Curhat di Radio itu Pertolongan Pertama sebelum Psikolog

6/13/2019 01:57:00 AM Saelz 0 Comments

Kasus bunuh diri Chester Bennington membuat Indonesia sadar betul bahaya bunuh diri dan penyakit jiwa. Ever than before. Sebelum kematian vokalis Linkin Park itu, belum terlalu tinggi awareness akan kesehatan mental di negara "berflower" ini. Apalagi diperparah dengan kematian Jonghyun yang santer beritanya di mana-mana. Sejak saat itu sangat banyak yang memberi konsultasi psikologi dan bahkan saran psikiater yang bagus untuk mengobati masalah jiwa orang Indonesia.

Ada beberapa situs "tempat curhat" yang ditangani profesional, bukan crowdsourcing seperti Kaskus H2H dan media sosial (yang mayoritas diisi awam, bahkan ada yang membully). Contoh yang gue baru buka adalah saveyourself.id yang menawarkan curhat gratis, tentu saja kalau parah masalahnya akan dirujuk ke profesional.

Sebenarnya radio sudah melakukan fungsi ini sejak puluhan tahun silam,tapi kitanya sering nggak sadar. Plus kelemahan radio adalah terbatas waktu (kalau terbatas ruang sih sudah nggak sejak ada streaming). Fungsi tempat curhat ini sudah mulai diimbangi dengan situs-situs konsultasi online.

Mau tahu buktinya apa? Di I-radio 89.6 FM sekitar jam 9 malam, ada sesi segmen curhat bernama 100 Persen Curhat. Acara ini digawangi Indra The Rain, sekarang kalau tidak salah sering diganti penyiar lain yang gue kurang kenal. Yang curhat di acara ini banyak, mulai dari yang bahagia tentunya seperti dapat bonus di kantor dan ada lahiran, sampai ada yang cukup parah seperti gue pernah dengar ada yang terjerat kasus utang puluhan juta sama saudara sendiri. Gue sendiri pernah curhat via komentar Instagram, tapi posisi sedang di KRL pula (karena memang sering pulang malam saat acara ini digelar). Kalau nggak salah pernah juga curhat via WA.

Kalau yang ditelepon sama penyiarnya sih pernah di V Radio 106.6 FM. Mas Iwa K. Hehehe. Di sini suaramu akan direkam dan akan dipotong bagian pentingnya aja dan tentu "dibersihkan" dari kata-kata kotor yang bisa membuat mereka ditegur KPI.

Sejauh ini pengalaman curhat sama mereka tentu saja membuat sedikit lega karena sudah punya teman cerita lah setidaknya. Kita juga bisa mendengar cerita orang lain yang membuat kita bersyukur atau bahkan belajar menghadapi masalah, setidaknya "oh seharusnya saya setia sama pasangan karena efeknya bisa separah itu".

Kelemahan acara ini, ya namanya juga Indonesia dan KPI-nya.... Juga karena radio yang didengar berbagai lapisan umur. Curhat yang berhubungan dengan sex atau sejenisnya tentu tidak bisa diudarakan. Mungkin saja bisa sih kalau hanya via telepon (dibantu personal).

Untuk masalah luar biasa urgent dan butuh segera seperti bunuh diri dan kasus tertentu, sudah jelas tidak bisa lewat acara curhat radio karena kendala waktu. Sudah gitu belum tentu curhatmu mengudara. Namun kalau hanya sebagai pengantar sebelum memutuskan harus pergi ke psikolog atau nggak, memang acara curhat radio ini bisa menjadi solusi yang ampuh. Apalagi tujuan mereka adalah, "anda punya teman curhat, anda nggak sendiri, setidaknya masih ada saya yang menemani kamu". Misalnya dalam kasus kalau ke psikolog sudah kemalaman, bisa coba cerita ke radio dulu terkait masalahnya.

Jangan sedih. Kalau nggak ada satu orang pun yang peduli keadaanmu, ada Tuhan, pekerja psikologi, dan radio yang siap menemani kamu, unconditionally.

Sampai Juni 2019, ini daftar acara radio Jakarta yang menerima sesi curhat. Semakin hari semakin banyak radio Jakarta yang mengembalikan acara lawas ini, apalagi didorong dengan mental health awareness.

1. 89.6 I Radio (21.00-00.00, Senin-Jumat)
2. 97.1 RDI (lupa jamnya, sekitar 21.00, tapi harus kuat dengerin dangdutnya)
3. 93.9 Mersi (sekitar 20.00)
4. 102.2 Prambors (tapi hanya masalah cinta, jam 22.00-00.00)
5. 99.1 Delta (20.00-00.00)
6. 106.6 V Radio (21.00-00.00, efektif baru jam 9 malam)
7. 100.6 Heartline FM (01.00-05.00, ini segmen lintas agama, kalau acara yang digelar gereja kurang tahu. Heartline ini bukan punya denominasi tertentu.)

Oh ya, kalau radio tersebut nggak ada sesi curhat, coba juga titip salam via request lagu. Zaman sekarang, acara request lagu sering dijadikan "curhat gratisan" dan bisa jadi "psikolog gratis". Ini yang tidak akan bisa digantikan layanan streaming seperti Spotify. Sesi curhat ini ada di banyak radio kalau siang bolong.

Ke depannya gue berharap ada radio yang menjadi radio khusus konsultasi masalah pribadi. Kemudian, berharap juga acara-acara curhat di radio ini ditangani profesional seperti psikolog dan psikiater. Kalau nggak salah dulu ada di radio Sonora, tapi yang diulas psikolog ini adalah tumbuh kembang anak, belum sampai ke masalah pribadi.

Selamat beristirahat!

Kasus bunuh diri Chester Bennington membuat Indonesia sadar betul bahaya bunuh diri dan penyakit jiwa. Ever than before. Sebelum kematian vo...

0 comments: