisan di sini hanya menyinggung radio aja ya. Semua postingan di luar radio akan dihapus dan dipindahkan bertahap ke Saelz.com dan TIDAK SEMUA DIPINDAHKAN.

Gue akan mulai gencarkan promosi Saelz.com di Instagram gue @saelz

Semua tulisan di sini hanya menyinggung radio aja ya. Semua postingan di luar radio akan dihapus dan dipindahkan bertahap ke Saelz.com  dan ...

0 comments:

Augie Fantinus: Jadi Penyiar Jangan Nakal Makanya

10/23/2018 10:09:00 AM Sael 1 Comments



Dunia radio gempar gara-gara Augie Fantinus diciduk. Nggak sengaja dapat berita itu semalam saat gue baru pulang dari Pacific Place, lewat notifikasi detikcom dan lainnya. Pagi ini dapat berita lagi Augie resmi ditahan.

Padahal baru waktu Asian Games ramai di Kis FM sendiri pas Augie jadi pembawa obor Asian Games, that torch relay. Pasti prediksi gue Kis akan tutup mulut tentang kasus ini, seperti yang terjadi di Delta FM saat Iwa K terciduk.

Sebagai pendengar Kis FM dan termasuk acaranya Augie Fantinus dan Ankatama sebelum masuk kelas pagi (jam 8/10), gue kaget. Sumpah. Pas hari Selasa setelah penahanan Augie, ternyata di Kis sendiri Anka ditemani penyiar yang gue lupa namanya. Sampai sekarang.

Meskipun perbuatan Augie memang salah dan melanggar hukum, lah kalau sampai menjadi bola api dan isu aneh-aneh kan bahaya..... Apalagi dianggap kebenaran.

Jadi Penyiar Jangan Aneh-Aneh

Gue teringat salah satu radio di Padang yang dikritik karena penyiarnya menyebutkan kata-kata yang sangat ada tendensi politik. Padahal radio diharapkan netral politik kan ya apalagi dengan tujuan orang mendengarnya di zaman now.

Teringat juga dengan kasus Iwa K yang ditahan gara-gara narkoba, dan saat itu di Delta FM acara Iwa K lagi naik daun. Iwa K juga menjadi timses salah satu calon gubernur DKI (menurut gue sebenarnya ini pun nggak boleh!). Untungnya acara curhat ala Iwa K kembali di V Radio beberapa minggu ini.

Intinya jadi penyiar itu jangan macam-macam lah. Kamu itu panutan masyarakat, punya influence apalagi dengan radio yang bersifat personal. Apalagi zaman now orang semakin mencari radio (agak heran sih gue). Kalau bisa tidak usah politik segala lah, tidak usah bahas isu terkini dengan pandangan tendensius. Jangan menyinggung macam-macam di medsos.

Kalau mau begitu, mending gak usah jadi penyiar sekalian. Job masih banyak kan jadi pengamat lah apalah.

Sumber:  https://news.detik.com/berita/4268809/berkas-kasus-akan-dikirim-ke-jaksa-augie-fantinus-segera-disidang Dunia radio gempar ga...

1 comments:

Blog khusus radio

10/02/2018 07:17:00 PM Sael 0 Comments

Mulai Juli 2018, konten blog ini diputuskan sepenuhnya membahas dunia radio. Ada berbagai pertimbangan, salah satunya karena lalu lintas blog ini terkait kata kunci "radio" luar biasa tinggi.

Untuk opini gue yang udah terlanjur ada di sini tidak dihapus. Namun untuk selanjutnya akan pindah ke Medium http://medium.com/@msael

Untuk musik (cover lagu, bikin lagu), gue akan rilis saelz.com pertengahan Oktober ini. Wait and see bro.


Mulai Juli 2018, konten blog ini diputuskan sepenuhnya membahas dunia radio. Ada berbagai pertimbangan, salah satunya karena lalu lintas blo...

0 comments:

Radio Jadi Pertahanan Terakhir Musibah

9/29/2018 08:21:00 AM Sael 0 Comments



Lewat radio, aku sampaikan kerinduan yang lama terpendam. - Sheila On 7

Lewat radio juga gue dengerin kabar terkini dari Palu. Tulisan ini diketik sambil mendengarkan RRI Pro 3 (88.8 FM). Terdengar kabar bahwa orang-orang di Palu kelaparan karena pedagang sudah tidak jualan. Saat ini (29/9 jam 10 malam) sudah ada upaya pengiriman bantuan dari Gorontalo, terutama makanan dan obat-obatan.

Kabar dari RRI Palu, ada 200 lebih pengungsi kekurangan makanan, minuman, air bersih, selimut.

Masih banyak lagi cerita menyedihkan dari Palu. Radio mengabarkan itu jauh lebih cepat dari televisi apalagi internet. Memang setiap ada musibah prinsip gue, "boleh tahu dari online, tapi dengarkan info real time dari radio."

Bahkan gue pun dapat kabar lagi, tsunami mencapai 6 meter karena ada warga yang sudah memanjat pohon tapi masih terkena tsunami juga di kota Palu. Padahal update di Wikipedia (rujukan ke media online) masih 5 meter bahkan orang-orang yang tahu dari media sosial hanya tahu 1,5m. Kemudian berita dibacakan dengan logat orang Palu.

Pertahanan Terakhir

Kabarnya jaringan komunikasi di Palu putus. Beberapa kali narasumber wawancara televisi dan radio putus kontak. Entah dari pemerintah atau malah lembaga masyarakat.

Boro-boro ngenet. Telepon aja gak bisa.

Gue buka video yang beredar di YouTube aja mau nangis. Sedih. Ibu-ibu dan anak-anak meraung menangis kehilangan anak-anaknya. Nama Tuhan diserukan di mana-mana tanda kepasrahan dan ketakutan. Informasi di YouTube itu belum termasuk informasi tambahan dari media mainstream.

Apalagi dengar kabar dari radio. It's even worse that I think before.

Dalam keadaan seperti ini memang radio yang paling bisa diandalkan untuk terhubung dengan dunia luar. Radio FM dan AM. Inilah pentingnya teknologi ini harus tetap dipertahankan di tengah zaman internet.

Sementara radio-radio berita memberikan kabar kepada dunia luar termasuk Jakarta, beberapa radio anak muda yang sudah berani bersiaran bertugas menghibur masyarakat dengan lagu-lagu populer. Menghibur mereka yang hanya kehilangan koneksi internet hingga sudah kehilangan keluarga. Siapa yang kuat berada dalam kesedihan berlarut-larut?

Apalagi perlu diingat salah satu tugas relawan yang gue tahu adalah menghibur anak-anak muda dan anak kecil agar tidak memikirkan bencana melulu. Begitu juga om-om dan tante-tante, diajak terdistraksi sebentar dari bencana agar tidak menjadi depresi bahkan gila. Mulai dari diajak masak di dapur umum hingga kegiatan seperti main catur dan sepak bola. Nah, radio yang berani bersiaran akan luar biasa meringankan tugas orang-orang ini.

Dan salah satu alasan gue menyebut radio adalah pertahanan terakhir: teknologinya paling murah ketimbang televisi apalagi reaktivasi BTS (menara seluler). Juga terbukti paling cepat direaktivasi. Televisi butuh power besar untuk pemancar, instalasi rumit, walau hanya relay dari Jakarta.

Sehingga biasanya dalam bencana alam, yang duluan aktif lagi adalah jaringan telepon (PSTN), radio, lalu televisi. Radio lebih cepat pemulihannya dari PSTN, apalagi dengan teknologi siaran tanpa butuh listrik AC (PLN), gue pernah lihat alat itu saat pameran radio. Ini yang memampukan radio ibukota bersiaran di kafe-kafe tanpa harus terhubung Internet dengan pusatnya. Alat yang umumnya digunakan saat darurat ini digunakan saat hari biasa untuk siaran keliling ke tempat nongkrong.

Tidak perlu alat itupun, asal menara radio dibangun di tempat tahan gempa dan desainnya benar, sudah pasti sangat resisten bencana.

Kalau sudah begini, yakin mau hidup tanpa radio?

Lewat radio, aku sampaikan kerinduan yang lama terpendam. - Sheila On 7 Lewat radio juga gue dengerin kabar terkini dari Palu. Tulisan...

0 comments:

Mengapa Frekuensi Radio Indonesia Ganggu Pesawat? "107.9 FM!"

4/22/2018 09:32:00 AM Sael 1 Comments

Kebijakan pemerintah yang awalnya baik eh berujung neraka gara-gara stasiun radio liar mengganggu pesawat. Kesalahan terbesar saat plotting frekuensi adalah peletakan jatah untuk radio-radio komunitas di ujung atas band/pita gelombang FM. Masalah radio liar banyak dikomplain di Indonesia salah satunya ya gara-gara radio kecil hanya boleh bersiaran di frekuensi mepet penerbangan.

Frekuensi untuk penyiaran FM komunitas Indonesia adalah 107.7-107.9 MHz, untuk beberapa daerah yang belum sesak dengan radio dialokasikan 107.1-107.9 MHz, contohnya Kota Padang. Kadang-kadang frekuensi 108.0 juga digunakan, untuk beberapa radio juga boleh menggunakan frekuensi komersial (sebenarnya) apabila MASIH TERSEDIA atau radionya mau dibuat for-profit, contohnya 104.2 MSTri dan 97.7 Pro Alma Undip. Masalahnya di beberapa kota, apalagi Jakarta dan Bandung, space untuk membuat radio tidak ada sama sekali. Apalagi dengan penggunaan frekuensi radio yang kucing-kucingan dan senggol bacok. 

Kalau power-nya rendah sesuai ketentuan ya tidak masalah. Ketentuan maksimalnya adalah 50 W dan jangkauan 2,5 km. Beberapa radio komunitas banyak yang "tewas" gara-gara ini, contohnya RTC UI yang sudah pemancarnya kena petir, ketika selesai diperbaiki eh terganggu radio dangdut di 107.8 MHz. Pemancarnya menurut desas-desus tidak kuat menerpa pantulan dari beberapa radio besar, terutama V Radio (106.6) dan Bens Radio (106.2). Mau dinaikkan power-nya takut disikat Balai Monitoring (Balmon), karena mengganggu salah satu radio swasta di 107.5 FM (haduh, memang berantakan tata letak radio Bodetabek ini).

Permasalahannya, banyak yang pasang power seenaknya sendiri. Mengganggu frekuensi pesawat karena disiarkan dekat bandara, contoh kasus di Banyuwangi. Untungnya di Jakarta budaya menggunakan frekuensi radio komunitas untuk begini-begini tidak ada, paling beberapa radio komunitas yang nakal menaikkan power.

Masalah Bagi Pilot

Akibat banyak orang yang menyiarkan acaranya sendiri dekat bandara, menggunakan frekuensi 107.9 FM supaya tidak ketahuan Balai Monitoring (karena jika bersiaran menyenggol radio swasta besar pasti urusannya ribet), akhirnya banyak pilot terganggu. Frekuensi ATC sedunia itu sama di range 108-138 MHz, sementara radio komunitas di 107-108. 

Masalah pirate radio memang menimpa berbagai tempat di dunia, namun memang gangguan penerbangan tidak separah Indonesia karena alokasi frekuensi untuk radio komunitas dan liar biasa di 87-88. Untuk Amerika biasanya 87.5-91.9, kebanyakan negara menggunakan 87.5-88.0 sebagai ruangan kosong. Di Indonesia? Ya ada isinya lah.

Jadi, sudah jelas ya, masalah di awal peletakan frekuensinya salah, sudah begitu ketika di 107.7-108 banyak yang bandel sehingga nyenggol penerbangan deh. Malu nama Indonesia. 

Referensi

Kebijakan pemerintah yang awalnya baik eh berujung neraka gara-gara stasiun radio liar mengganggu pesawat. Kesalahan terbesar saat plotti...

1 comments:

Yuhu, Power, dan Kembalinya KBR

4/22/2018 08:31:00 AM Sael 0 Comments

Kantor Berita Radio (KBR) adalah contoh menarik dalam bisnis radio Indonesia. Radio yang dia bikin sendiri, dijual ke orang, akhirnya karena dibiarkan kosong oleh yang mengakuisisi dibeli lagi oleh mereka juga.

MLIN (Radio Suara Melin), Green Radio, dan sekarang Power FM. Dari zaman menggunakan frekuensi sama dengan RTC UI (89.35 FM - sebenarnya ditengarai kuat RTC dari awal sampai penataan frekuensi radio FM menggunakan frekuensi 99.9 FM, sekarang ditempati Virgin Radio) sampai kebangkitan KBR secara perlahan namun pasti.

KBR dimulai dari zaman Reformasi, di mana mereka adalah salah satu dari yang paling akhir masuk frekuensi FM (paling akhir masuk adalah Woman Radio). Dengan semangat menyebarkan berita independen lewat radio, mereka keliling kota untuk menyebarkan kaset rekaman berita hari itu ke radio orang. 

Seiring dengan waktu, teknologi memampukan KBR untuk menjangkau lebih banyak kota dengan menggunakan taktik paket siaran. Radio tertentu boleh menggunakan siaran KBR untuk menggantikan siaran berita supaya tidak harus mikir bikin siaran berita lagi, namun tetap menggunakan identitas mereka sendiri dalam bersiaran. KBR kerap menyebut taktik ini dengan taktik content provider. Cara ini lama-lama ditiru industri radio raksasa semacam jaringan Sonora, Elshinta, dan saat ini yang terbesar adalah RDI dengan acara akustikan dangdutnya.

Lepas 89.2, Indika Batal Pakai


KBR dengan jaringan sampai 500 kota begitu bukan berarti tidak pernah ada masa surut. Pada 2014, mereka harus melepas radio kesayangannya yaitu Green Radio. Radio tersebut dilepas karena kalah saing dengan radio-radio lainnya, terutama terkait konten. Alasan utama menurut KBR sendiri pada 2014 adalah tidak kuat bayar sewa. 

Akhirnya frekuensi 89.2 sempat dimiliki lisensinya oleh Indika pada tahun 2015, membuat Indika nyaris punya tiga radio saat itu: 91.6 - 96.7 - 89.2 FM. Namun gara-gara Hitz FM gulung tikar pada April 2017, Indika juga sempat mengalami kesulitan keuangan, frekuensi ini kemungkinan dikembalikan Indika ke KBR Grup. Indika FM sendiri saat ini berganti konsep total sehingga sangat mirip dengan Smooth FM (99.5) dan Most Radio (105.8) yang semua penyiar di setiap blocktime hanya seorang.

Selama 3 tahun terjadi ketidakjelasan mengenai kepemilikan 89.2 FM, juga terjadi "gap" antara I-Radio dan RRI (memang seharusnya spasi 0.8 MHz seperti di Filipina dan Amerika Serikat yang diarahkan pemerintah). Pada 2016, frekuensi ini (tidak pas juga, di 89.1) ditumpangi radio dangdut komunitas bernama Mitra FM, saat ini sudah kabur ke frekuensi 107.1 menimpa langsung Dakta FM di wilayah barat Jakarta. Akhir 2017, terdapat iklan peringatan dari Postel tentang aduan penggunaan frekuensi radio yang sembarangan di 89.2 FM, beserta lagu-lagu yang seperti dari YouTube. Frekuensi tersebut ada indikasi akan digunakan lagi.

Yuhu

KBR sedang berbulan madu sekitar 2016 karena kesuksesan Yuhu di daerah-daerah, apalagi dengan mengundang artis di hampir semua blocktime mereka. Yuhu juga ditangani praktisi televisi yang paham dunia hiburan, sehingga ada rasa-rasa bagaikan nonton TV ketika mendengar Yuhu. Penyiar Yuhu hampir semua artis kawakan, hal yang tidak dimiliki radio lain apalagi di daerah.

KBR kembali berinvestasi di bidang radio secara masif, bahkan sepertinya mendekati Mahaka dan Masima untuk urusan duit. Tetangga sebelah menang gengsi pula, banyak juga dikritik soal kualitas konten, iklan, dan lagu yang repetitif. Untuk konten Yuhu masih bisa dikatakan bersaing dengan radio papan atas tersebut, meskipun namanya memang baru di kanal radio Jakarta.

Dua brand, KBR dan Yuhu, diaktivasi dan dijalankan dengan serius. Belajar dari salah kelola pada zaman dipegang Goenawan Mohamad, ada masanya juga diejek radio JIL (saya rasa jangan disebut kepanjangannya), dan yang jadi sorotan adalah konten mereka yang sangat old-school menjelang kematian brand Green Radio. Lagu jarang, konten tidak menarik, sudah begitu mereka kabarnya terkendala dana.

KBR dapat uang lumayan dari jualan konten berita radio, sesuatu yang mungkin sangat menghemat waktu dan sumber daya teman-teman di daerah. Di Jakarta mereka tidak terlalu kuat, masih kalah dibanding Elshinta, namun di daerah mereka bersanding dengan RRI. Selain itu, media online KBR juga mendapatkan pemasukan lumayan tinggi, apalagi dengan seringnya situs tersebut dijadikan rujukan di Wikipedia sampai artikel ilmiah.

Akhirnya uang dan modal cukup besar yang didapatkan KBR tersebut diolah menjadi sumber uang baru, yaitu Yuhu! Brand radio yang dikenalkan pada 2016 ini awalnya hanya fokus di daerah, di Jakarta hanya nebeng Gaya FM Bekasi. Kerjasama dengan Gaya FM berhenti tahun 2017, dan di tahun sama Yuhu! mulai promosi 892 secara cukup gencar. Akhirnya promosi 89.2 FM menurun sampai tidak terlihat, sementara frekuensi 89.2 sudah mulai terdengar dibersihkan Balai Monitoring (Balmon) dan dipakai siaran lagi oleh KBR Group.

Nama dan Hoki 89.2 FM




Power FM mulai disebut sekitar Oktober 2017 dalam siaran ujicoba, awalnya tidak terdengar jelas suara station ID yang menyebutkan nama radio itu, Semakin hari semakin terdengar jelas dan akhirnya langsung meluncur dengan program utama Yuhu (sekantor), Power Lunch Break, Power of Love, dan Power 90s (weekend).

Tidak hanya Yuhu, program Power FM juga dijual ke jaringan-jaringan radio daerah. Salah satunya Young On Top. Acara itu pindah dari jaringan Ramako (Kis), lalu ke Trijaya (MNC), Global, dan tahun ini di Power FM. Modalnya gila kan?

Belum seringnya Power FM mengundang artis dan beberapa pembicara terkenal di segmen jam 8 malam The Power of Love bahkan Power Lunch Break. Berarti bisnis radio KBR sudah kembali ke semula? Ya semoga demikian.....

Untuk musik, lumayan, Power FM agak mirip Jak FM. Untuk pendengar, semoga Power melakukan promosi masif seperti jaringan Gen FM supaya berhasil, harapannya KBR ada duit buat ini.....

Kantor Berita Radio (KBR) adalah contoh menarik dalam bisnis radio Indonesia. Radio yang dia bikin sendiri, dijual ke orang, akhirnya kar...

0 comments:

Melengkapi Pengetahuan Radio di Wikipedia

4/19/2018 12:24:00 PM Sael 0 Comments

Ketersediaan artikel tentang televisi tidak sebanyak radio, eh terbalik, ketersediaan artikel tentang radio lebih sedikit dari televisi di Wikipedia bahasa Indonesia, apalagi Wikipedia Bahasa Inggris.

Sehingga gue memulai menulis artikel dalam bahasa Inggris dan standar radio dunia, dengan call letter, sehingga gue mengenalkan radio Indonesia dan budaya Indonesia kepada dunia.

Kunjungi wikipedia gue di https://en.wikipedia.org/wiki/User:Twiscx dan lihat sendiri log nya hhaha, wiki Indonesia menyusul. Sekian

Ketersediaan artikel tentang televisi tidak sebanyak radio, eh terbalik, ketersediaan artikel tentang radio lebih sedikit dari televisi di W...

0 comments:

Daftar Radio FM di Jakarta, Call Sign, dan Streaming Link

1/28/2018 08:59:00 AM Sael 2 Comments

Sudah saatnya gue update daftar radio Jakarta yang pernah ada di blog ini juga. Sekarang dengan format rapi dan disertai streaming link lengkap. Selamat mencari!

Untuk streaming belum semua bisa didapatkan ya dan mungkin akan butuh waktu panjang supaya lengkap.


  1. Hard Rock FM (PM2FPB), 87.6 FM. MRA. Stream lewat RadioOnline.co.id atau Official Stream melalui aplikasinya di Play Store . TuneIn
  2. Mustang FM (PM2FHF, ex PM3FHF), 88.0 FM , Mahaka (MARI) atau Ramako. Stream di web official mustangfm.com atau mustang88fm.com , aplikasi di Play StoreTuneIn
  3. Global Radio Jakarta (PM2FAR) , 88.4 FM, MNC Group. Streaming lewat official stream, via Radioonline.co.idaplikasi Play StoreTuneIn
  4. RRI Pro 3 (tanpa callsign resmi) , 88.8 FM, Pemerintah Indonesia. Stream di blog RadioMaya atau TuneIn
  5. Power Radio (PM2FPA) , 89.2 FM, KBR/Yuhu. Belum ada live streaming. Untuk mendengarkan program Yuhu bisa lewat Zora 90.1 FM Bandung di RadioOnline.co.id atau TuneIn 
  6. I-Radio (PM2FGE), 89.6 FM, MRA 
  7. Elshinta FM (PM2FGZ), 90.0 FM, Elshinta Group terpisah dari Indosiar/Emtek.
  8. Cosmopolitan FM (PM2FAP), 90.4 FM, MRA
  9. Oz Radio (PM2FAT), 90.8 FM, Oz Radio Network - ex Masima (SPFM)
  10. RRI Pro 1 (tanpa callsign resmi), 91.2 FM, Pemerintah Indonesia
  11. Indika FM (PM2FAQ), 91.6 FM, Indika Group
  12. Sonora FM (PM2FGJ), 92.0 FM, Magentic/Kompas Gramedia
  13. Pas FM (PM2FGO), 92.4 FM, CPP Radionet
  14. RRI Pro 4 (tanpa callsign resmi), 92.8 FM, Pemerintah Indonesia
  15. Hot FM (PM3FAW), 93.2 FM, Mahaka (MARI)
  16. Mersi FM (PM3FSM)****, 93.9 FM, independen
  17. Woman Radio (PM2FGF), 94.3 FM, independen - ex jaringan MNC. 
  18. UFM (PM2FAV), 94.7 FM, Femina
  19. Kis FM (PM2FHN), 95.1 FM, Mahaka (MARI) atau Ramako
  20. RAS FM (PM2FPD), 95.5 FM, Yayasan As-Syafiiyah.
  21. Smart FM (PM2FGV), 95.9 FM, Magentic/Kompas Gramedia
  22. Radio Pelita Kasih/RPK FM (PM2FAX), 96.3 FM, BPK Gunung Mulia. KBR berstatus hanya penyedia konten.
  23. Hitz FM (defunct, segera reborn) (PM2FGD), 96.7 FM, Indika Group
  24. Radio Dangdut Indonesia/RDI (PM2FGY), 97.1 FM, MNC - ex Masima (M97)
  25. Motion Radio (PM2FPC), 97.5 FM, Magentic/Kompas Gramedia
  26. Female Radio (PM2FGT atau PM3FBJ)*
  27. Mandarin Station (PM2FGX), 98.3 FM, Mandarin Station Group
  28. Gen FM (PM2FGU), 98.7 FM, Mahaka (MARI)
  29. Delta FM (PM2FGW), 99.1 FM, Masima
  30. Smooth FM (PM2FGT atau PM3FBJ)*, 99.5 FM, MPG - ex Urban Radio Network dan Masima (Female dan Delta).
  31. Virgin Radio (PM2FAS), 99.9 FM, MPG dan Virgin International
  32. Jak FM (PM2FGG), 101.0 FM, Mahaka (MARI)
  33. Trax FM (PM2FGM), 101.4 FM, MRA
  34. Bahana FM (PM2FGH), 101.8 FM, Masima
  35. Prambors (PM2FGK), 102.2 FM, Masima
  36. Camajaya (PM2FGL), 102.6 FM, independen
  37. Pop FM (PM3FRS)**, 103.0 FM, CPP Radionet.
  38. DFM (PM2FGP), 103.4 FM, independen namun diketahui milik Tutut Soeharto. KBR berstatus hanya penyedia konten.
  39. Brava Radio (PM2FGN), 103.8 FM, MRA
  40. MSTri FM (PM2FAY), 104.2 FM, Universitas Trisakti
  41. MNC Trijaya FM (PM2FGS)***, 104.6 FM, MNC. 
  42. RRI Pro 2 (tanpa callsign resmi), 105.0 FM, Pemerintah Indonesia
  43. CBB FM (PM2FGQ), 105.4 FM, independen - kabar belum terkonfirmasi diakuisisi Magentic Network/Kompas Gramedia.
  44. Most Radio (PM2FGI), 105.8 FM, Mahaka (MARI) atau Ramako.
  45. Bens Radio (PM3FAU)**, 106.2 FM, Etnikom
  46. V Radio (PM2FGR), 106.6 FM, MNC 
  47. Music City (PM3___)**, 107.5 FM, independen
* pada situs Tunein Female menuliskan call sign PM3FBJ dan Smooth PM2FAT, namun kemungkinan besar Female menggunakan pemancar PM2FAT dan Smooth menggunakan pemancar PM3FBJ (ex Female). Hal ini karena perjanjian tukar frekuensi dan tukar pemancar yang dilakukan pihak Masima dan Radio Kayu Manis (RKM) saat itu. Diketahui Radio Kayu Manis awalnya berbasis di Matraman, Jakarta Timur namun harus pindah ke Cirendeu karena perjanjian ini. Kantor Smooth FM di Cirendeu pindah beberapa bulan setelah Virgin Radio mulai mengudara.

** studio di Jakarta, pemancar di luar Jakarta. Kasus Pop FM, mereka memiliki 2 studio yaitu bergabung dengan Pas FM dan studio di Jalan Nusantara Depok. Studio Depok disebutkan di iklan salah satu jamu tetes.

*** Kadang-kadang masih disebut Sindo Trijaya. 

**** Lokasi terlalu dekat dengan perbatasan DKI

Radio-radio di sekitar Jakarta sampai radius pancar terjauh/100 km. List belum lengkap karena akan memasukkan radio-radio Subang dan Sukabumi
  1. XFM Bogor (PM3___)*, 87.8 FM
  2. M2E Bekasi (PM3___)*, 88.2 FM
  3. Subang (PM3___), 88.3 FM
  4. Serang Radio (PM3___), 89.8 FM, Etnikom
  5. FB FM Purwakarta (PM3___), 90.2 FM 
  6. Kis FM Cilegon, 90.2 FM
  7. Nagaswara FM Bogor (PM3FHB)*, 92.2 FM, Nagaswara
  8. Kisi FM Bogor (PM3FRQ)*, 93.4 FM
  9. Gaya FM Bekasi (PM3FBT). 93.6 FM. Ex Yuhu. Interferensi dengan RRI Pro 1 Bogor sehingga ada repeater Pro 1 di 102.0 MHz
  10. RRI Pro 1 Bogor (no callsign), 93.7 FM, Pemerintah Indonesia. Interferensi dengan Gaya FM
  11. Trisara FM Cianjur (PM3___), 93.9 FM
  12. RRI Serang (no callsign), 94.9 FM
  13. Teman FM (PM3___)*, 95.3 FM, Pemkab Bogor
  14. GeNJ FM Rangkasbitung (PM3___), 95.7 FM
  15. Mantarena Depok (PM3___) , 97.7 FM, sinyal kadang mengganggu Motion dan Female Radio
  16. Fajri FM Bogor (PM3FIE)*, 99.3 FM 
  17. Flamboyan FM Karawang (PM3___), 99.6 FM (interferensi dengan Smooth FM bisa sampai daerah Bekasi)
  18. Wadi FM Bogor (PM3___)*, 99.7 FM
  19. Elgangga FM (PM3BFZ)*, 100.3 FM, Teman Sejati
  20. Heartline FM Tangerang (PM3FSD), 100.6 FM, YASKI (FEBC) *
  21. ADS FM Cikampek (PM3___), 105.2 FM, Etnikom
  22. MARS FM Bogor (PM3___), 106.0 FM
  23. RRI Pro 2 Bogor (no callsign), 106.8 FM
  24. Dakta Radio Bekasi (PM3FRU)*, 107.0 FM
  25. Cemerlang FM (PM3___), 107.2 FM, dilaporkan sering nonaktif
  26. Star Radio Tangerang (PM3FHK)*, 107.3 FM
  27. Rakita Padalarang (PM3___), 107.3 FM
  28. RTC UI (PM3___), 107.9 FM, UI. Dilaporkan nonaktif. Sementara mengudara hanya online
* sinyal radio ini dapat menembus wilayah DKI Jakarta bahkan kota penyangga lain seperti Bekasi-Tangerang dan Bogor-Tangerang.

Radio Bandung yang bisa menembus radius pancar Jakarta di wilayah Puncak
  1. Hard Rock FM, 87.7 FM
  2. Rase FM, 102.3 FM
  3. Urban FM, 106.3 FM
  4. PRFM, 107.5 FM

Callsign mati karena pindah lokasi
  1. PM3FHF (Mustang FM saat masih di Gandul) (terkonfirmasi data PRSSNI)
  2. PM3FHN (Anindita FM, Kis FM saat masih di Gandul) (terkonfirmasi data PRSSNI) , sumber lain menyebutkan callsign ini digunakan Chevy FM Bandung, kemungkinan salah tulis karena seharusnya PM3FHM
  3. PM2FAU (Bens Radio, karena pemancar pindah ke Tangsel) 
Kecocokan Call Sign dengan nama PT/call sign meaning
  1. PM2FAR (Arief Rahman Hakim), kemungkinan ada koneksi dengan RTC/Radio FTUI
  2. PM2FPA (Power RAdio)
  3. PM3FSM (Swara Mersidiona)
  4. PM2FGS (Sindo Trijaya)

Sudah saatnya gue update daftar radio Jakarta yang pernah ada di blog ini juga. Sekarang dengan format rapi dan disertai streaming link leng...

2 comments: